20 April 2015

JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Rasanya pengen nabok orang yang semena-mena buang sampah sembarangan. Atau kadang pengen nyinyir saat ada orang berkeluh kesah tentang banjir sambil sesumbar menyalahkan orang lain. Pengen nyinyir begini, "emang kamu udah buang sampah di tempat seharusnya?"


Sampah... oh sampah....
Selain semakin menumpuknya sampah... perilaku orang-orang juga makin seperti sampah...


20 February 2015

Sehari di Kelas Inspirasi Bandung 3

"Anak Indonesia JUARA! Anak Indonesia HEBAT!"

Kalimat itu saya serukan berkali-kali di empat dari sepuluh kelas pilihan yang ada di kompleks SD Babakan Ciparay Timur, Kota Bandung.
Hari itu, 18 Februari 2015, saya ikut ambil bagian dari serangkaian program Kelas Inspirasi yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun silam. Setelah setahun sebelumnya, saya juga ikut serta jadi "volunteer ilegal" di Kelas Inspirasi Jakarta yang membantu kegiatan pendokumentasian acara menggantikan dokumentator terdaftar yang berhalangan hadir.

Baik setahun lalu, atau sekarang, saya selalu merasakan kebahagiaan yang luar biasa hebatnya. Bisa bertatap muka langsung dengan adik-adik yang matanya dipenuhi cahaya. Bisa melihat semangat yang meletup di dalam antusiasme mereka dalam menyambut kedatangan saya dan teman-teman Kelompok 40 yang lain.

Di kelas, saya mencoba menelusuri keinginan dan impian-impian mereka. Saya tertegun, saat beberapa di antara mereka dengan lantang melafalkan cita-cita yang ingin mereka gapai. WAW. Saya merasa seperti sebuah bongkahan batu berlumut yang kemudian digebrak alat-alat berat. 

Suasana yang lumer dan dipenuhi sorak-sorai nyanyian dan tarian yang saya buat spesial untuk mereka membuat saya betah berlama-lama di kelas. Saya yakin, mereka juga. Apalagi saya dan teman-teman saya membawa hal-hal baru di luar kebiasaan mereka sehari-hari di sekolah. Ada yang mengajak bernyanyi, bermain sulap, menggambar, editing foto, nonton video, membuat pesawat-pesawatan, dan lain-lain. Saya? Haha... sesuai dengan kegemaran saya, saya mengajak adik-adik di sana menyanyi dan menari, bermain puzzle, membaca puisi, dan menulis cerita. Hal sederhana, tapi sangat berkesan dan akan saya ingat selamanya. 
Cerita buatan mereka lucu-lucu dan unik. Saat itu, saya membebaskan mereka menuliskan apa saja yang mereka inginkan. Mereka boleh menulis tentang teman sebangku mereka, super hero pujaan mereka, dan apa saja yang mereka mau tuliskan. Beberapa di antara mereka memilih untuk menggambar. Saya perbolehkan juga. Saya hanya ingin mereka berekspresi dengan cara sendiri.Tentu saja, mereka saya ajak untuk percaya diri menjadi diri sendiri. Dan di penghujung acara, setelah seluruh siswa, guru, dan para relawan Kelas Inspirasi berkumpul di lapangan, kami semua sama-sama menari happy, dan saya menjadi pemandu tari. HA HA HA. Lagu yang saya pilih? Tentu saja lagu favorit saya sepanjang masa: Kembali ke Sekolah-nya Sherina kecil -maklum sekarang udah gede-. Rasanya senaaaaang sekali bisa menari dan bernyanyi  bersama mereka. Lalu, setelah beramah-tamah dan foto-foto selfie, kami MAAAKAAAAAAAAAAAAANNNNNNN (ketahuan laper). Senang, lega, walau sedikit malas karena harus langsung kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pekerjaan. 

Beberapa saat, saya sempat kembali ke masa lalu. Saat saya seusia mereka. Saya berusaha mengingat-ingat, hal apakah yang dulu saya cita-citakan? Apa yang benar-benar ingin saya lakukan? Apakah saat ini saya sudah menjadi figur sesuai konfigurasi cita-cita saya di masa kecil? 

Apapun itu, ternyata, di usia yang sudah berkali-kali lipat dari usia anak-anak Sekolah Dasar ini, saya menyadari satu hal, bahwa saya masih harus banyak belajar dari semesta. Dari gelagat orang-orang, dari teman-teman yang saling menginspirasi, dan lain-lain, termasuk dari binar mata anak-anak Sekolah Dasar Babakan Ciparay Timur. Bagi saya, bukan saya yang dikirim Tuhan untuk bertemu mereka, tetapi mereka yang dikirim untuk saya dengan sulur-sulur cara misterius, agar saya kembali membuka mata, kembali mencapai puncak kesadaran, bahwa tugas saya untuk belajar belum usai, dan tidak akan pernah usai.

Kali ini saya belum bisa all out berkontribusi karena sehari-hari saya berada di Jakarta, tapi insya Allah, mudah-mudahan di tahun mendatang saya masih diberi kesempatan untuk kembali ikut serta dalam Kelas Inspirasi.

Yang pasti, Kelas Inspirasi ini membuat saya kembali optimistis bahwa di dunia ini masih begitu banyak orang baik yang masih peduli pada masa depan generasi penerus Indonesia. Dan orang-orang baik itu sekarang menjadi teman-teman baru saya.

Terima kasih Kelas Inspirasi. Terima kasih kawan-kawan Kelompok 40, SD Babakan Ciparay Timur.






16 February 2015

Kekasih, Lihatlah Kini

Kekasih, lihatlah kini.
Samakah kenyataannya seperti kabar dari orang-orang yang selama ini kaupercayai?

Adakah yang berubah dariku, seperti yang dikatakan mereka?
Akukah yang berubah, atau pola pikir mereka yang berubah. Berubah karena terbawa kehendak sendiri. Berubah karena dibanjiri iri dan dengki.

Kekasih, lihatlah kita kini.
Dipisah sekat yang selamanya tak mungkin bisa kita lewati.
Sekat itu dibangun oleh mereka, yang senang berkata-kata mencipta cerita, merekayasa fakta
sehingga hati kita semakin menjauh adanya.

Selamanya tak akan kulupa.
Setiap kalimat yang mereka sampaikan ke telinga masing-masing kita.
Setiap berita yang menggali ragu.
Setiap keyakinan yang pernah kita pegang dengan penuh rasa percaya.
Lalu, mereka berkhianat.
Sesuka hati mengoyak hatimu.
Dengan jumawa, mereka berkata, ini untuk kebaikanmu. Untuk kebaikanku.

Mereka merasa berhak atas jalan takdir manusia lainnya, termasuk kita.

Kekasih, lihatlah langit.
Mungkin langit terlihat tak sama setiap harinya.
Tapi percayalah, langit itu akan selalu sama, tak berubah.
Hanya bumi yang kita pijaklah yang selalu berubah.
Semakin rusak, diisi orang-orang penghasut dan pendengki.
Mereka tak pernah benar-benar bahagia melihat manusia lain bahagia.

Tak ada yang kuinginkan lagi di dunia ini. Tak ada, Kekasih.
Bahkan, jika hari akhir yang dijanjikan kitab suci segera hadir, aku tak mengapa.
Bukan karena aku merasa suci dan bersiap diri.
Aku hanya lelah,
juga kasihan pada semua manusia yang terus menambah dosa tanpa dirasa.

Biarkan kehidupan ini berakhir. Biarkan.
Karena aku yakin, setelah ini, aku akan berkumpul dengan orang-orang
yang paling kucintai, termasuk kau, Kekasihku, pendar hangat hatiku.




Nonton Bioskop (Benyamin S.) - Paduan Suara Setjen BPK RI 2015




 

Ini dia. Seru-seruan bersama Paduan Suara Setjen BPK RI dalam acara syukuran HUT ke-68 BPK RI. Saya nongol terus dari awal sampai akhir lagu :D :D (makanya saya aplod, wkwkwk).
Kami membawakan aransemen istimewa buatan Mas Tio (pelatih kami) dari lagu Nonton Bioskop karya Benyamin S.
Seru. Happy. Jadi pengen manggung lagi.


10 February 2015

alasan untuk tak dicintai

Gemuk, kurus, hitam, putih, bukan alasan bagi seseorang untuk tak dicintai.
Tapi perangai kita dan tulus cinta kitalah yang akan selalu menjadi alasan kuat untuk disayangi.

Lalu, tulus itu seperti apa?
Tidak memaksa dan selalu benar-benar bahagia melihat orang yang dicintai merasakan bahagia.
Benar-benar bahagia. Bahagia yang murni. Bukan sekadar bahagia yang diunggah di social media.

#whenitalktothesun

Boss oh Boss

Sumber gambar: http://hawaalive.com/uploads/jpg/toot_a9f32eea63.jpg


Akhir-akhir ini, salah seorang sahabat saya sering bercerita tentang bosnya. Bosnya yang semena-mena, bosnya yang memaki dia di hadapan teman-temannya, dan hal-hal buruk lain yang tak selayaknya dilakukan oleh seorang atasan.

Well, salah satu teman saya di kantor pernah bilang, seseorang yang punya jabatan itu rentan terkena sindrom 'bossy'. Jadi, mentang-mentang bos, ya dia berlaku semena-mena. Bawahan dianggap sebagai kacung yang harus menuruti semua keinginan dia. Dia tidak berempati sedikitpun pada kondisi bawahan-bawahannya. Hmm... jangan sampai deh ketemu figur bos semacam ini.

Menurut saya, seorang atasan itu harus humble. Harus jadi panutan positif bagi anak buahnya. Itu bisa ciptakan regenerasi yang sehat dalam suatu organisasi.
Atasan harus punya skill manajerial yang mumpuni, baik dalam hal mengelola pekerjaannya sendiri dan pekerjaan para bawahannya. Dalam hal ini, seorang atasan harus jadi orang yang paling tahu tentang jadwal kerja anak buahnya. Dia harus membagikan tugas kepada anak buahnya secara adil. Jangan sampai ada anak buah yang full kerja, bahkan overload, sementara anak buah lain hanya kerja seminggu sekali dan menghabiskan sebagian besar jam kantornya dengan bermain internet. Bukankah ada istilah team work? Pahamilah makna team work sebenarnya. Setiap elemen tim pasti punya kelebihan dan kekurangan. Di situlah pentingnya keahlian atasan dalam mengatur tim yang dipimpinnya agar dapat saling melengkapi.
Seorang atasan harus punya tabel berisi jadwal kerja anak buahnya, kapan mulainya, berapa lama waktu penyelesaiannya, dan kapan pekerjaan itu harus selesai. Jadi, jika ada salah seorang pegawai yang berhasil mengerjakan sebelum batas deadline, dia bisa diperbantukan untuk menolong teman-temannya yang belum selesai. Ini namanya efektif dan efisien. Bukankah hasil akhir adalah atas nama tim? Bukan atas nama perseorangan.


Seorang atasan juga tidak boleh pilih kasih dan over mengistimewakan salah seorang pegawai sehingga pegawai lain merasa kecil hati dan mulai menumbuhkan kecemburuan....

Lalu, teman saya yang sedari tadi murung, tiba-tiba berujar, "tulis hasil percakapan kita ini, siapa tahu nanti bosku baca."

:D

29 January 2015

All About Tuna .. 召し上がれ


Menu nikmat yang cukup mengenyangkan di Sushi Tei Lotte Shopping Avenue.
Sushi roll tuna yang dibuka oleh salad tuna (yang wortelnya kebanyakan). Seharusnya sih sehat, tapi beberapa teman sangsi mengingat banyak sekali mayonaisnya.
Ah, tenang, masih sehat kok.
Buktinya, saya tetep gemuk. 
Ha ha ha....

召し上がれ

23 January 2015

Apple Cinnamon Pizza yang Kurang Hangat di Hati


Suatu sore di Popolamama Grand Indonesia.
Apple Cinnamon Pizza yang hangat, manis, dan romantis. Ditambah topping whippcream yang gurih dan lembut.
Enaknya dinikmati dengan secangkir teh hangat. Sayangnya, saya ngeyel. Malah pesan jus (entah peach atau apricot). Ya tetep enak sih... hanya saja jadi kurang HANGAT di hati.

Haha...

buon appetito


22 January 2015

Lupa Bersyukur atas Turunnya Hujan

Mengeluh. Itu kebiasaan kita sehari-hari. Ngedumel. Panas menyengat, ngedumel. Hujan deras mendera, marah-marah.
Pula halnya dengan saya.
Lalu, dalam salah satu grup whatsapp, yang sedang ramai disambangi anggotanya, ada satu postingan teman yang saya garis bawahi.
"Hujan itu berkah, doa-doa saat hujan turun akan diijabah."

'JLEB!'
Dada saya seperti ditusuk. Saya malu. Sejak kejadian banjir 22 Desember 2012 lalu, saya mendendam pada hujan. Saya yang dulu bersahabat dengan hujan mendadak tidak suka hujan. Saya lupa, hujan itu memang salah satu bentuk kasih sayang Tuhan. Saya lupa pernah menulis kalimat itu di salah satu novel saya.

Saya lupa bersyukur atas turunnya hujan. Hujan yang diberi oleh Tuhan secara gratis.
Saya tak sempat berdoa ketika hujan turun. Saya hanya sibuk mengurusi tubuh yang takut kebasahan. Astaghfirullah.

19 January 2015

Figur Terjahat

Sumber gambar: http://what-buddha-said.net/Pics/paint-green-envy.jpg
Pernahkah kamu, dalam hidupmu, merasakan hal ini.

Kamu berteman baik dengan seseorang. Kamu merasa semuanya baik-baik saja. Setiap ada permasalahan, selalu ada titik temu. Setiap perbedaan, bisa dituntaskan melalui jalan tengah. Saling memberi dukungan. Saling percaya dan menjaga rahasia. Pertemanan itu tak lekang oleh waktu. Berbulan-bulan, bertahun-tahun, seiring datang-perginya orang-orang, pertemanan tetap terjaga.

Semua terasa begitu sempurna.

Tetapi, di luar batas tahumu, ada yang disembunyikan oleh temanmu. Kamu hampir lupa bahwa dia adalah lawan jenismu. Bisa jadi diam-diam kamu atau dia menumbuhkan rasa tak biasa. Kamu tak merasakan apa-apa, selain hangat tulus pertemanan.

Diam-diam, sebagai seorang lawan jenis yang nyaman denganmu, dia jatuh hati padamu. Di sela-sela kisah percintaanmu yang kau luapkan kepadanya, dia juga ingin menjadi salah satu pemeran utama. Dia diam-diam menyukaimu. Dia yang tahu banyak tentang kisah percintaanmu, diam-diam mencoba menyingkirkan orang-orang yang mencintaimu, atau orang yang kamu cintai... dengan caranya, yang diam-diam mematahkan. Pelan-pelan melumpuhkan. Tapi, selalu dan selalu, dia berperan sebagai tempat terbaik untuk becerita.

Di kisah-kisah tentang orang-orang yang kamu cintai, dia berikan bumbu keputusasaan di dadamu. Dia tak inginkan kamu jatuh cinta pada siapa-siapa.
Di kisah-kisah tentang orang-orang yang mencintaimu, dia terbarkan aroma kebencian. Di dada orang-orang itu, dia menanamkan kebencian padamu. Dia tak ingin ada orang lain yang jatuh cinta kepadamu.
Dia tak akan pernah bisa menerima rasa kecewa saat ada orang yang mencintaimu. Lalu, diam-diam dia akan mengusir mereka dengan caranya.

Lalu, pada kisah cinta yang terpaksa dibuatnya dengan kekasih pilihannya, dia mati-matian mencari titik cemburumu. Dia tak bahagia dengan kekasihnya jika kamu tak cemburu. Lalu, dia tak pernah berhasil ciptakan cemburumu. Maka, dia ciptakan intrik-intrik penuh fitnah agar kamu dan kekasihnya bersinggungan dalam titik kebencian.
Kekasihnya dijadikan senjata untuk menunjukkan padamu bahwa di dunia ini ada orang yang begitu posesif padanya. Tapi, bagimu itu tak terasa seperti apapun. Tak ada rasa kesal atau cemburumu. Tak ada sama sekali. Yang ada, hanya dia yang kesakitan sendiri karena dunianya makin membingungkan, dan makin dipenuhi oleh wujudmu yang semakin sempurna.

Tak cukup di situ.

Di sisinya sebagai teman baikmu, kadang dia memendam iri padamu, atas capaian-capaianmu, atas banyaknya temanmu, atas semua hal yang membuatmu tampak begitu bersinar di matanya. Dia menyukaimu, tapi dia tak suka karena dia tidak bisa jadi seperti kamu.
Lalu, diam-diam, dia menginginkan posisimu. Bahkan, dia ingin menjadi orang yang lebih hebat dari kamu. Sementara, kamu masih seperti biasa. Tidak merasa hebat, tidak merasa punya apa-apa, dan masih memegang teguh persahabatanmu dengannya. Ya, dengan dia, yang diam-diam ingin selalu menyaingimu.

Lalu, akhirnya kamu tahu semua.
Dia salah satu figur terjahat dalam kisah hidupmu.
Tetapi, bukannya memberikan peringatan atau hukuman, kamu diam saja, dan tetap menjaga pertemanan yang telah terjaga bertahun-tahun.

Pernahkah kamu merasa seperti itu?

_di samping jendela berpemandangan hujan_