Suara Hati Seorang Paman :D

 Nggak nyangka, bisa sejauh ini punya perasaan jadi seorang paman. Ya, Paman. Bukan ayah atau ibu bagi makhluk-makhluk kicik, yang makin lama makin besar dan nggak bisa dijemel-jemel lagi pipinya.

Dulu, waktu mereka lahir, kupikir yasudah hari akan berlalu dengan suka ria karena kehadiran anak kecil di sebuah keluarga. Ternyata lebih dari itu. Apalagi buat seorang paman yang baperan seperti aku. Lihat mereka makin tumbuh, makin beda, kadang baper banget dan pengen mewek. Bukannya gak suka mereka jadi besar. Hanya aja ada rasa kangen sama sosok-sosok bayik mungil, yang bisa diajak main. Di-cilukba_in aja bisa ketawa. Sebab sekarang, setelah besar, tiap jumpa, masing-masing fokus sama gadget dan games yang mereka punya - walau kadang masih suka mau diajak main geje, kayak main rumah-rumahan, main kapal-kapalan, main ZOMBI-ZOMBI-an. 

Masih lekat di kepala dan dada ini, bagaimana tengan mungil mereka menggenggam jariku. Masih kuat kuingat bagaimana pertama kali kudengar mereka memanggilku PAMAN. yang kadang terdengar "aman", "maman", dan lain-lain.

Aku masih ingat bagaimana cara mereka menangis, tertawa, dan kini sudah bisa membagi emosi. AH, anak-anak ini mulai besar. Mulai jadi remaja. Mulai punya crush. Mulai pandai berargumen. 

Seiring pertumbuhan mereka, kuharap aku bisa jadi paman yang beda. Bukan sekadar jadi pelengkap posisi di keluarga. Kuharap aku bisa jadi penambah warna di hidup mereka. Jadi salah satu bagian menyenangkan dari kisah masa kecil mereka. Itu saja. Dan kelak, ketika mereka sudah dewasa, kuharap aku bisa jadi alternatif tempat pulang. Kalau mereka lagi kesal sama ayah bunda mereka, mereka bisa mencari aku -daripada mencari-cari orang asing, sekadar untuk curhat. 

Aku berharap, jika aku diberi panjang umur, diberi bonus kesehatan dan ke-awet-muda-an juga. Agar aku bisa jadi teman bagi keponakan-keponakanku. Sebab, aku tahu rasanya bagaimana jadi remaja yang perasaannya bersekat dengan orang tua, yang kadang sibuk dengan urusan masing-masing, hingga lupa pada anak yang meski sudah besar tetap perlu diberi ruang perhatian. Aku berharap, ketika orang tua mereka sibuk, mereka tidak perlu ke mana-mana, sebab ada paman. 

Aku ingin umrah dengan keponakan-keponakanku. Aku ingin liburan ke Jepang dengan mereka juga. Aku ingin bisa terus membawakan oleh-oleh tiap pulang perjalanan dinas dari luar kota untuk mereka. Aku ingin jadi salah satu kerabat yang akan selalu dipeluk saat berjumpa. Aku ingin selalu ada sebagai paman yang gak pernah tua, dan tentunya bisa mereka banggakan.


Comments

Popular Posts