05 May 2010

Jangan Biarkan (Hanya) Waktu yang Menjawab

Terkadang, dalam hal melupakan sesuatu, terutama kenangan buruk, orang-orang beranggapan waktulah yang akan menjawab semuanya. Dalam konsep seperti ini, seseorang diset agar berpasrah diri dan membiarkan waktu yang menghilangkan kenangan buruk itu.

Misalnya, saat kita diputuskan oleh kekasih, ditinggalkan oleh sanak keluarga yang meninggal dunia, atau hal-hal lain yang menumbuhkan kesedihan. Saat itu, kita memang harus memiliki kekuatan untuk ikhlas dan berserah diri karena Tuhan telah mengatur semua. Tapi, itu tidak cukup. Ada satu hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu semangat dan usaha kita untuk melepaskan diri dari jeratan kesedihan. Kita tidak bisa membiarkan waktu saja yang menjawab segala kegelisahan kita. Memang, suatu saat nanti, kesedihan itu akan sirna, tapi semua itu tidak akan terjadi dengan sendirinya jika kita menutup diri dari hal-hal lain di luar kita.



Sebagai contoh, saat kita bersedih, apakah kita akan membiarkan diri kita mendekam di kamar tidur sambil menangis atau kita akan menemui teman-teman kita untuk merasakan kebersamaan sehingga tidak ada perasaan bahwa kita sedang sendiri.

Jadi, selain berpasrah pada Tuhan (Dialah yang mengatur semuanya, termasuk rasa hati kita), kita juga harus berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan kesedihan itu. Mungkin itu akan mempercepat proses pemulihan kita dari rasa sakit dan sedih. Caranya, salah satunya mungkin bisa dengan mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang berguna. Kita juga bisa bertemu teman-teman kita. Bukan mencari solusi, karena untuk urusan solusi terhadap permasalahan, bagiku hanya orangnyalah yang bisa menemukan solusi. Kita bisa sekadar sharing atau melewati hari dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan seperti berlibur.

Jadi, saat ada yang bertanya kepada kita: "kapan kamu bisa melepaskan diri dari kesedihan ini?" jangan dijawab dengan: "Hanya waktu yang bisa menjawab". Tetapi, jawablah, "seiring berjalannya waktu, saya akan berusaha untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan yang singkat ini..."



sumber gambar:
http://hensyam.wordpress.com/2009/02/19/bila-waktu-berjalan-mundur/
http://blogs.discovermagazine.com/cosmicvariance/2008/11/24/what-if-time-really-exists/

04 May 2010

Hal yang Paling Kuingat Saat Diklat di Kalibata

- Telat nyampe di Pusdiklat. Aku nyampe menjelang makan malam.

- Waktu pertama kalinya diajarin “DUDUK SIAP GRAK!”

- Duduk di barisan kelas “Angkatan 2” paling belakang pas perkenalan di Auditorium plus belajar nyanyi mars dan hymne BPK, juga latihan upacara pembukaan.

- Bikin Abu, Dimas, dan Bayu (temen sekamarku) bingung nyari kunci kamar yang tanpa sengaja terbawa.

- Hari pertama udah diomelin sama duo S (Pak Supangat dan Saiful) gara-gara kemejaku dilinting.

- Bikin yel-yel. Di kelasku dibagi jadi 5 kelompok. Aku sekelompok sama Bram, Resi, Yeni, Febi, Danu, dan Bayu. Karena yang lain masih malu-malu kucing untuk joget ala penari Sunda, kepaksa aku joget heboh sendiri. Kelompok kami jadi pemenang kedua.

- Waktu introduce yel-yel kelas di Auditorium mendadak kesetanan dan joget-joget jaipong sendiri di depan tanpa direncanain. Aduh, entah ya.

- Gantiin tugas Yeni yang lagi sakit jadi piket. Dihukum push up berkali-kali karena salah ngitung jumlah siswa dan ada siswa yang nggak kebagian lauk.

- Jalan-jalan ke Pusat Grosir Cililitan sama Edo, Bram, Damar, Pa Diding, Fitria, dan Dewi.

- Erna sering manggil-manggil aku dan memperlakukan aku seperti anak kecil.
- Waktu digendong sama Edo.



- Sering dikasih oleh-oleh sama temen-temen yang pulang kampung.

- Ada siswi yang mirip Asmiranda, Aura Kasih, dan Putri Huan Zhu. Wkwkwkwk.

- Ngenet Sabtu pagi di lobi gedung Suprayogi.

- Mengendap-ngendap ngambil air dini hari ke lantai 3 atau 4 karena di lantai 2 nggak ada air panasnya.

- Waktu ada siswa yang nggak hafal Pancasila.

- Tiap abis senam pagi, selalu pengen duluan nyampe kamar, biar bisa mandi duluan.

- Waktu Riza Faridhan mimpin lagu jadi dirigent.

- Waktu ngecengin seseorang dan didukung penuh sama koncoku, Bram. Tapi sayang, sasaran telah dipinang hati yang lain. Halaaah.

- Waktu bantuin Desi Tampubolon ngambil jemurannya yang terbang ke atas genteng.

- Saat kelas lain punya nama Pinkers, Mamujuers, Kopompong, dan Laskar Ijo, kelasku namanya MQ. Tentunya karena ada AA GYM a.k.a. Doddy Pranata ikutan diklat juga.

- Waktu ngejajah kamar 211 bareng anak-anak angkatan 2 yang lain.

- Tiap kumpul sama Edo, Dera, dan Alex suka nyanyi-nyanyi sok jadi vokal grup.

- Waktu liburan ke Bogor dengan anak-anak Angkatan Dua.

- Waktu perlombaan antarkelas. Ada lomba yel-yel, nyanyi paket lagu BPK, tebak-tebakan, dan lomba masukin pensil ke botol saat kelasku jadi yang paling pertama menyelesaikan game.

- Nonton “Bukan Cinta Biasa” berdua sama Edo.

- Jadi nyamuk pas nonton Angel and Demon dengan Bram dan Rani. Hehehe.

- Waktu main ke CIwidey.

- Waktu ngasih hadiah puisi buat Bu Ririn, Dosen SIA di kelas Auditor Ahli Nonbe. Sorenya kelas kami ditraktir kue yang enak. Hehehe.


- Bramantya dan hampir semua anak yang hobi tidur terus di kelas.



- Waktu dipanggil ke depan gara-gara pulang larut malem setelah nonton KCB dengan Edo, Fitri, Rani, dan Bram. Tapi Bram nggak ‘tampil ke depan’. Huuu curang.

- Durhaka pada dosen-dosen ‘unik’ dengan membuat karikatur mereka ala kartun Beni & Mice (dikasih keterangan ini itu).

- Kaget sama ‘daya tarik’ dosen komputer. :P

- Dosen Bahasa Indonesia yang ngajar sambil ngitung ubin.

- Hasil diklat Auditor Ahliku: Cerita BABAD TANAH NONBE yang dibintangi oleh artis-artis nonbe, dari mulai Romehul sampai Siluman Duyung Bertangan Cumi-cumi. Ditulis dalam buku kelas yang dikompilasi dengan karya-karya kreatif anak-anak nonbe lain. Oi… bukunya sekarang di manaaaaaa?

- Waktu Pak Supangat nyuruh aku dan Desta tampil berdua ke depan berdua.

- Di kelas nonbe banyak pasangan Maho. :P yang dipelopori oleh Rensy Cute. Hiiiy….

- Siswa kelas nonakun A sakit hampir setengah kelas.

- Her hampir tiap Jumat, sampe-sampe batal ke Semarang sama Bram dan Rani.


- Ketiduran di kamar menjelang her Analisis Biaya. Untung dibangunin sama Mas Ecko. Alhasil, ngulang lagi taun depan. :P

- Tiap ujian, kalo nggak bisa, yaudah kujawab soal secara improvisasi. Kalo lupa rumusnya, yaudah aku bikin rumus sendiri suka-suka aku.

- Nonton sinetron “kisah kasih di sekolah” dari jendela kelas yang kayak aquarium.

- Diem-diem nonton sinetron “Cinta Fitri” di Lantai 7 bareng Mbak Citra dan Resi. Kadang-kadang bareng Bayu Agosta dan Abu. Hahahaha.

- Waktu ditinggal Abu, Dimas, dan Bayu yang ditempatin duluan. Di lantai dua tinggal aku di 215 dan Ahim di 201. Akhrinya kami memutuskan untuk hidup bersama di kamar 305. Hahahaha. Ternyata, Andera pun ikut gabung.

- Kegep ake celana pendek pas makan sahur. Pagi-paginya dibahas sama Om Supangat pas apel pagi. Sial.

- Waktu main bareng ke Ciater sama anak-anak kelas lain pake mobilnya Fitri.

- Main Futsal campuran anak-anak cowok dan cewek.


- Main UNO di depan lift lantai 4. Kami lupa kalo sewaktu-waktu sang pengawas bisa tiba-tiba muncul. Ternyata benar. Untunglah yang jadi tumbal hanya Rohul dan Sutiah. Hahaha.



- Bu Anon a.k.a Natasha. Pengajar tercantik yang pernah kulihat, selain dosen komputer itu lho. Hahahahaha.

- Tengah malem ada suara kucing kayak yang disiksa. Pas mau makan sahur, kotoran kucing berserakan di tangga, dekat kamarku.

- Melihat kucing tampak marah pada sesuatu di lorong. Saat kuhampiri, nggak ada apa-apa cuy! Hiiiy….

- Iseng nyemprot badan kucing (si Udin) pake Parfum.

- Sok sokan main tenis. Biasanya sih sama Dini, Wahyu, Sutiah, dan lain-lain.

- Waktu pertandingan olah raga antar kelas. Seru banget lah.



- Waktu ikutan lomba paduan suara antarkelas. Tim kelasku jadi juara II walaupun konon ada yang cuma lipsing. Hahahahaha.



- Waktu iseng foto-foto di depan Pizza Hut, eh ada salah satu pimpinan Pusdiklat lagi makan di sana. Malu deeeh…

- Waktu Nurul Ikhwan menjepitkan kepalanya sendiri di pintu lift. Gokil.

- Waktu ngedengerin curhatnya Dita dan Dini di Hokben Kalibata. Ihiiiiy…

- Waktu ada gempa Tasikmalaya. Terjadi kekonyolan di antara aku, Dera, dan Ahim. Hihi… ntar aja ah nyeritainnya.

- Main petasan sehabis sahur.

- Naik kereta api Parahyangan dengan gerombolan anak asal Bandung.

- Waktu main ke Taman Mini bareng anak-anak NONBE

- Waktu ada dosen nyasar ke kelas Nonbe.

- Katering yang bikin anak-anak pusing karena menu semacam sponsbob dkk.

- Tentunya apel pagi dan malam plus baris-berbaris sebelum melakukan sesuatu.

- Waktu pengumuman penempatan.

03 May 2010

Telah Setahun

Wah, setahun terakhir ini udah jadi setahun yang terasa super cepat buatku. Tepat setahun yang lalu, 3 Mei 2009, untuk pertama kalinya aku masuk Pusdiklat BPK di Kalibata. Mungkin itulah awal langkahku dalam petualangan di BPK. Hahaha...

Aku masih inget, sore itu, sekitar jam 5 sore, aku nyampe di stasiun Jatinegara dengan membawa tas dan koper. Ceritanya sih aku mau ikut serangkaian diklat yang dilaksanain sampe bulan September 2009.

Aku dijemput sama sepupuku, Hari, yang memang udah lama tinggal dan kerja di Jakarta. Tapi baru aja nyampe, aku udah dapet pengalaman seru. Kami nyasar. Saya pikir Hari tahu jalan, ternyata nggak.
Jelas, aku diledek sama Fitri, temenku yang juga keterima di BPK. Soalnya, dia udah ngajakin aku pergi bareng keluarganya, tapi aku nolak. Bukanya apa-apa, aku pengen menikmati pemandangan yang indah dari kereta api. Hahahay.

Akhirnya setelah sasar-sasaran dan 'kapegat' hujan, sampe juga bocah botak ini di wisma Pusdiklat Kalibata. Bocah mungil ini sempet shock karena di lobi wisma orang-orang (tentunya peserta diklat juga) udah pada ngumpul dan katanya sih mau siap-siap makan malam. Walah, piye iki? Aku baru nyampe. Hal lain yang bikin shock adalah saat melihat tubuh mereka yang besar-besar (padahal nggak semuanya besar-besar, kebetulan aja yang kulihat mereka).

Singkat cerita, aku minta kunci sama mas-mas resepsionis. Aku dapet kamar 215. Berhubung belum tau di lantai berapa letak kamar 215 (dudul), aku minta anter Fitri yang kebetulan mau ngambil barang di kamarnya (lantai 4).



Masuklah aku ke kamar 215. Di sana udah ada berbagai barang tergolek. Ada tas, koper, topi. Hmm... artinya udah ada orang yang datang ke sini.

Nah, abis mandi dan ritual bersih-bersih menjaga ketampanan lainnya, aku lanjut ke ruang makan. Beuh, ternyata di ruang makan orang-orang udah pada duduk di mejanya. Dan yang bikin ngeri, semua dipandu sama dua orang berbaju loreng. Hiiiy... firasat buruk. Jangan-jangan bakal terjadi sesuatu. Bakal ada perploncoan kayak mahasiswa baru. Waaaa....

"DUDUK SIAP, GRAAAK!"

Gitu deh beliau nyiapin kami semua yang duduk di meja makan.
Nah, abis makan, kami langsung diarahin ke ruang auditorium. Letakknya ada di atas ruang makan.
Aku kebagian kursi paling belakang bareng dua orang peserta. Namanya Danu Tirtayana Permadi dan Andri Ariwibowo. Nah, nggak lama kemudian datang seorang cewek berjilbab. Namanya Aulia Rosemary.

Nah, jam sepuluh lewat, acara kenalan dan latihan nyanyi Mars dan Hymne selesai. Aku balik ke kamar. Ternyata, di depan kamar udah ada 3 orang nungguin aku. Haha... ternyata seharusnya kunci kamar kutitip di resepsionis setiap mau pergi ke luar. Eh, ini malah kubawa. Jadi, ternyata mereka nyari-nyari kunci kamar. Mereka adalah temen sekamarku. Namanya Abu, Bayu, dan Dimas.

Nah, malam itu kami berkenalan. Yah, perkenalan standar lha. Nanyain asal, latar belakang pendidikan, dan lain-lain lha. Yang jelas kami nggak terlalu banyak ngobrol coz udah malem dan besok harus bangun pagi banget. Besoknya kami harus ikut diklat Prajabatan selama dua minggu. Nah, aku masuk ke kelas Angkatan 2.


Yups, itulah hari pertamaku di tempat diklat. 3 Mei 2009. Setelah itu, ada banyak kejutan yang terjadi sampai aku dan temen-temenku ditempatin di 'habitat'nya masing-masing di seluruh Indonesia.

Mau tau cerita-cerita seru di Wisma Kalibata?
Coming soon....
hahahaha..