22 January 2018

22012018

Ini hari Senin.
Ke kampus.
Nyempetin beli helm. Kayaknya akhir-akhir ini, even though enggak bawa motor sendiri, sering butuh helm.
Makan mie ayam jamur rekomendasiannya Pri di Warung Mie Ayam Jamur belakang kampus bareng Mas Ari.
 Enak. Mienya oks punya. Homemade maybe.
Lanjut ke kampus, mengurai kegalauan, agar bisa tersusun rapi dan kuselesaikan satu demi satu.

Di kampus sampai sore. Pulangnya nyempetin makan Lotek di Warung Bu Warni.
Setelah maghrib, tidur sampai jam 10.30 malam. Kebangun dan ingat ada konser Indonesian Idol... aaakkkk.... untungnya Jodie, Ghea, dan Marion belum tampil. Nonton deh...
Sambil agak-agak jengkel sama suara burung peliharaan Mas penjaga kosan. Iya, jadi masnya ini melihara beberapa burung. Nah, sudah seminggu ini ada burung baru yang dia pelihara... tapi suaranya tuh annoying banget. Sumpah bikin aku sakit kepala. Kayak suara tikus mencicit berpadu suara cicak. Annoying bird. Entah apa itu namanya. Pokonya gelombang suara dia itu bikin aku sakit kepala.
Pengen banget ngagebah atau kubiarkan burung itu ngencar, tong aya di dieu. Gandeng dan rudet.

21 January 2018

210118

Ini hari Minggu

Malas CFD-an. Hujan. Akhirnya ya gitu gulang-guling di kamar sampai siang.
Siang baru keluar, sebab ada rencana ingin beli Printer.
Sesuai rekomendasi Philip, aku pergi ke Solo Center Poin. Astaga, tokonya hampir semua tutup. Sepi. Spooky. Kupikir ramai seperti BEC di Bandung atau Ambassador di Jakarta. Yasudah, survey harga dulu saja.

Sebelumnya, aku makan dua potong ayam (satu potong bersaus keju) di JackROaster. Enak sih. Harganya juga terjangkau.
Daaan tiap posting foto di medsos dengan men-tag akun Jackroaster, dapat hadiah gratis 1 es krim cone. Lumayannn.

Setelah itu mampir ke Grand Mall, buat membandingkan harga printer. Ternyata lebih mahal dari Center Poin yes. Yaudah, cuma nanya doang, lanjut nanya2 gorila pod, untuk iseng rekam-rekam video tanpa harus dipegang smartphone-nya.
Tapi gak jadi beli sebab enggak bisa dipakai untuk smartphone ketika posisi vertikal. 

Setelah itu, jajan lego lagi dong. OMG. Dan beli roti bread talk 3 biji. Udah gitu, malamnya jajan soto betawi. Lanjut ngemil roti dan minum bear brand. AAAKKK.



20 January 2018

200118

Ini hari Sabtu.
Finally kumpul rame-rame lagi ala-ala zaman kuliah semester lalu. Kali ini, Raka kelas sebelah bikin acara konsultasi tesis dengan Ibu Kaprodi, Ibu Prahastiwi Utari.
Lega, akhirnya hal-hal mengganjal bisa sedikit terlonggarkan.
Apapun polemik yang terjadi, tentang tesis dan persyaratan lulusnya, bertemu dengan teman-teman itu sungguh bisa jadi suntikan semangat.
Itu buatku, entah buat yang lain.
Semoga semakin semangat dan mau kembali belajar, sambil mengenang anak kurus yang powerfull, yang 11 tahun lalu mengerjakan Skripsi. I miss you, my soulmate: young and cheerful Sigit Rais.

Selesai acara, makan di warung Rica (bukan guguk lho ya). Enak, pedesnya masih bisa kuterima. Dan bikin aku nyenyak tidur sepulang dari sana.

Malamnya makan di Wedangan Pendhopo. Konsepnya unik. Rumahnya juga bagus. Idaman gue banget. Atap yang tinggi, banyak pernak pernik etnik, banyak pajangan2 jadul. Love it.
Walau cara pesannya agak kurang efektif. Sampe-sampe ketika ingin nambah malas antre lagi.

19 January 2018

190817

Ini hari Jumat.
Setelah soljum di Masjid Kalitan, aku ketiduran di kosan.
Jam setengah tiga terbangun, lalu tiba-tiba semangat ingin ke kampus.
Ngumpul deh dengan teman-teman.
Ditraktir gorengan dan jus jambu sama Mas Didik yang sangat dermawan.
Sore menjelang malam, kami hunting makanan. Aku, Mas Didik, Mas Pujo, Raka, Mbak Wulan, dan Mbak April.
Kami nyoba makan makanan timur tengah di Shawarmanis, dekat Matahari. Hmm.. not bad lah, tapi porsinya kurang nendang. Menjelang makanan habis, Om Ari yang konon terjebak oleh hujan, datang menyusul.

Kami masih lapar men.

Maka, kami pindah ke warung 76. Di sana kami makan lagi deh. Aku nyicip sate kere dan tahok.
Akhirnya jadi tahu, kenapa namanya sate kere. Kupikir dendeng (dalam bahasa sunda: kere) yang dibuat sate. Ternyata sate kere itu terbuat dari gembus (ampas kedelai). Mungkin disebut kere (miskin), karena sate yang tidak terbuat dari daging. Hahaha... bisa-bisanya aku aja. Embuh benar apa tidak.

18 January 2018

180118

Ini hari Kamis.
Ke kampus. 
Stay di lantai 3 bareng Mbak April dan Mas Didik.
Hujan nggak berhenti.
Kami makan nasi padang di dekat gerbang utara kampus, dekat belokan ngoresan. Makan kenyang sekenyang-kenyangnya dibayarin Mas Didik.
Pulang pakai Uber, lengkap dengan tragedi. Drivernya tercatat laki-laki, tapi yang menjemputku perempuan. Berdua pula. Hadeuh. Maaf ya mbak, soalnya kalian enggak konfirmasi dulu. Ya mending kalau drivernya ganti doang, lah ini kalian datangnya berdua. Gak mau aku, takut diperkosa. Wkwkwkwk.
Akhirnya aku cancel, lalu kupesan Go-Car. 

Hujan masih saja deras.
Ya seperti rinduku yang seperti tak mengenal batas.

17 January 2018

170118

Ini hari Rabu.
Finally dengan serpihan semangat yang tersisa, aku berhasil mengumpulkan draf proposal tesis yang masih stuck di Bab 1. Bertemu Pak Pembimbing. Tadinya mau ngobrol-ngobrol dulu sedikit, eh Bapaknya malah nyuruh aku naro draf di mejanya. Yowislah.

Mbak April lagi pusing
Lantas, setelah makan siang di kantin FISIP dan minum jus jambu di kantin perpustakaan, aku lanjut baca-baca di perpustakaan kampus. Tadinya aku janjian dengan Kang Ari. Ternyata miss komunikasi. Rupanya dia tidak sedang di perpustakaan, melainkan di ruang kelas kami di Gedung IV FISIP lantai 3. 

Setelah hujan reda, aku bergegas ke FISIP bertemu dengan Mas Ari, Mas Didik, juga Mbak April. Ngobrol-ngobrol dan sharing tentang progres pengerjaan tesis dll deh.





Santai sejenak di Solo's Bistro Slamet Riyadi

Selepas Magrib, kami beranjak menuju tempat makan. Tadinya kami berniat makan di Waroeng Steak lanjut karaoke di NAV (dari kemarin puengen banget, gara-gara demam Indonesian Idol kali ya?). Sayangnya warung yang kami tuju sudah tutup (sudah tidak ada). Maka, aku yang malas keliling-keliling mencari tempat lain (hampir hujan juga), merekomendasikan Solo Bistro.


Kami pun santap malam di sana, ngobrol-ngobrol sampai jam 8.30. Hujan masih saja deras. Karaoke pun rasanya malas. Teman-teman pulang dengan motor masing-masing. Aku? Naik Uber sebab sedang tidak ingin kehujanan dan sakit (jam tidur dan jam makan lagi berantakan coy). Penting itu jaga kesehatan sendiri. Dan kuharap bisa tidur cepat malam ini.

Ternyata gagal. Ha ha ha.

13 January 2018

120117

Ini hari Jumat.
Jam satu siang, berangkat ke perpustakaan. Bertemu Mas Didik, lalu ngobrol santai agak serius sambil baca-baca tesis di ruang khusus yang ngempil di pinggir ruangan arsip.
Tesis oh tesis...
Jadi ingat 11 tahun lalu, saat melalui masa-masa galau Skripsi. Ingat pesan Bu Neta tentang "coba dulu saja", ingat celoteh Uli yang selalu bilang "miracle" jika kami bisa sama-sama lulus tahun ini (dan kata-kata itu terus terngiang-ngiang, bahkan ketika kami duduk bersebelahan di ruang wisuda). Miracle. Now I need a miracle too....

Sore menjelang malam, pindah ke Masjid Nurul Huda, ngobrol-ngobrol sebentar. Tadinya mau mampir sebentar ke tempat temanku, Pri. Tapi, dia ngajak makan di luar.
Maka, kami makan di warung makan dekat kampus, lupa namanya, dengan menu ala ala Waroeng Steak. Lalu 20% makan, 20% curhat, dan 60% bergunjing sampai jam 9 malam.
Membahas fenomena perkuliahan dan kantor memang tak ada habisnya. Semoga bisa saling menyemangati dan memberi inspirasi.

Tuhan, semoga setibanya aku di kantor nanti, setelah masa tugas belajarku selesai, aku dipertemukan dengan orang-orang yang sepemikiran, satu semangat, dan bisa kuajak sharing dan diskusi tentang apa saja.

10 January 2018

101117

Ini hari Rabu.
Mau ke kampus dan garap tesis, rasanya malas sekali. Tiba-tiba ingat, hari ini film Insidious 4 perdana tayang di bioskop. Sebetulnya, malas sih nonton film horor, tapi karena dari awal ngikutin film ini, jadi pengen aja dituntasin nontonnya.
Maka, aku nonton Insidious ini di The Park dengan Pri jam 1 siang. Hmmm... ternnyata kualitas seramnya menurun. Buktinya jantungku gak berdebar dahsyat seperti biasanya. Dan pose ngintipku tiap nonton film horor enggak terlalu keluar. Haha...

Selesai nonton, yaudah datar banget, enggak linglung kayak habis nonton Pengabdi Setan (yang bikin aku merasa linglung karena ketakutan). Kami lanjut makan makanan Jepang dengan menu campur-campur. Aku pesan sushi yang harganya jauuuh lebih murah daripada restoran sushi langganan.
Habis makan, sholat ashar. Dan byarrr. ternyata hujan deras.




Daan... kami lanjut karaoke di Inul Vizta. Satu jam yang enggak berasa. Ini karaoke keduaku selama menjalani masa 'pengasingan' di Surakarta. Wow, kebiasaan lama ini mudah-mudahan enggak bikin addict lagi seperti beberapa tahun silam, which is karoke bisa 5 kali dalam seminggu, dengan geng teman yang berbeda-beda.

Habis karaoke, kami sholat maghrib, mampir ke gerai Samsung, lalu bubar jalan.
Thanks God, aku enggak kepikiran tentang hantu di film Insidious tadi.


08 January 2018

080118

Ini hari Senin.
Tadinya mau nonton Insidious, tapi ternyata belum ada.
Maka, aku nonton Jumanji dengan Kang Ari dan Mas Burhan di Solo Square.
Selesai nonton, aku beli novel "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori, yang sudah sebukan kuidam-idamkan. Astaga, buku ini keren banget. Sampai-sampai aku kehabisan buku ini di Bandung. Thanks God, akhirnya bisa punya juga. Semoga bisa baca sampai kelar secepatnya agar bisa ikut diskusinya tanggal 29 nanti di Gramedia Solo.

Setelah sholat ashar di Solo Square kami cao ke warung Mie Ayam KUA atau Mie Ayam Adik Dewi. Tapi sayang, aku kekenyangan. Kurang bisa menikmati makanan yang konon enak ini. Maka, semangkok mie punyaku, yang baru dilahap satu dua sendok, aku bungkus saja, walau aku tidak yakin akan menghabiskannya nanti di kosan.

Setelah itu kami sholat Maghrib di Masjid PLN. Masjidnya lumayan besar dan nyaman. Temanku bilang mirip masjid arab di dekat keraton solo.

Lalu, kami pulang. Aku diantar oleh Kang Ari sampai kosan. Hujan deras, dan seharusnya enak tidur. Tapi ya dasar penyakit, tetep aja tidurnya dini hari.

07 January 2018

071118

Ini hari Minggu.
Masya Alloh, enggak nyangka. Saya akhirnya kembali "LARI PAGI". Sungguh suatu prestasi, setelah tempo hari daftar gym, tapi malas datang (padahal datang pun cuma tretmilan doang).
Kali ini, saya lari pagi dengan Pri. Tujuan mulianya sih sebetulnya nyari sarapan. Tapi untuk mengurangi perasaan bersalah, ya dibumbui lari pagi.
Kami lari pagi di Manahan. Dari kosan saya, kami jalan kaki ke sana. Setelah lari beberapa keliling (walau lari dan jalan kakinya berbanding 25:75), kami segera hengkang keluar Manahan, dan kembali berjalan kaki menuju CFD Slamet Riyadi.
Lalu, pesta jajan pun dimulai. Dari mulai beli air mineral Le Mineral (yang mas-masnya ujug-ujug minta saya foto bareng), kue bulet-bulet (lupa namanya), sampai tahu tek langganan di Sriwedari.
Setelah pesta jajan-jajan selesai, kami balik ke kosan. Nah, tak lama setelah itu, tanpa mandi dan cuci muka, kami langsung berangkat pakai motor ke warung selat Viens (pasar nongko). 
Pri makan (lagi) bubur ayam, sementara saya cuma pesan es kopyor. Ngobrol-ngobrol dan bergunjing dah sampai tahu-tahu sudah jam sebelas lewat. 
Setelah itu, balik ke kosan, Pri langsung balik juga ke sarangnya. Saya langsung tidur dong sampai sore, dan hujan pun turun sampai malam. Mager meneh. Pesen go food meneh. JOSS.

Dan kaki saya pegel linu amat Ya Alloh....