09 June 2009

Barathayuda

inikah barathayuda?
saat pasopati melesat tanpa kendali
Arjuna mendekam dalam suara kersak
hujaman rindu menghampiri
menusuk dan tebarkan racun yang mawar

penuh sesak kurusetra
tiap punggawa bersiap lontarkan panah asmara

tapi Arjuna mendekam dalam lunglai
perlahan dia bangkit
dan
angin telah membawanya ke nirwana

di tempat itu ulur tangan sang kekasih menyapa

inikah Barathayuda?
hujaman asmara terlontar ke mana-mana
tanpa mereka sadari

Arjuna bahagia di atas sana

Juni 2009

Wajah, Tubuh, dan Hati

ini wajahku
yang terbitkan tawa di wajahmu
yang sesekali bersembunyi dalam lindap sunyi
yang tak usai bertengadah pada altar di langitmu

ini tubuhku
yang melepuh karena hujaman api
yang membeku dalam selimut salju
yang berlari menuju singgasana di dadamu
yang melompat saat kau membuka tangan

ini hatiku
yang berabad menunggu pelangi
pada lanskap senja di matamu

Juni 2009

Mencemaskan Hatimu

aku mencemaskanmu...
pada setiap gelagat angin yang
melintas
pada setiap sentuhan cahaya di
wajah basah rerumput pagi
pada lambaian dedaun yang bertengadah melawan cuaca

aku mencemaskan hatimu
yang mungkin melesat hilang
meskipun belum sempat kugenggam

Juni 2009