31 August 2010

Saat-saat yang Kuinginkan

aku hanya ingin saat-saat itu...
saat angin senja menerpa tubuhmu yang menantiku di ujung pintu
saat deras cuaca merekam gestur tubuhmu yang riang di hadapanku
saat malam nyaris menutup perjamuan kita yang diwarnai tawa

aku hanya ingin saat-saat itu...
setiap hari,
mengganti letih jiwaku yang melihat murung di wajahmu
menukar setiap pancar kebencian yang kau hujam dan kuterima dengan curiga

aku hanya ingin saat-saat itu...
saat bahagiamu mengiris cemas, membelah rasa takut
dan mengubur curiga

aku hanya ingin saat-saat itu...
yang mungkin tak akan pernah datang setiap kau berkata 'kapan-kapan'

Sikap Buruk

Gw sama sekali nggak pernah kepikiran buat bikin orang lain bingung, apalagi membuat mereka sakit hati karena sikap gw. Bukannya sok baik, tapi gw emang selalu ingin orang lain nyaman saat ada di dekat gw. Gw ingin selalu memanusiakan mereka sebagai mestinya.
Tapi gw bingung sama sikap orang yang kerap bikin hati gw cemas dan agak bingung. Bikin gw bertanya-tanya, apa ada yang salah dengan diri gue? Haha.. konyol. Sikap yang terkesan antipati terhadap gw sejak awal bertemu. SIkap menyebalkan semacam itu datang dan pergi. Nggak jelas.
Mungkin, lama-lama gw bisa bertoleransi. Bisa mulai memahami sikap itu. Tapi, terkadang gw lelah. Bahkan, saat dia bersikap baik, yang ada hanya tanya dan curiga.
Entah.

15 August 2010

Ramadhan Tahun Ini

cuma mau bilang,
Ramadhan kali ini rasanya kok ada sedikit nelangsa. Haha. dasar si gue memang berlebihan. Tapi, jujur ini kali pertama lewati shaum Ramadhan sebagai anak kost. Sore dan menjelang sahur musti hunting makanan.
Ya, sekadar meriwind kenangan, dulu waktu masih di Bandung, pulang kerja nyampe rumah menjelang maghrib. Di meja makan, masakan mama yang enak-enak udah nungguin. Sementara, tahun lalu itu masih ada diklat auditor ahli. Makanan tersedia di ruang makan. Tinggal makan saja.
Sekarang? Heu, beginilah. Udah beberapa hari ini makan sahur pake mie instan karena males jalan nyari warung. Ini dia masalahnya, RASA MALAS. Cuma itu kok.
Ya, ditambah sedikit rasa kehilangan lha karena nggak bisa tiap hari kumpul-kumpul sama Mama dan adik-adik di rumah. Hahay, bikin tulisan ini gue ngerasa lebih muda bertahun-tahun. Yu Marii...
btw...
met puasa ya semua,.,,,
SEmangaAT!!!!

Antara Saya, Aku, dan Gue

ini sekadar menjawab pertanayaan beberapa teman yang bilang kalo saya (aku atau gue) kok gonta-ganti kata ganti?
haha... ya gimana ya, saya mah nulis gimana enaknya aja. kadang pake saya, aku, atau gue. Yang jelas, gak ada perubahan makna kan, walaupun mungkin ada perbedaan rasa. Jadi, apapun kata gantinya, ini masih tulisan saya (aku tau gue) kok.. he he he