22 June 2010

Fragmen II

Fragmen Bintang (yang Tak Kunjung) Jatuh

When U wish upon a star....

Hanya kalimat itu yang kuingat dari lagu Gita Gutawa.

Rasanya sudah lama aku menunggu bintang berjatuhan dari wajah langit. Konon, setiap melihat bintang jatuh, kita dapat mengajukan permintaan yang dapat segera dikabulkan.

Lama aku menunggu bintang jatuh itu. Ya, ada satu keinginan yang ingin kusampaikan. Ada yang ingin kupinta. Tapi rahasia. Tak ada yang boleh tahu. Jika ada yang tahu, tentunya aku akan merasa malu. Rasa malu itu bisa menumbuhkan rasa tidak percaya diri. Rasa tidak percaya diri itu tentu saja akan semakin menjauhkan aku dari kemungkinan untuk mendapatkan kamu. Berbagi rasa hati denganmu. Ups... nyaris saja kukatakan keinginan rahasiaku.

Sekarang, di atap perkantoran ini kutadahkan wajah. Kutatap langit. Aku ingin melihat bintang jatuh. Tetapi sayang, bagaimana bisa kulihat bintang jatuh sedang hujan nyaris saja turun dari lanskap mendung itu.


Fragmen Mati Karena Kerinduan

Ada yang mati karena kerinduan, tetapi aku tak ingin jika itu adalah aku.



Fragmen Hujan

Jejatuh hujan tak deras, tetapi rindang tipis-tipis...
Ciptakan siluetmu yang tak nyata di pucuk-pucuk waktu


Fragmen Terkaan Jauh
Dari jauh... aku menerka-nerka, musim apa yang kini sedang bermukim di hatimu?

Fragmen I

Fragmen Mula
Ini semacam fragmen. Bisa jadi ini adalah keping puzzle yang tercerai-berai karena turbulensi di dalam kepalaku. Sesekali, aku adalah orang tangguh yang mampu memikul batu seberat apapun. Tetapi, ada kalanya juga aku hanya sehelai daun saga yang mengering di luas gurun, lalu terinjak dengan suara kersak.
Kau tahu? Jatuh cinta di kepalaku buka sekadar kisah berembel-embel monyet yang penuh dengan rayu kemayu atau sanjungan menjijikan. Itu hanya bulu-bulu halus yang membuat perutku kegelian.
Aku heran, terkadang manusia berkoar-koar bicara cinta, tapi mind set mereka terpagari dogma dan pengultusan tentang cinta itu sendiri. Ya, cinta yang sebatas hubungan dekat antara sepasang manusia yang kebetulan dinamai lelaki dan perempuan.
Padahal, cinta bukan hanya itu. Tak sadarkah mereka pada setiap tarikan nafas? Di situ ada cinta. Pada setiap tetes hujan yang jatuh membasahi bumi, pada cahaya mata bunda yang baru saja melahirkan seorang bayi, pada setiap tetes darah pejuang kemerdekaan yang membanjiri bumi, bahkan pada jentik nyamuk yang menanti waktu untuk tumbuh menjadi serangga.
Pikiran-pikiran sempit tentang cinta hanya membuat cinta menjadi sosok yang menggelikan. Tak ubahnya seperti badut panda berwarna pink yang berkeliaran setiap tanggal 14 Februari.

Tetapi, mungkin isi kepalaku itu terlalu berantakan. Tidak tertata sama sekali seperti lembar-lembar kertas dalam file map kabinet di kantor-kantor. Bisa jadi, lebih parah dari daratan Aceh pascaTsunami. Porak-poranda. Luluh lantak. Amburadul. Pabalatak. Sial, bantar gebang!
Mungkin ini juga yang membuatku kehabisan vocabullary untuk mendefinisikan setiap jengkal gelisah, gemas, gereget yang mulai bergentayangan sejak wajahmu mulai jadi objek terdahsyat di depan lensa mataku.



Fragmen Cermin

Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku...
Detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu di saat ini... di tempat ini...
(Padi)


Dia tertunduk di puncak bukit. Diamatinya lanskap kota yang dibatasi garis horison bersemburat jingga. Perlahan, cahaya langit mulai surup. Dan aku ada di situ untuknya.

Angin mendekap tubuhku yang melunglai. Berabad rasanya aku menungguinya dalam sunyi. Siapa aku hari ini? Mungkin berbeda dengan aku yang kemarin datang membawakan flower bucket untuk kekasihku. Atau, jangan-jangan ini adalah aku yang sempat meluapkan rasa marah pada setangkai bunga lily di taman sunyi. Entah. Akukah aku?

Angin pun mengoyak jingga di wajah matahari senja.

Kini di hadapanku ada sebuah cermin besar. Jernih dan nyata. Dari situ tampak refleksi dunia yang mencengkeramku. Lamat-lamat, cermin itu berbisik. Tapi tak kudengar. Kini dia bosan. Dia marah. Lalu, cermin itu berteriak lantang ke arah kupingku. Cermin itu berkata: Dia adalah aku.
Aku marah. Bagiku, aku adalah aku. Bukan dia, bukan pula sesiapa yang menguasai keantah-berantahan dunia. Kulempar cermin itu dengan sebelah sepatuku. Pecahlah dia. Ternyata, di balik cermin ada tubuh lain. Ya, lelaki yang sejak tadi tertunduk di atas bukit dan mengamati lanskap kota. Dia menoleh ke arahku, lalu melompat ke arah yang entah bersama angin.



Fragmen Kemurungan
Serupa perawan di pematang senja, matahari mulai kehilangan daya. Perlahan, malam mencengkeramnya dalam sunyi. Mengurungnya dalam kemurungan purba. Ya, kemurungan yang berabad menghantui.

20 June 2010

Medley di Bawah Bulan Sabit


hujan menghentak waktu
ada aliran deras merasuk di telingaku
bertubi menghujam jantung payahku:

"mengapa tak bisa dirimu yang mencintaiku
tulus dan apa adanya
aku memang bukan manusia sempurna
tapi kulayak dicinta karena ketulusan
kini biarlah waktu yang jawab semua tanya hatiku"

(Pasto-Tanya Hati)


"Yang kaulihat senyumku, tak kau sadari pedihku
namun hancurnya hariku kau tak perlu tahu
kuharap engkau bahagia, walau hatiku terluka
akan kusimpan cerita, kau tak perlu tahu"

"Mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu
engkau di sana, aku di sini
meski hatiku memilihmu"

"haruskah kuakhiri, aku tak tahu
apakah nyata ataukah prasangka
tak mungkin kuhindari, sanggupkah aku terus melangkah
atau kupergi saja"

(Kahitna-"Insomnia", "Mantan Terindah". "Hampir Jadi")


"bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau izinkan aku bersamanya.."

(She - "Apalah Arti Cinta")

lalu berkelebat lirik-lirik
diam-diam menggelitik
sedang di wajah bayanganmu aku masih asik


(Hitomi No Jyunin - Laruku)

(Efek Rumah Kaca - Lagu Kesepian)

(John Mayer - Heartbreak Warfare)


lamat
makin mengabur
makin melebur
bersama remah-remah jiwa yang hancur


(Muse - Resistance)

perlahan
makin membaur
kenangan yang merambat bagai sulur-sulur
kali ini, tawa kawan tak mampu melipur

bahkan,
bintang jatuh yang dibebani keinginan orang-orang itu
kupastikan tak mampu wujudkan keinginan terdalamku
hasrat tertinggiku tentangmu tentang dunia yang
selalu diisi sumpah serapah ini

sudahlah...

(Bondan Prakoso - Ya Sudahlah)

(Closehead - Berdiri Teman)

(The Beatles - Blackbird)

(Core of Soul - Purple Sky)


kaukah yang tak lama lagi akan menemuiku dalam mimpi gelisah?


diam-diam
kupunggungi setangkup kisah yang berabad membebani biru bahuku


aku ingin melupakanmu
hanya itu


kini, nyanyian Sondre Lerche mengalun teduh dan hangat


lalu
pelan-pelan kututup mata yang entah kenapa rasanya basah

17 June 2010

Kahitna - "Hampir Jadi"


apa ini jelaskan padaku
ku pikir hampir jadi
masih saja salah langkahku

meski impianku hancur di depan mata
masih saja ku tunggu jawabmu
ku bertahan

haruskah ku akhiri
aku tak tahu apakah nyata
atau kah prasangka

tak mungkin ku hindari
sanggupkah aku terus melangkah
atau ku pergi saja

sampai hati statusku tak jelas
kini impianku hancur di depan mata
masih saja ku tunggu jawabmu
ku bertahan


mau atau tak mau
suka atau tak suka
kan ku cari jalan sendiri
jalan sendiri


atau ku pergi saja

download here:
http://www.index-of-mp3.com/download-Kahitna_-_Hampir_Jadi_%28Lebih_Dari_Sekedar_Cantik%29-fs217525736-29cc6414.html

sumber foto:
http://www.flickr.com/photos/alving/2665955909/