13 February 2018

13 Februari 2018

Ini hari SELASA.
Aku berusaha sarapan sehat dengan oatmeal yang dicampur madu dan buah naga. Enak. Sayangnya kurang banyak, dan aku masih sangat lapar.
Menjelang tengah hari, aku siap-siap ke kampus. Enggak ada rencana garap thesis dulu sih, hanya ingin bertemu kawan-kawan yang hari itu mampir ke kampus. Menjelang berangkat, BUMMM! Lensa Sigma 70-300-ku terjatuh dari tas yang resletingnya terbuka. Aku uring-uringan dan merasa bahwa aku telah dizalimi takdir, padahal aku sendiri yang salah. Hahaha. Blamer!

Setelah itu, lensa kusimpan dulu di meja. Biarlah, apapun yang terjadi aku pasrah saja. Nanti saja sepulang dari kampus baru kuperiksa lagi.
Di kampus berjumpa dengan Mbak Astri dan Mbak Wulan di depan ruang Dekan. Mbak Wulan bimbingan dengan Pak Darmo, Mbak Astri menunggu Pak Topo.
Setelah itu, kami bergegas ke FISIP IV, mampir ke lantai 2, lalu lanjut ke lantai 3. Kami bertemu dengan mas Yoka, Mas Yon, dan Mas Didik.

Karena sudah sangat merasa lapar, kuajak teman-teman makan siang. Akhirnya kami memutuskan makan di SS. Entah, aku sangat suka masakan di SS. Pedas tapi nikmat. Dan kali ini aku nambah nasi sampai 4 kali. WOW! Yasudahlah... semoga nanti malam tidak perlu makan malam.






Sorenya, aku dan Mbak Wulan mampir ke Solo Paragon. Aku dan Mbak Wulan beli mainan diecast Tomica. Bedanya, Mbak Wulan beli untuk anak-anaknya, kalau aku beli ya untukku sendiri. Hahaha.
Setelah itu, aku yang lumayan merasa ngantuk, pulang ke kosan.

Mainan hape, dan siap-siap nonton Indonesian Idol.
Alhamdulillah penampilan penyanyi-penyanyi jagoanku keren-keren. Mereka semua duet. Jodie dengan Glenn, Ghea dengan Abdul, Marion dengan Kevin. Sayangnya, yang tereleminasi yo Kevin. Aneh deh pilihan orang-orang. Padahal Kevin bagus juga. Ya walaupun aku enggak terlalu memperhatikan kontestan cowok, tapi Kevin masuk jajaran penyanyi yang keren. Yasudah. Gitu saja. 

11 February 2018

11 Februari 2018

Ini hari MINGGU.
Aku menghabiskan waktu seharian di dalam kereta, di tengah perjalanan dari Bandung menuju Solo. Hmmmm.. tak ada yang spesial. Alhamdulillah tidak ada yang resek juga.




Tetapi, sesampainya di kosan, tampaknya ada tetangga baru, kok nyetel musik kencang-kencang. Lagu-lagu koplo pantura gitu. Yasudahlah, semoga aku bisa sabar. Semoga enggak setiap hari juga berisik ya.

05 February 2018

5 Februari 2018

Ini hari SENIN.
Pagi-pagi meluncur menuju SDN Jatinegara 15 Pagi. Akhirnya aku dan teman-teman kelompok Kelas Inspirasi Jakarta 6 bisa bikin kegiatan backt to school. Senang sekali sebab kegiatan ini telah lama dicita-citakan. Karena kesibukan kami masing-masing, ya sudha baru bisa sekarang. Itupun enggak lengkap, banyak yang berhalangan.
Dari Takes Mansion Hotel, aku naik gojek sampai stasiun Gondangdia. Dan... hm..... kereta menuju Bekasi-nya kok lama sekali. Setelah 3 kereta lewat, akhirnya aku naik jurusan Bogor saja. Nanti bisa turun di Manggarai. Dari Manggarai baru nyambung kereta ke arah Bekasi. Kenapa di Manggarai? Sebab, Manggarai adalah stasiun transit. Jadi, kereta menuju Bekasi dari Tanah Abang juga mampir di sana. Mungkin lho ya. Yang jelas, aku akhirnya naik kereta menuju Bekasi yang berangkat dari Kota Tua, which is lewat Gondangdia juga. Jadi ya podo bae. Yasudahlah, nasi sudah menjadi bubur, dan aku terlambat datang ke sekolah.

Seharian yang seru dan bahagia. Lihat anak-anak bersemangat. 
Di kelasku, kukasih sesi mengungkapkan perasaan kepada Bapak dan Ibu Guru. Hmm,,, detail kegiatannya akan kuceritakan terpisah ya......


Lalu, siangnya kami pulang. Aku nebeng Fahd sampai JECC Senayan. Dari JECC, aku langsung berangkat menuju kantor Gatsu 31.
Di kantor, mampir ke lantai 13, ke lantai 2 ketemu Umi Diny, lanjut ke gedung arsip lantai 4 ketemu Mba Diandini, Mbak Rina Risa. Lalu, pindah ke Humas di lantai 5 Gedung SDM (begitulah kumenyebutnya) ketemu Fietri, lalu turun ke lantai 4 ketemu Srimul, turun lagi ke lantai 3 ketemu Mbak Inar. Habis itu, langsung kembali ke lantai 13, pamitan, dan cuzzzz menuju Grand Indonesia. Aku kehujanan. Celana dan sepatuku basah. Lalu, di Grand Indonesia aku ganti celana, pakai celana untuk lari pagi. Fiuuh... pakai celana pendek untuk tidur, pakai sepatu basah, keliaran di Grand Indonesia. Good job. Lama-lama sepatu Wakai yang kupakai kering sendiri. Hahaha.

Tadinya mau ketemuan sama teman-teman KI Jakarta 5 di Burger King Thamrin. Tapi pada enggak jadi. Yasudah, kutunaikan saja makan Burger King di Grand Indonesia dengan si Harry.
Jam 7 aku berangkat ke Gambir, diantar si Harry, pakai motor Scoopy-ku. 
Jam 8 Naik kereta deh. Di kereta tidur sambil kedinginan. Brrrr....

04 February 2018

4 Februari 2018

Ini hari Minggu.
Jam 11 saya naik kereta menuju Jakarta. Besok, saya akan mengikuti kegiatan Back to School Kelas Inspirasi Jakarta. Ya sekalian bertemu teman-teman yang kebetulan sedang ada di Jakarta.
Kereta kali ini agak ngaret. Jam 3 sore, saya baru sampai di Gambir. Saya langsung beranjak menuju Takes Mansion Hotel di daerah Kebon Sirih Thamrin, salah satu tempat menginap favorit saya.
Rebahan sejenak, lalu saya bersiap berangkat menuju Grand Indonesia. Selain kangen sama mal ini (maklum mantan anak mal Jakarta), saya juga harus membeli kertas dan alat tulis untuk acara besok.

Di GI, saya tergoda mampir ke Kids Station. Di sana selama beberapa menit saya mondar-mandir. Kali ini, (setelah sebelumnya bergantian menggilai Gundam, Lego, Die Cast, Action Figure, dll) saya memilih untuk hunting die cast. Maklum, baru gabung sama suatu grup sehobby, jadi semangat meninggi. Tapi dari hasil mondar-mandir, bahkan saya sempat mengambil beberapa mainan, saya tidak jadi beli. WKWKWKKWKWK. Saya baru ingat bahwa saya baru pesan die cast berlogo kantor saya yang harganya lumayan lah buat saya mah. Yasudah, nggak jadi beli deh. Akhirnya saya milih untuk makan di KFC-nya food court baru GI. Makan sendirian dong. Hahaha.

Sorenya ketemu sama Harry. Kami lanjut makan steak di Johny Steak langganan, yang ada di Pasar Baru. 

3 Februari 2018

Ini hari Sabtu.
Seharian di kereta. Saya berangkat dari Stasiun Solo Balapan. Di dalam kereta yang lengang, saya tidur, ngelamun, denger lagu, buka medsos, ngintip-ngintip jurnal, baca-baca puisi dan cerpen. Tak lupa, menyimak dan sesekali ikut nimbrung di berbagai Grup Whatsapp (yang kini ada sekitar 30 grup).

TENG. Jam 4 sore akhirnya sampai di Bandung.

Sampai di depan gang rumah Mama, disambut Zeaaaaa.... bahagianya bisa bertemu anak pintar ini. She hugs me dan langsung cerita-cerita dong.
Malamnya, family dinner time. Sesuai pesananku ke Ade, aku pengen makan Korean BBQ home made ala Gheta. Dan alhamdulillah terlaksana. Kenyang dan bahagia.

02 February 2018

2 Februari 2018

Ini hari Jumat.
Saya menghadiri Seminar Proposal teman-teman seangkatan, yang tampaknya perjalanan tesisnya moncer lancar jaya.





Setelah salat Jumat, saya, Kang Ari, Mas Pujo, Mas Didik, Mas Burhan, dan Mas Isrori (yang mbayarin), makan mie ayam Upin Ipin yang enak itu lho. Setelah itu lanjut ke kelas lantai 3... lanjut nyicil tesis, sambil nyoba transkrip isi film bakal tesis.






Sorenya pulang. Tidur sebentar sampai magrib (duh, awas jadi bodo siah).

Malamnya, nonton Wayang Orang Sriwedari dengan Kang Ari. Setelah nonton, mlipir sebentar ke Padar Gedhe, berharap lampion imleknya sudah dinyalakan. Ternyata belum menyala.


Lalu, lanjut makan Beestek Solo. Ya, baru tahu ada makanan ini. Kupikir Beestek itu sama seperti beefsteak, atau bistik. Ternyata, beda. Kuahnya mirip selat (yang mirip semur), dan dagingnya dicincang. Lumayan enak... sebab saya memang suka makanan semacam semur.


Habis itu pulang dan besok pagi, saya akan pulang.




22 January 2018

22012018

Ini hari Senin.
Ke kampus.
Nyempetin beli helm. Kayaknya akhir-akhir ini, even though enggak bawa motor sendiri, sering butuh helm. Akhirnya saya beli helm di Carefour. Sebab, kebetulan sedang ada diskon.

Sebelum ke kampus, saya makan mie ayam jamur rekomendasiannya Pri di Warung Mie Ayam Jamur Upin Ipin belakang kampus dengan Mas Ari.
 Enak. Mienya oks punya. Homemade maybe. Cocok lah ya dengan lidah saya ini. Yakin, besok lusa pasti balik lagi.
Setelah itu, lanjut ke kampus, sekadar mengurai kegalauan, agar bisa tersusun rapi dan kuselesaikan satu demi satu.

Di kampus sampai sore. Pulangnya nyempetin makan Lotek di Warung Bu Warni.
Setelah maghrib, tidur sampai jam 10.30 malam. Kebangun dan ingat ada konser Indonesian Idol... aaakkkk.... untungnya Jodie, Ghea, dan Marion belum tampil. Nonton deh...
Sambil agak-agak jengkel sama suara burung peliharaan Mas penjaga kosan. Iya, jadi masnya ini melihara beberapa burung. Nah, sudah seminggu ini ada burung baru yang dia pelihara... tapi suaranya tuh annoying banget. Sumpah bikin aku sakit kepala. Kayak suara tikus mencicit berpadu suara cicak. Annoying bird. Entah apa itu namanya. Pokonya gelombang suara dia itu bikin aku sakit kepala.
Pengen banget ngagebah atau kubiarkan burung itu ngencar, tong aya di dieu. Gandeng dan rudet.

21 January 2018

210118

Ini hari Minggu

Malas CFD-an. Hujan. Akhirnya ya gitu gulang-guling di kamar sampai siang.
Siang baru keluar, sebab ada rencana ingin beli Printer.
Sesuai rekomendasi Philip, aku pergi ke Solo Center Poin. Astaga, tokonya hampir semua tutup. Sepi. Spooky. Kupikir ramai seperti BEC di Bandung atau Ambassador di Jakarta. Yasudah, survey harga dulu saja.

Sebelumnya, aku makan dua potong ayam (satu potong bersaus keju) di JackROaster. Enak sih. Harganya juga terjangkau.
Daaan tiap posting foto di medsos dengan men-tag akun Jackroaster, dapat hadiah gratis 1 es krim cone. Lumayannn.

Setelah itu mampir ke Grand Mall, buat membandingkan harga printer. Ternyata lebih mahal dari Center Poin yes. Yaudah, cuma nanya doang, lanjut nanya2 gorila pod, untuk iseng rekam-rekam video tanpa harus dipegang smartphone-nya.
Tapi gak jadi beli sebab enggak bisa dipakai untuk smartphone ketika posisi vertikal. 

Setelah itu, jajan lego lagi dong. OMG. Dan beli roti bread talk 3 biji. Udah gitu, malamnya jajan soto betawi. Lanjut ngemil roti dan minum bear brand. AAAKKK.



20 January 2018

200118

Ini hari Sabtu.
Finally kumpul rame-rame lagi ala-ala zaman kuliah semester lalu. Kali ini, Raka kelas sebelah bikin acara konsultasi tesis dengan Ibu Kaprodi, Ibu Prahastiwi Utari.
Lega, akhirnya hal-hal mengganjal bisa sedikit terlonggarkan.
Apapun polemik yang terjadi, tentang tesis dan persyaratan lulusnya, bertemu dengan teman-teman itu sungguh bisa jadi suntikan semangat.
Itu buatku, entah buat yang lain.
Semoga semakin semangat dan mau kembali belajar, sambil mengenang anak kurus yang powerfull, yang 11 tahun lalu mengerjakan Skripsi. I miss you, my soulmate: young and cheerful Sigit Rais.

Selesai acara, makan di warung Rica (bukan guguk lho ya). Enak, pedesnya masih bisa kuterima. Dan bikin aku nyenyak tidur sepulang dari sana.

Malamnya makan di Wedangan Pendhopo. Konsepnya unik. Rumahnya juga bagus. Idaman gue banget. Atap yang tinggi, banyak pernak pernik etnik, banyak pajangan2 jadul. Love it.
Walau cara pesannya agak kurang efektif. Sampe-sampe ketika ingin nambah malas antre lagi.

19 January 2018

19 Januari 2018

Ini hari Jumat.
Setelah soljum di Masjid Kalitan, aku ketiduran di kosan.
Jam setengah tiga terbangun, lalu tiba-tiba semangat ingin ke kampus.
Ngumpul deh dengan teman-teman.
Ditraktir gorengan dan jus jambu sama Mas Didik yang sangat dermawan.
Sore menjelang malam, kami hunting makanan. Aku, Mas Didik, Mas Pujo, Raka, Mbak Wulan, dan Mbak April.
Kami nyoba makan makanan timur tengah di Shawarmanis, dekat Matahari. Hmm.. not bad lah, tapi porsinya kurang nendang. Menjelang makanan habis, Om Ari yang konon terjebak oleh hujan, datang menyusul.




Kami masih lapar men.

Maka, kami pindah ke warung 76. Di sana kami makan lagi deh. Aku nyicip sate kere dan tahok.
Akhirnya jadi tahu, kenapa namanya sate kere. Kupikir dendeng (dalam bahasa sunda: kere) yang dibuat sate. Ternyata sate kere itu terbuat dari gembus (ampas kedelai). Mungkin disebut kere (miskin), karena sate yang tidak terbuat dari daging. Hahaha... bisa-bisanya aku aja. Embuh benar apa tidak.