07 May 2008

Menyimpan Namamu di Balik Jubah Malam

Sampai saat ini
aku hanya bisa menyimpan namamu di balik jubah malam
jauh di relung ringkai sepi

diam-diam
kutelusuri kenangan-kenangan yang sempat kita rangkai
kurekam kenangan itu dalam sebuah buku bernama kerinduan

aku tak tahu, mungkin sampai kapan pun tak akan pernah tahu
apa yang kucari darimu?

sementara, degup dada makin sunyi
cinta nyaris mati

berkali-kali aku sekarat
berkali-kali juga aku diberi kekuatan baru untuk selalu menyimpanmu
dalam sebuah bejana berisi kepak sayap kupu-kupu

kali ini
aku hanya ingin lelap dalam khayal
di mana bisa kudekap hangat tubuhmu sepenuh hati


-Rais eL Farel-

05 May 2008

aku tak ingin



aku tak ingin banyak darimu
yang kuinginkan hanya segaris pandang yang membuatku merasa ada
aku tak inginkan cinta merah jambumu
yang kuinginkan hanya segaris senyuman yang menghias cantik kerudung merah jambu itu

hanya untuk aku

sehingga bumiku sehijau bulan Februari yang sempat rusak dan tak mungkin kembali lagi

01 May 2008

Sajak Orang Gila (Roedjak Seni HIMA SATRASIA 2004)


"pembacaan puisi Sajak Orang Gila oleh Sigit Rais di Gedung Pentagon Universitas Pendidikan Indonesia"

Sajak Orang Gila
(Karya Sapardi Djoko Damono)

I
aku bukan orang gila, saudara
tapi anak-anakk mengejek
orang-orang tertawa
ketika kukatakan kepada mereka: aku temanmu
beberapa anak berlari ketakutan
yang lain tiba melempari batu

II
aku menangis dibawah trembesi
diatas dahan kudengar seekor burung bernyanyi
anak-anak berkata: lucu benar orang gila itu
sehari muput menangis tersedu-sedu

orang-rang yang lewat dijalan
berkata pelan: orang itu sudah jadi gila
sebab terlalu berat manpsir makna dunia


III
sekarang kususuri saja sepanjang jalan raya
sambil bernyanyi: aku bukan orang gila

lewat pintu dan jendela
nampak orang-orang menggelangkan kepala mereka:
kasihan orang yang dulu terlampau sabar itu
roda berputar, dan ia jadi begitu

IV
kupukul tong sampah dan tiang listrik
kunyanyikan lagu-lagu tentang lapar yang menarik
kalau hari ini aku tak makan lagi
jadi genap berpuasa dalam tiga hari

tapi pasar sudah sepi, sayang sekali
tak ada lagi yang memberikan nasi
ke mana aku mesti pergi, kemana lagi

V
orang itu sudah lama gila, kata mereka
tapi hari ini begitu pucat nampaknya
apa kiranya yang telah terjadi padanya

akan kukatakan pada mereka: aku tidak gila!
aku orang lapar, saudara

VI
kudengar berkata seorang ibu:
jangan kalian ganggu orang gila itu, anakku
nanti kalian semua diburu

orang kota semua telah mengada-ada, aduhai
menuduhku seorang yang sudah gila
aku toh cuma menangis tanpa alasan
tertawa-tawa sepanjang jalan

dan lewat jendela, tergeleng kepala mereka:
kurus benar sejak ia jadi gila


(Sumber: Angkatan '66 - H.B. Jassin)