29 December 2008

BIRTHDAY GREETING FOR ME

Ini nih... keluarga dan temen-temen yang ngasih ucapan "selamat ulang tahun" di usiaku yang ke-24. Ada yang via SMS, live (jabat tangan dan telepon), juga lewat testimonial Friendster. Kayaknya sih ada juga yang ngucapin dalam hati karena malu... wak.. wak.. naooon deuih...
THANKS FOR ALL...


LEWAT SMS


21-12-08
Fina Sato
14:20

Wilujeng milangkala nu ka-24. Mugia disarengan bahagia dunia akherat. Amin...



22-12-08
Taufiq Nurdiansyah
00:00

H@ri ini milikmu sepenuhnya selamanya... jalani semua dengan semangat & senyuman
“Met Ult@h!!”


Indra Gokil
04:28

Igiw..
hari ini ulang tahun ya...?
met ultah ya....
moga panjang umur dan lancar rezeki...
met hari ibu juga, he2




Uliw
05:52

Giw, kemaren Allah bersama Giw. Hari ini Allah bersama Giw dan esok pun Allah tetap bersama Giw. Met Milad. Semoga Giw selalu disayang Allah , dapat yang terbaik dalam hidup Giw dan usianya barokah. Keep smiley... ;)




Nci Watiah
05:53

Wah, yang bener Giw! Status Green jomblo, dah siap kamu lepas?
Si mamat lagi ulangan di kebun. Selamat ulang tahun... Semoga dapat yang terbaik...





Henni
08:39

Hari ini bertambah 1 tahun usiamu. Semoga berkah dan karunia-Nya tetap tercurah untukmu. Lancar rezeki n cepet nikah, hehe... (salam buat mamah, met hari ibu!)






Ria
09:03

Igiw is coming... to 24 :)
congratulation!!
May Allah bless U with a success n prosperous life... Happy Birthdat :)



Fina Sato
09:05

Igiiiw! Met ultah ya, today? Congratulation!
(kemarin aku kecepetan ya ngasih ucapan selamatnya. Dah nggak tahan sih!, hehe)



Irceu
16:37

Git met b’day ya... Moga kau +jaya +sukses +berkah hidupmu dunia akhirat. Happy b’day



Tresna Ismaya
17:57

Git, punten ga bisa dateng lagi belanja alat sekolah untuk yang dapet beasiswa. :)
Selamat ultah!



Bajay
19:28

Met ultah ya...
semoga sukses dalam karir, lancar dalam keuangan, selamat dunia akhirat. Amiin.




Tias
20:30

Git, sori. Baru beres dirapatin. Kerjaannya dikasih ke yg lain. Kendalanya jarak kmu kejauhan dari sini.
Met ultah ya.
(dikutip dengan penyesuaian)




LEWAT JABAT TANGAN DAN TELEPON


Mama



Rani



Mardian



Mamih



Bi Yayah



Mang Enung



Nurul



Fitri



Rojak




LEWAT FRIENDSTER


ve NEW


Posted 12/21/2008 2:48 pm
wish u the best git,,, ;D


umar

Posted 12/22/2008 5:08 am
Diantos makan-makannya ya ghiw.....i am waiting...ghiw..ghiw ..mana? Btw kamu ke mana aja sih seharian aku gak liat...makan-makan dunk. Bae di baso semangat ge...hehehe ^_^


kristine

Posted 12/22/2008 8:44 am
Met milad ghiw. Smga Allah mmbrkahi usia mu. Makin bijak & hati2 dlm bertndak, mkin dwasa dlm berpikir. Aminn...



amie

Posted 12/22/2008 9:21 am
Ha, igit.. hepi bdae yaa...moga makin dewasa (halah..) dan sehat slalu yaaa... salam sukses! ditunggu makan2 nya huihihihiii....



MyImmortal

Posted 12/22/2008 10:39 am
Happy b'day igit!!wish ur life full of HIS blessing!
Ttp lutu.... Ya!


Reny


Posted 12/23/2008 3:51 am
reny dan iyep nunggu makan2nya yak



Tiii_taa

Posted 12/23/2008 4:35 am
Wilujeng tepang taun, sorry telat sehari tp moga makan2 gratisnya ga tlat hihihi
Wish all d best 4 u.

26 December 2008

Estro, Inikah Akibat Pengkhianatanmu?


(Sumber gambar:www.flippermusic.it)

Estro..
malam hanya bersisa curiga dan ragu
saat bintang mengkhianati perjanjiannya dengan angin
saat kontemplasiku sulit menembus imajinasi

ada rintih luka yang enggan kusepakati selamanya

Estro, inikah akibat dari pengkhianatanmu terhadap bumi dan langit?

21 December 2008

Titik ke-24

Assalamualaikum...
Akhirnya, sampailah aku di titik ke-24. Bayang-bayang masa lalu berkelebat. Banyak hal yang membuatku takjub tentang hidup ini. Subhanallah. Aku bisa sampai di titik ini tentunya karena rengkuh cinta-Nya.
Ya Allah...
Kali ini aku hanya ingin memanjatkan syukur atas segalanya. Atas kesempatan, cinta,keluarga, semangat, persahabatan, dan semua hal yang pernah ada.

Ya Allah...
Terima kasih karena Engkau menjadikan aku terlahir dari rahim Mama. Dibesarkan oleh cintanya dan kebijakan almarhum Papa yang akan terus hadirkan kejutan di langkah-langkahku selanjutnya. Ya, terkadang ada banyak hal yang dulu tak kupahami dan kusepakati, kini baru kusadari maknanya.
Terima kasih karena Engkau memberiku kesempatan untuk berbagi kasih sayang dengan kedua adikku. Terima kasih atas indah pelangi di rumah singgah yang akan selamanya membekas di jagat hati.

Ya Allah...
Terima kasih karena Engkau memberiku kesempatan untuk belajar memaknai arti persahabatan dengan semua kawan-kawan yang selama ini mengiringi langkahku. Mereka kawan-kawan terindah dalam hidupku.

Ya Allah...
terima kasih atas segalanya

mereka cintaku, mereka kekuatan dan semangat hidupku....

Terima kasih Ya Allah...
Semua yang telah kualami tidak akan tergantikan oleh apapun.

Semoga cinta-Mu selalu melindungi kami di jejalan batu terjal kehidupan.

Salam semangat!

Ighiw...

14 December 2008

Kabut di Curug Cijalu

13 Desember 2008

Nggak nyangka... hari ini bakal jadi hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Yups, aku ikut temen-temen berkunjung ke Curug Cijalu. Pesertanya, yaitu Bayu, Indra Dwi, Gokil, Hada, dan Cimey. Tadinya kami hanya mau survey lokasi untuk kegiatan tadabur alam (cieh) dengan teman-teman lain (mungkin sekantor). Tapi, yah, kalaupun kelak kegiatan itu nggak jadi, yang penting kami udah sempat menikmati keajaiban alam di sini.

Curug Cijalu... sebetulnya bukan nama yang asing buatku. Tiga tahun yang lalu, aku sempat berencana berkunjung ke tempat itu dengan temen-temen KKN. Tapi, alhamdulillah aku baru bisa ke sana saat ini.
Lokasinya ada di Desa Cipancar, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. Ya, cukup bertetanggaan dengan Desa Cikujang, tempat KKN-ku dulu. Seingatku, bagian selatan Desa Cikujang berbatasan dengan Desa Cipancar.
Curug Cijalu ini terletak pada ketinggian 1.30m dpl, konfigurasi lapangan umumnya bergelombang. Kawasan ini mempunyai curah hujan 2.700mm/th dengan suhu udara 18-26C.



Pukul 10.00 pagi kami berkumpul di depan gerbang kampusku (UPI). Aku sedikit terlambat karena harus menyelesaikan dulu pekerjaan (ada deeeh... hehehe). Kami berangkat mendaki gunung lewati lembah (NINJA HATORI KALEEE)... Kami menyusuri jalan Dr. Setiabudi ke arah Lembang. Terus... terus... terus... sampai deh di Subang (masih cukup jauh dari kota). Lalu, kami mengambil jalan memotong melewati Desa Cicadas hingga sampailah kami di alun-alun Kecamatan Sagalaherang. Wah, sedikit-sedikit, ingatanku tentang pengalaman KKN 3 tahun yang lau berkelebat. UUHH... kangen suasananya... kangen aroma rumput di sore hari... kangen jalan gelap melewati kuburan dan hutan bambu di malam hari hanya dengan berbekal senter. Kangen anak-anak yang mengerubutiku saat kami berlatih kabaret, kangen aroma hawu, dan sambal buatan Bu Sekses, daaaan setumpuk kenangan-kenangan lainnya....






Sampailah kami di sebuah warung di salah satu jalan menuju Curug Cijalu. Kami beristirahat sejenak sambil ngemil semangkuk mie ditambah bakso (ngemil? maksud looo??). Terus ada yang pipis sembarangan lagihh... (FOTONYA AKU PASANG YAAAA? hahahaha!). Bensinku nyaris habis. Aku lupa mengisinya. Tapi ya nggak masalah... kalo abis tinggal nyelang dari motornya si Gokil, kan tangkinya GUDE... hehehehe.

Kami pun melanjutkan perjalanan. Di pintu gerbang, kami membeli tiket. Harganya satu motor Rp10.000. Tapi, jika satu motor ditumpangi 2 orang, bayarnya Rp16.000. Jadi, aku harus membayar Rp8000.

Di sisi kiri dan kanan jalan, aku sering melihat bongkahan batu besar. Entah batu kali atau apa. Tapi, batu-batu itu mengingatkanku pada letusan Gunung Sunda (yang konon menjadi cikal bakal Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Burangrang) ribuan tahun lalu. Jangan-jangan, batu-batu yang ukurannya sebesar 5 sepeda motor ditumpuk itu adalah muntahan dari perut bumi saat sang gunung raksasa meletus. Atau bisa jadi itu adalah hasil dari letusan Gunung Tangkuban Perahu yang terjadi setelahnya. Setahuku, gunung itu sudah tiga kali meletus (sumbernya kudapat Bandoeng Tempo Doeloe, alm. Haryoto Kunto). Terus apa letusan kedua gunung itu ada kaitannya dengan terbentuknya curug Cijalu? Entah... wah, kadang pengen banget cari tahu. Tapi, aku nggak punya skill dan kapasitas untuk itu, hehehe...). Aku hanya sebatas penikmat keajaiban alam. Paling-paling hanya bisa kuungkapkan lewat tulisan (itu juga kalo mood).

Jalan menuju kawasan curug cijalu, asik-asik gimanaaaa gitu. Motor aku sampe koclak-koclak karena jalan yang kami lewati full of rocks! Penuh bebatu! Berkali-kali aku tergelincir dan Mas Indra Dwi yang kubonceng terpaksa harus turun berkali-kali, sekadar meringankan beban yang diderita motorku atau mendorong motorku yang rodanya terganjal batu-batu mbo papo.

Aku ingat, ada dua ibu pemetik teh yang ikut prihatin (maksud looo?) melihat penderitaanku.

"Aduuh, kasep tong dicandak atuh motorna mah... palaur... bilih geubis...!"

artinya...

"Aduuh, ganteng... jangan dibawa donk motornya... serem ih... takut jatooh tauuu..." (buset, gaul pisan si ibu... mana bilang aku ganteng lagi.... WAK WAK WAK!)

Setelah berjuang sekuat tenaga, finnaly sampe juga ke parkiran motor.
Sialan, aku dibilang mirip wayang golek sama Bayu. Bukan wayang golek tauuu... tapi bebegig! Wak222! Motor pun kami parkirin. Yah, si merah au suruh istirahat dulu. Kasian. Lagipula besoknya mau aku ajak ke nikahan Kang Oman di Majalaya.



Nah, akhirnya kami semakin dekat curug Cijalu. Setelah selesai sholat Duhur di mushola kecil yang dihinggapi banyak jaring laba-laba, kami pun kembali melangkah.
Daaan... sampailah kami di curug Cijalu.
Wah, subhanallah.. indah sekaaaaaliiii (pake logat Ulie). Udah lama banget aku nggak main ke waterfall kayak gini. Jangan-jangan terakhir aku main ke air terjun 8 tahun yang lalu pas ke curug Siliwangi Gunung Puntang. Lupa.
Di tempat itu aku sempat terganggu juga sama sepasang kekasih yang lagi pacaran. YEEE... yang ada juga mereka yah yang keganggu oleh kehadiran cowok-cowok keren dari Bandung ini. Secara... THe Green Jomblo suka agak terganggu dan senewen aja kalo liat orang pacaran di tempat umum. Hahaha... terganggu atau sirik niiihhh?

Di sana... saking senengnya, aku basah-basahan. Pokoknya aku abisin dah! Dingin, dingin, nggak peduli. Eh, tapi ternyata... beberapa puluh meter masih ada air terjun lain yang lebih dahsyat! Euh... hanas bebeakan...

Tapi, ya ampun... Allahu Akbar. Bener-bener karunia illahi. Air terjunnya sangat indah. Lebih indah dari air terjun pertama tadi.


Tentang Gadis-Gadis Pramuka

Biasa, kelakuan cowok-cowok jomblo. Di manapun NGECENG sampe puyeng. Apalagi si gokil bin omes. Hehehe. Yups, di sana ada sekelompok anak-anak abg cewek yang pada pake baju pramuka. Kayaknya siy balik sekolah langsung pada main. Hum... nggak salah lagi, langsung deh para paparazi manfaatin kesempatan untuk ngambil gambar "para bidadari yang lagi mandi".


Setelah cukup puas dan lelah menikmati (sebenernya malah sibuk foto-foto) keindahan alam Cijalu, kami mutusin untuk pulang. BRRRR... dingin banget. Mana celanaku basah pula.

Kami melalui jalur yang sama kaya pas berangkat. Tapi, di alun-alun Kecamatan Sagalaherang, kami memilih jalur menuju jalan Cagak, bukan jalur desa Cicadas lagi. Ya, jarak memang terasa lebih jauh, tapi lebih nyaman aja.

Kami kemudian singgah di warung bandrek langganan yang ada di pinggir jalan raya Lembang-Subang. Aku makan semangkuk mie goreng telur dan minum segelas bandrek susu. MANTAAAAP!!! Berselimut kabut pula!

Wah, pokona mah lumayan rame lah... Meskipun kabut merengkuh, ada sejumput pendar hangat penuh bahagia yang bisa kurasakan. Hahahaha!!!

09 December 2008

Puisi Sigit Rais (Desember 2008)

Perempuan Dusta dan Lelaki Buta

menjulurlah lidahnya di bawah purnama
suaranya adalah lolong anjing betina di gelisah estrus
matanya nyalang mencari mangsa
mencari bocah cacat yang perlahan dicabiknya dengan buas

dari sela giginya lahir kata-kata dusta
yang disulap dari setangkup kisah tentang matahari palsu
tentang lelaki yang murung di bawah lipatan muram bumi
yang dimasukkannya ke dalam legenda sebagai dedemit pelahap anak kecil

dipasangnya wajah gelisah di tepi jalan kisah
orang-orang yang singgah berikan iba
nyalanglah mata mereka menatap sang lelaki yang buta
seisi bumi larut dalam sajak-sajak palsu tentang pengultusan harga diri

lelaki buta melangkah sendiri
menghimpun lilin yang dituainya di jalan-jalan sunyi
sehingga bisa terkumpul sebagai terbit fajar

perempuan dusta makin menjadi
tebarkan gara-gara di sepanjang usia hijau rerumput
bersanding iblis tiada beda
dan lelaki buta hanya bisa melahap curiga

lalu
sampailah mereka di bagian akhir cerita
lelaki buta tak kan selamanya buta
lilin-lilin yang dituainya menjelma gemerlap angkasa raya
jadi petunjuk malaikat atas kepalsuan yang meradang
terbukalah busuk hati sang perempuan dusta

diam-diam
tanpa disadarinya, lelaki itu telah menjadi arjuna
pasupati yang dulu dicuri dan dihujamkan ke arahnya
berbalik mencabik kejemawaan sang pendusta

kini,
lelaki yang tak lagi buta itu menanti akhir rengkuhan kelam malam
dalam lembut ombak di halus permukaan samudra hatinya

2008



Para Lelaki Penjelajah Rasa

kami baru saja bermandi terik matahari
tapi penjelajahan belum usai
di belakang kami berderet purba kenangan yang
melekat di legam waktu

riuh kota tak lagi kami cari
semerbak mawar kami biarkan usai bersama geliat angin
tak ada lagi waktu untuk bersimpuh di sungai rasa sakit

maka
berlarilah kami ke arah rimbun bukit-bukit
kami ksatria berkuda yang beriringan ke medan perang
saat sampai di puncak, kami bersulang rayakan kemenangan

di batas petang yang menjingga
luka masa lalu hanya lelucon yang pantas ditertawakan

2008



Estro, Aku Akan Bercumbu dengan Angin

bernyanyiku pada keping jejatuh hujan
angin menggodaku
ia menyentuh kulit sehingga terbitlah hasrat di sekujur rasa

estro, tidakkah kau tanam akar-akar cemburu?
bercokol sebagai parasit
tumbuh ke arah lagit yang dipenuhi rindu dendam

angin buatku menggelinjang
menarikan tarian rekah bebunga di taman
dan melepas kesumat gelisah di bawah tetesan darah

estro, masihkah kau bertahan?
lihatlah, aku akan bercumbu dengan angin
luapkan angan di sepanjang halusinasi tentang musim
membakar diri dalam turbulensi kata hati

estro, akuilah kalau kau sedang menuai cemburu
lalu kembalilah padaku
karena angin tak mampu puaskan dahagaku di gurun cinta

2008



Medusa

kumandangkanlah ke setiap penjuru mata angin
tentang sakitku yang membuatmu jemawa
atau taburkanlah ke hamparan ladang gersang
kisah aku yang kau lumuri dengan bisa ular-ular di kepalamu

berabad aku tertatih
membangun istana indah beratapkan ketulusan
mawar tumbuh di taman
menjalar, sampai ke kolam berisi jernih air

tapi gilamu, medusa
runtuhkan istana sampai berkeping-keping
layukan tetumbuh mawar di batas hidup dan mati

napasmu

tebarkan aroma hasut di telinga setiap peri
ular di kepalamu menjulur-julurkan lidahnya

jangan pikir kau bisa lolos dari kurusetra
hujaman curiga selamanya akan menghunus ke arahmu

2008




Hujan Itu Telah Kau Bawa Pergi

sayup kudengar ocehan malam
tentang hidup yang tergaris pada kerut wajah seorang bunda
lamat suaramu terbit di horison percakapan hangat itu
ingin kupastikan bahwa itu adalah dirimu
yang selalu datang membawa pendar kegembiraan
meskipun tersungkur di bawah geliat hujan

ingin kudatangi gigilmu
memelukmu dengan kehangatan semesta raya
tumbuhkan tunas di kepala batumu
nyalakan lilin di beku hatimu

dan di bibirmu ingin kusimpan kisah yang
terurai dari ranum bibirku sendiri

aku terbangun dari mimpi
suaramu menyata
tetapi, di segala ruangan kosong yang kusiapkan kau tak ada
kau telah pergi
dan
hujan itu telah kau bawa pergi

2008




Hujan di Hamparan Hijau

kau membawaku ke hamparan hijau yang
kumaknai sebagai mula permainan hati
ketika terik mentari bercampur gelisah
diam-diam hujan mengintai di balik awan

aku menengadah
sambil menarikan tarian pemanggil hujan
agar hujan hentikan pengintaian
agar hujan jatuh sebagai penepis ragu dan cemas
agar hujan menjadi kawan bagi gurun yang sepi

dan hujan pun turunlah
mengantarkan kisah tentang ribuan musim yang usai dilalui
kepingan mimpi yang terurai menjadi pendar harapan
semangat muda yang meletup bagai dentum petasan

hujanmu ternyata hanya dongeng pengantar tidur
buaian sebelum aku larut dalam mimpi

hujan turun dengan sejuta makna
dan hujanmu adalah untaian kisah tentang dua bocah yang
saling menemukan dalam rajut persahabatan

2008