20 June 2015

Genggaman Tangan

Tadi malam aku bermimpi.

Aku sedang berada di tengah-tengah wahana bermain. Seperti Trans Studio, Dunia Fantasi, atau Taman Pintar Yogyakarta. Aku dan orang-orang di kantor sedang berkegiatan outbond sekaligus peresmian kereta api model baru. Di kerumunan orang-orang sekantor, mendadak dia datang. Jadi satu-satunya sosok yang aku tunggu-tunggu. Tetapi, aku merasa gengsi untuk menghampiri. Karena biasanya, dia akan sok cuek, dan tidak menggubris keberadaanku.

Lalu, kami antre masuk salah satu wahana. Tiba-tiba dia ada tepat di belakangku. Aku masuk ke dalam wahana berdinding merah. Seperti terowongan yang ditutup lembaran sekat-sekat pintu khas Jepang. Aku masuk ke dalamnya membawa sebuah gelas berisi sebatang lilin. Di belakangku, orang itu mengikuti. 

Tiba-tiba tercium aroma yang entah. Aroma itu seperti aroma kemenyan yang bercampur aroma iler saat kita tidur. Aku ketakutan. Dia lalu menepuk bahuku, menyuruhku berlari. Lalu, aku berlari, dan sampailah aku di stasiun kereta. Aku menaiki kereta itu. Kereta itu ramai. Dipenuhi orang-orang yang wajahnya tak asing bagiku. Ya, teman-teman sekantor. 

Di dalam kereta, aku berharap bisa duduk bersebelahan dengan dia. Ternyata tidak. Kursi-kursi sofa di dalam kereta itu sudah penuh semua. Aku berdiri. Begitu juga dia yang berjalan menuju gerbong lain. Kami sama-sama tidak kebagian tempat duduk.

Tak lama, kereta pun sampai di tujuan. Kami singgah di sebuah wahana air. Seperti kolam raksasa di film Jurassic World. Aku melihat dia duduk di bawah. Telungkup sedang menikmati keindahan kolam. Sementara, aku berada di atas. Mengamati kolam dengan cakupan pandang yang lebih lebar.

TIba-tiba, semua orang yang ada di area itu diminta untuk membuat kelompok, dan bergandengan tangan membentuk lingkaran. Aku bersebelahan dengan salah seorang temanku dan beberapa orang lain berbaju merah. Saat akan kugenggam tangan temanku, tiba-tiba dia berlari dari bawah. Dia berdiri di antara aku dan temanku. Dia mengulurkan tangannya untuk kugenggam. Tangan itu kugenggam kuat-kuat dengan kedua tanganku.

Lalu, terjadi sebuah goncangan yang dahsyat. Orang-orang di sekitarku beterbangan sambil berpegangan tangan. Aku ketakutan. Tangannya semakin erat menggenggam tanganku. Lalu, kupejamkan mata. Semakin ketakutan, kubenamkan wajahku di bahunya. Tubuh kami seperti berputar. Aku tak berani membuka mata. Hingga akhirnya aku terjaga dari mimpi itu.

Mimpi itu usai, bersisa kesan tentang genggaman tangan yang terasa begitu nyata.

19 June 2015

Ketika Dia Menyata di Depan Mata #nulisrandom2015

Pernahkah kamu mengalami ini?

Kamu sedang merindukan seseorang. Lalu, sosok seseorang yang kamu rindukan itu tiba-tiba mampir di matamu. Dia duduk di kursi yang juga jadi kursi jatahmu. Lalu, kalian duduk berdampingan. Tapi ada yang aneh, karena kamu dan dia tidak bisa bertegur sapa seperti biasanya, ya, seperti di masa lalu. Kamu hanya bisa berujar, “permisi ya,” sambil melangkah melewatinya, karena kamu dapat tempat duduk di samping jendela.
Sekali lagi, kamu melirik ke arahnya. Hanya lewat ekor matamu. Ya, kini, dia ada di sampingmu, tapi ternyata dalam wujud yang lain. Dia bukan seseorang yang selama ini kamu rindukan.  
Setelah beberapa menit berlalu, kereta mulai melaju. Kamu dan orang di sebelahmu sibuk sendiri-sendiri dengan gadget yang kalian bawa masing-masing. Lalu, fokusmu kembali tertuju padanya. Wujudnya memang berbeda, tetapi dia benar-benar membuatmu kembali mengingat seseorang yang kini sudah jauh dari hari-harimu.
Sejenak, kamu mengasumsikan itu sebagai bentuk kerinduan. Dalam hatimu, kamu berkata-kata, “oh, ini luapan rindu.”
Tetapi, setelah kamu amati dalam perjalanan singkatmu dengan kereta, orang di sampingmu benar-benar menyerupai seseorang yang dulu begitu istimewa bagimu. Banyak hal yang membuatmu mengingat seseorang istimewamu itu. Postur tubuhnya, garis wajahnya, bentuk hidungnya, detal-detail tertentu di wajahnya, gerak-geriknya, cara dia berjalan, cara dia duduk, cara dia memegang dan menyentuh layar gadgetnya, cara dia mengusap wajahnya yang ngantuk, dan gerak tak beraturan kakinya karena menahan dingin dan tak sabar ingin segera sampai.
Lalu, dia mengeluarkan laptop dari tas ranselnya. Astaga, tas ransel itu juga mirip, walau tak sama, dengan tas milik seseorang di masa lalumu itu. Juga cara dia memegang laptop dan saat jemarinya bermain di atas keyboard.
Lalu, khayalan kamu berlari ke mana-mana. Kamu menganggap dia adalah reinkarnasi dari seseorang istimewamu itu. Lalu, tak lama, kamu makin gila. Kamu menganggap dia sedang menyamar dan sengaja ingin memberikan kejutan buatmu.
Apapun yang terjadi, anggaplah ini hadiah dari Tuhan. Sudah lama kamu tak menjumpainya. Sudah lama kamu tak melihatnya. Sudah lama kamu tak pernah tahu lagi kabarnya. Kini, Tuhan mengizinkanmu melihat dia, walau dalam bentuk lain, yang sebetulnya bukan dia.
Kursi kereta api kelas bisnis ini membuatmu harus duduk bersebelahan dengannya tanpa sekat. Sesekali tubuh kalian bersentuhan. Ada pendar hangat yang membahagiakan di tengah kepung tiupan air conditioner yang membuatmu kedinginan.
Lalu, kamu memejamkan mata. Kamu membuat keberadaan orang yang kamu rindukan itu terasa semakin nyata. Kamu menganggap orang di sampingmu itu adalah dia. Lalu, kamu merasa tenang dan bahagia. Kamu terlelap, lalu bermimpi tentangnya.

Pernahkah kamu merasakannya? Karena itu baru saja kurasakan.

17 June 2015

Drama Musikal "Melati Pujaan Hati"

Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan
 
Drama Musikal "Melati Pujaan Hati"
oleh Melodiosa Voz feat. The Choir

Jumat, 26 Juni 2015 Pukul 16.00
di Galeri Indonesia Kaya
Frand Indonesia Shopping Town Lantai 8


"setiap perempuan punya kekuatan untuk membuat kehidupan jadi lebih baik dan berarti"


16 June 2015

Hare Gene Belom Online? #nulisrandom2015

Saya baru saja menyadari sesuatu. Di stasiun kereta api Gambir. Hari ini, sekitar satu bulan sebelum momen yang paling dinantikan oleh orang-orang: mudik lebaran. 
Ternyata, saya sungguh terlarut dalam kemudahan fasilitas masa kini dalam hal pembelian tiket kereta. Semua serba online. Bayar tiket pun bisa menggunakan kartu kredit. Tanpa harus beranjak ke mana-mana, dalam hitungan menit, tiket perjalanan sudah bisa kita genggam.

Di stasiun ternyata saya masih menemukan sepasang suami istri, dengan anaknya yang masih kecil, antre di kasir. Lalu, di hadapan loket berisi petugas yang 'sembunyi' di balik kaca berlubang, sang istri lebih banyak berinteraksi. Di tangannya ada selembar formulir pemesanan tiket yang masih kosong. Seharusnya, untuk mempersingkat antrean, tiket itu diisi terlebih dahulu di meja yang tersedia, barulah dibawa ke loket untuk bertransaksi.
Saya kaget, karena sang ibu bertanya tentang semua kereta sejak H-2 s.d. H+2 lebaran. Jelas, waktu yang diperlukan untuk transaksi mereka tidaklah singkat. Petugas loket terlihat sedikit dongkol karena dibombardir pertanyaan dibalut syarat-syarat dari calon pembelinya: kursinya harus bersebelahan, harus berangkat sore hari, dan harus berharga paling murah. Tapi, petugas loket itu berusaha untuk tetap ramah. Mungkin SOP pelayanan berkata demikian.

Setelah bertelusur dengan komputernya selama hampir 20 menit, wajahnya kembali segar sumringah. Dapat tiket sesuai keinginan, dengan harga yang sangat murah. Jakarta-Surabaya Rp90 ribu saja. Astaga, ternyata dia salah. Bulan yang dia input bukan Juli, melainkan Juni. Pantas saja harganya masih murah. Maka, setelah meminta maaf, petugas loket itu kembali menelusuri jadwal keberangkatan melalui layar monitor komputernya. Sepasang suami istri itu cukup kecewa, karena batal dapat tiket murah meriah. Semacam di-PHP-kan.

Lalu, penantian diulang lagi. Cukup lama. Dan beberapa orang di balakangnya, termasuk saya, cukup gemas.

Saya kaget, takjub, dan heran. Karena sudah beberapa tahun ini saya telah terbiasa memanfaatkan fasilitas online dalam pembelian tiket perjalanan, baik pesawat atau kereta, saya pikir semua umat manusia di dunia ini sudah melek online. Tidak ada lagi kejadian seperti suami istri tadi. Kalaupun terpaksa ke loket, pasti ada perkara lain yang tak bisa diselesaikan secara online. Dari sudut pandang saya, yang memang sudah terbiasa ber-online-ria, antre di kasir dan tanya-tanya seperti tadi itu adalah hal yang mustahil di zaman sekarang ini. Saya merasa berhak bilang, "hare gene belom online?"

Itu dia. Kenapa saya lebay banget merasa perbuatan ibu itu aneh dan unik? Ternyata secara tidak sadar, saya telah terperangkap dalam persepsi sendiri. Saya merasa luas dunia ini hanya sebatas apa yang biasa saya lihat, dengar, rasakan, dan saya lakukan. Saya hampir saja lupa, hari-hari saya, kebiasaan-kebiasaan saya, bisa jadi merupakan polah alien juga bagi orang lain. Dan saya tidak tahu latar belakang pasangan suami istri itu.

Ego sentris kah ini namanya? Atau narsis? Atau apa? Entah...

Satu hal yang pasti, memijak bumi, melihat dunia luar, lalu masuk jadi bagian kerumunan, akan membuat hidup ini makin terasa nyata ketimbang diam dan mengama'ti dari jauh. Oh sungguh, otak dan hati kita itu hanya segumpal benda-benda lunak yang mudah dipengaruhi berbagai hal yang bersinggungan dengan seluruh indera kita.


-suatu pagi menjelang siang, saat berencana menjadwal ulang jam perjalanan=

15 June 2015

Hampir Genap Dua Tahun #nulisrandom2015

Hampir genap dua tahun, aku ditinggalkan oleh sebuah potret lanskap bergambar punggungmu yang terus menjauh dari gaduh.

Lalu, malam ini kupejamkan mata dalam sepi. Kuat-kuat kupanggil namamu dalam hati. Sekelebat doa terucap tanpa disadari, semoga kamu selalu bahagia dan kita bisa bertemu lagi.

14 June 2015

Dibuat Lelah oleh Keinginan-Keinginan Sendiri #nulisrandom2015

"baru kali ini bener2 mual ngerjain soal ujian.. ini mual dalam arti yg sebenarnya ya."

Itu isi tuitan saya beberapa saat setelah selesai mengerjakan soal-soal dalam rangkaian ujian saringan masuk salah satu kampus yang ada di Depok.
Saya memang benar-benar mual. 'Mual' di sini bukan konotasi yang menggambarkan kita eneg dan mau muntah karena suatu hal. Tapi, ini 'mual' yang benar-benar mual. Isi perut yang baru diasup sedikit sebelum ujian mulai ini rasanya ingin keluar. Di kerongkongan ada rasa panas menjalar. Asam lambung terasa naik. Dan itu terjadi ketika saya sedang mengerjakan soal-soal Bahasa Inggris.
Selain terkantuk-kantuk karena bosan melihat deretan wacana yang 'dipersoalkan', saya sempat tertidur entah berapa lama.
Oalah, seperti itukah kelakuan sayasaat ujian mengejar sesuatu yang memang saya inginkan?

Ujian yang terasa menyiksa ini, memangnya siapa yang nyuruh? Semua dilakukan atas kehendak sendiri. Untuk tujuan sendiri. Lalu, kenapa harus ada rasa tersiksa saat mengerjakan soal-soal itu?

Memangnya siapa yang memaksa? Tidak ada. Kenapa bisa sampai mual? Hayo.
Begitulah. Kadang kita dibuat lelah oleh keinginan-keinginan sendiri. Betul kan?
Hahaha

13 June 2015

The Awesome Journey #nulisrandom2015

Ya, benar sekali. Rasanya kurang mantap kalau pengalaman kita dalam memaknai hidup melalui travelling enggak dibagikan kepada orang lain. Pengalaman yang berharga itu akan terlewatkan begitu saja dan terlupakan esensinya tanpa mendatangkan nilai lebih.
Lalu, bagaimana caranya? Menulis. Ya, tuliskan awesome journey yang pernah kita tempuh agar orang-orang bisa ikut merasakan pengalaman batin kita saat membacanya. Sebab, hidup adalah perjalanan. Dan setiap orang tentu punya sudut pandang yang berbeda dalam melihat esensi dari suatu perjalanan.

Jadi, tuliskanlah pengalaman perjalanan kita. Manfaatkan seluruh kekuatan inderawi kita dan pertajamlah kepekaan dalam mengamati segala sesuatu di sekeliling kita. Tuliskanlah dengan hati. Dengan keyakinan bahwa melalui tulisan kita bisa selalu berbagi.


Rangkuman kesan dari sharing-nya Mbak Anida Dyah dan Feby Indirani di acara Writing Workshop The Awesome Journey. Conclave, Jakarta, 13 Juni 2015.

Sumber gambar: Twitter @KEHATI 

12 June 2015

Kok Bisa? Kok Tega? Kok Ada? #nulisrandom2015

Sulit memahami orang-orang yang enggak punya rasa sayang sama anak kecil. Itu hal pertama yang terlintas di benak saya. Ketidakmengertian.
Saya benar-benar tidak mengerti. Betapa anak-anak kecil itu berwajah dan berperilaku lucu. Meski kadang nakal dan mengesalkan, mereka itu hanyalah anak-anak yang belum banyak tahu apa-apa dan punya hak untuk melanjutkan hidup. Hidup yang diberikan oleh Tuhan. Dengan oksigen yang dihirup secara cuma-cuma oleh semua orang. Ya, semua orang punya kesempatan yang sama untuk hidup kan?
Tapi, kenapa ada orang yang menutup hati mereka. Kalut dalam marah pada bocah-bocah, bahkan dengan keji menyakiti juga membunuhnya. Belum lagi kekerasan psikis lain, juga kekerasan seksual. Ya Tuhan, pantaskah anak-anak itu didera hal-hal buruk yang dibuat sedemikian rupa oleh orang-orang dewasa yang sok punya kuasa lebih atas mereka?
FAK.

Di berita tv, radio, bahkan di simpang-simpang jalan yang saya lewati. Anak-anak itu menderita. Disiksa, dibunuh, diperkosa, dipaksa meminta-minta, diculik, dianiaya, disekap, DIKUBUR DI BAWAH KANDANG AYAM???? Damn.

Kok bisa? Kok tega? Kok ada?

Bukankah orang dewasa seharusnya berbaik hati pada anak-anak. Mengajari dengan cinta, sesekali memberikan hadiah boneka, boleh juga mobil-mobilan kesukaan mereka, dan sebagainya. Bukan malah menyiksa dan abai pada kenyataan bahwa mereka adalah aset masa depan.

Kadang, kepada orang-orang lalai yang jahat membiarkan anak-anak mereka dalam kesengsaraan, rasanya ingin berkata-kata kasar dan memaki. Tapi kembali lagi, ada sisi di seberang sana yang tidak saya mengerti. Tentang mereka, tentang orang-orang yang 'tidak baik' pada anak-anak.

#RIPAngeline

11 June 2015

Terjebak dalam Pulau Hewan-Hewan Besar #nulisrandom2015



Pernahkah terbayangkan oleh kita, bagaimana rasanya berada di tengah-tengah kumpulan hewan-hewan purba yang telah punah jutaan tahun lalu? Dengan teknologi canggih, para ilmuwan membangkitkan kembali hewan-hewan itu untuk hadir di tengah-tengah kita untuk dijadikan tontonan dalam sebuah wahana wisata.
Wahana wisata itu bernama Jurassic World. Melanjutkan impian John Hammond dalam film Jurassic Park (1993), berbagai dinosaurus yang pernah menjadi penguasa bumi di zaman jurassic itu, kini benar-benar bisa dinikmati oleh wisatawan yang haus hiburan.
Dalam film yang disutradarai oleh Colin Trevorrow ini dikisahkan Pulau Isla Nubar, yang 22 tahun lalu gagal dijadikan sebagai wahana wisata karena sebuah tragedi, berhasil dibangun kembali. Berbagai permainan yang ada dalam pulau itu memikat para wisatawan untuk bertandang. Di antaranya adalah Zach (Nick Robinson) dan Gray (Ty Simpkins). Mereka adalah keponakan dari Claire Daring (Bryce Dallas Howard) yang bekerja sebagai manajer operasional di Jurassic World.
Sang pemilik Jurassic World, Simon Masrani (Irrfan Khan) merasa berhasil dan sukses memanjakan para pengunjung yang terkagum-kagum pada hewan-hewan yang telah lama berhasil dikembangbiakkan oleh Dr. Henry Wu (B. D. Wong) bersama timnya dari InGen. Tapi, karena suatu kelalaian, terjadilah suatu insiden mengerikan yang mengancam seluruh penghuni pulau.
Seperti serial Jurassic Park sebelumnya, yaitu Jurassic Park (1993), The Lost World (1997), dan Jurassic Park III (2001), dalam Jurassic World ini juga dihadirkan figur pahlawan utama, yaitu Owen Grady (Chris Pratt), yang ternyata adalah pawang atau trainer Velociraptor! Bersama rekan-rekan satu timnya, Owen berusaha menuntaskan masalah yang terjadi di Jurassic World. Selain itu, dihadirkan pula karakter yang cukup menyebalkan, yaitu Vick Hoskins (Vincent D’Onofrio), yang menjadi pimpinan keamanan operasi InGen.
Film yang diproduseri oleh Frank Marshall dan Patrick Crowley ini pun menghadirkan fasilitas-fasilitas permainan canggih yang berada di Jurassic World pun akan membuat penonton tercengang dan tertarik untuk mencobanya. Selain itu, dihadirkan juga ragam hewan purba yang belum pernah hadir di film-film terdahulu. Mereka adalah Indominus Rex, Mosasaurus, Dimorphodon, dan lain-lain dengan aksi yang menakjubkan dan mendebarkan. Kehadiran varian dinosaurus tersebut menjadikan film ini semakin mencekam.
Seperti apakah wujud hewan-hewan besar yang kini hanya tinggal fosil tersebut? Lalu, bagaimanakah upaya penyelamatan semua pengunjung yang terjebak di Pulau Isla Nubar bersama hewan-hewan besar?
Menonton film berdurasi 124 menit ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan hiburan bagi keluarga. Selain itu, bagi penggemar setia rangkaian film Jurassic Park yang berjaya di tahun 90-an ini, menonton Jurassic World dapat menjadi pengobat rindu pada dunia purba yang menakjubkan ini. Di Indonesia, film ini diputar di bioskop sejak 10 Juni 2015. (Sigit Rais)

KETERANGAN FILM
Judul: Jurassic World
Tahun: 2015
Sutradara: Collin Trevorrow
Produser: Frank Marshall dan Patrick Crowley
Pemain: Chris Pratt, Bryce Dallas Howard, Irrfan Khan, B. D. Wong, Vincent D’Onofrio, Nick Robinson, Ty Simpkins, dan lain-lain.
Durasi: 124 menit
Bahasa: Inggris

Sumber gambar:

10 June 2015

Detail Masa Kecil #nulisrandom2015

Beberapa orang mungkin nyaris lupa dengan detail masa kecil, tapi saya tidak.
Aroma keringat, wajah kawan-kawan yang tertawa, suasana yang renyah, dan berbagai detail lainnya.

Semua terasa begitu dekat dan nyata.
Semua rasanya seperti baru kemarin saja.