Hai.. Aku Kembali Bicara Padamu
Hai, aku kembali bicara padamu. Setelah puing-puing hidupku yang berserakan kususun kembali satu per satu. Sampai aku kembali merasa nyaman dan bisa sebaik-baiknya hidup, walau tanpa harapan lagi untuk bisa bertemu denganmu. Ini hari Minggu, di Jakarta, yang masih tanpa adamu. Ah, seperti inilah rupanya hidupku -yang kini tak ada kamunya, walau kamu masih ada dan sepertinya masih akan disembunyikan oleh semesta dariku dalam waktu lumayan lama. Sore ini, di depan segelas kopi japanese segar, dengan beans pegasing takengon, yang digiling halus, aku melamun, sambil sesekali mencecap cokelat matcha cake yang manis. Aku berpikir tentang isi pikiranku, yang masih saja bersisa kenangan denganmu, juga seskali berkisah tentang harap untuk bertemu kamu-yang tak punya keinginan menemuiku. Tiga belas tahun bukan waktu yang singkat, bukan. Tiga belas tahun lalu, tahun yang berat namun membentukku jadi kuat. Tahun yang benar-benar mewujudkan kekhawatiranku, ketika aku tak bisa lagi bertemu kamu...
