20 February 2015

Sehari di Kelas Inspirasi Bandung 3

"Anak Indonesia JUARA! Anak Indonesia HEBAT!"

Kalimat itu saya serukan berkali-kali di empat dari sepuluh kelas pilihan yang ada di kompleks SD Babakan Ciparay Timur, Kota Bandung.
Hari itu, 18 Februari 2015, saya ikut ambil bagian dari serangkaian program Kelas Inspirasi yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun silam. Setelah setahun sebelumnya, saya juga ikut serta jadi "volunteer ilegal" di Kelas Inspirasi Jakarta yang membantu kegiatan pendokumentasian acara menggantikan dokumentator terdaftar yang berhalangan hadir.

Baik setahun lalu, atau sekarang, saya selalu merasakan kebahagiaan yang luar biasa hebatnya. Bisa bertatap muka langsung dengan adik-adik yang matanya dipenuhi cahaya. Bisa melihat semangat yang meletup di dalam antusiasme mereka dalam menyambut kedatangan saya dan teman-teman Kelompok 40 yang lain.

Di kelas, saya mencoba menelusuri keinginan dan impian-impian mereka. Saya tertegun, saat beberapa di antara mereka dengan lantang melafalkan cita-cita yang ingin mereka gapai. WAW. Saya merasa seperti sebuah bongkahan batu berlumut yang kemudian digebrak alat-alat berat. 

Suasana yang lumer dan dipenuhi sorak-sorai nyanyian dan tarian yang saya buat spesial untuk mereka membuat saya betah berlama-lama di kelas. Saya yakin, mereka juga. Apalagi saya dan teman-teman saya membawa hal-hal baru di luar kebiasaan mereka sehari-hari di sekolah. Ada yang mengajak bernyanyi, bermain sulap, menggambar, editing foto, nonton video, membuat pesawat-pesawatan, dan lain-lain. Saya? Haha... sesuai dengan kegemaran saya, saya mengajak adik-adik di sana menyanyi dan menari, bermain puzzle, membaca puisi, dan menulis cerita. Hal sederhana, tapi sangat berkesan dan akan saya ingat selamanya. 
Cerita buatan mereka lucu-lucu dan unik. Saat itu, saya membebaskan mereka menuliskan apa saja yang mereka inginkan. Mereka boleh menulis tentang teman sebangku mereka, super hero pujaan mereka, dan apa saja yang mereka mau tuliskan. Beberapa di antara mereka memilih untuk menggambar. Saya perbolehkan juga. Saya hanya ingin mereka berekspresi dengan cara sendiri.Tentu saja, mereka saya ajak untuk percaya diri menjadi diri sendiri. Dan di penghujung acara, setelah seluruh siswa, guru, dan para relawan Kelas Inspirasi berkumpul di lapangan, kami semua sama-sama menari happy, dan saya menjadi pemandu tari. HA HA HA. Lagu yang saya pilih? Tentu saja lagu favorit saya sepanjang masa: Kembali ke Sekolah-nya Sherina kecil -maklum sekarang udah gede-. Rasanya senaaaaang sekali bisa menari dan bernyanyi  bersama mereka. Lalu, setelah beramah-tamah dan foto-foto selfie, kami MAAAKAAAAAAAAAAAAANNNNNNN (ketahuan laper). Senang, lega, walau sedikit malas karena harus langsung kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pekerjaan. 

Beberapa saat, saya sempat kembali ke masa lalu. Saat saya seusia mereka. Saya berusaha mengingat-ingat, hal apakah yang dulu saya cita-citakan? Apa yang benar-benar ingin saya lakukan? Apakah saat ini saya sudah menjadi figur sesuai konfigurasi cita-cita saya di masa kecil? 

Apapun itu, ternyata, di usia yang sudah berkali-kali lipat dari usia anak-anak Sekolah Dasar ini, saya menyadari satu hal, bahwa saya masih harus banyak belajar dari semesta. Dari gelagat orang-orang, dari teman-teman yang saling menginspirasi, dan lain-lain, termasuk dari binar mata anak-anak Sekolah Dasar Babakan Ciparay Timur. Bagi saya, bukan saya yang dikirim Tuhan untuk bertemu mereka, tetapi mereka yang dikirim untuk saya dengan sulur-sulur cara misterius, agar saya kembali membuka mata, kembali mencapai puncak kesadaran, bahwa tugas saya untuk belajar belum usai, dan tidak akan pernah usai.

Kali ini saya belum bisa all out berkontribusi karena sehari-hari saya berada di Jakarta, tapi insya Allah, mudah-mudahan di tahun mendatang saya masih diberi kesempatan untuk kembali ikut serta dalam Kelas Inspirasi.

Yang pasti, Kelas Inspirasi ini membuat saya kembali optimistis bahwa di dunia ini masih begitu banyak orang baik yang masih peduli pada masa depan generasi penerus Indonesia. Dan orang-orang baik itu sekarang menjadi teman-teman baru saya.

Terima kasih Kelas Inspirasi. Terima kasih kawan-kawan Kelompok 40, SD Babakan Ciparay Timur.






16 February 2015

Kekasih, Lihatlah Kini

Kekasih, lihatlah kini.
Samakah kenyataannya seperti kabar dari orang-orang yang selama ini kaupercayai?

Adakah yang berubah dariku, seperti yang dikatakan mereka?
Akukah yang berubah, atau pola pikir mereka yang berubah. Berubah karena terbawa kehendak sendiri. Berubah karena dibanjiri iri dan dengki.

Kekasih, lihatlah kita kini.
Dipisah sekat yang selamanya tak mungkin bisa kita lewati.
Sekat itu dibangun oleh mereka, yang senang berkata-kata mencipta cerita, merekayasa fakta
sehingga hati kita semakin menjauh adanya.

Selamanya tak akan kulupa.
Setiap kalimat yang mereka sampaikan ke telinga masing-masing kita.
Setiap berita yang menggali ragu.
Setiap keyakinan yang pernah kita pegang dengan penuh rasa percaya.
Lalu, mereka berkhianat.
Sesuka hati mengoyak hatimu.
Dengan jumawa, mereka berkata, ini untuk kebaikanmu. Untuk kebaikanku.

Mereka merasa berhak atas jalan takdir manusia lainnya, termasuk kita.

Kekasih, lihatlah langit.
Mungkin langit terlihat tak sama setiap harinya.
Tapi percayalah, langit itu akan selalu sama, tak berubah.
Hanya bumi yang kita pijaklah yang selalu berubah.
Semakin rusak, diisi orang-orang penghasut dan pendengki.
Mereka tak pernah benar-benar bahagia melihat manusia lain bahagia.

Tak ada yang kuinginkan lagi di dunia ini. Tak ada, Kekasih.
Bahkan, jika hari akhir yang dijanjikan kitab suci segera hadir, aku tak mengapa.
Bukan karena aku merasa suci dan bersiap diri.
Aku hanya lelah,
juga kasihan pada semua manusia yang terus menambah dosa tanpa dirasa.

Biarkan kehidupan ini berakhir. Biarkan.
Karena aku yakin, setelah ini, aku akan berkumpul dengan orang-orang
yang paling kucintai, termasuk kau, Kekasihku, pendar hangat hatiku.




Nonton Bioskop (Benyamin S.) - Paduan Suara Setjen BPK RI 2015




 

Ini dia. Seru-seruan bersama Paduan Suara Setjen BPK RI dalam acara syukuran HUT ke-68 BPK RI. Saya nongol terus dari awal sampai akhir lagu :D :D (makanya saya aplod, wkwkwk).
Kami membawakan aransemen istimewa buatan Mas Tio (pelatih kami) dari lagu Nonton Bioskop karya Benyamin S.
Seru. Happy. Jadi pengen manggung lagi.


10 February 2015

alasan untuk tak dicintai

Gemuk, kurus, hitam, putih, bukan alasan bagi seseorang untuk tak dicintai.
Tapi perangai kita dan tulus cinta kitalah yang akan selalu menjadi alasan kuat untuk disayangi.

Lalu, tulus itu seperti apa?
Tidak memaksa dan selalu benar-benar bahagia melihat orang yang dicintai merasakan bahagia.
Benar-benar bahagia. Bahagia yang murni. Bukan sekadar bahagia yang diunggah di social media.

#whenitalktothesun

Boss oh Boss

Sumber gambar: http://hawaalive.com/uploads/jpg/toot_a9f32eea63.jpg


Akhir-akhir ini, salah seorang sahabat saya sering bercerita tentang bosnya. Bosnya yang semena-mena, bosnya yang memaki dia di hadapan teman-temannya, dan hal-hal buruk lain yang tak selayaknya dilakukan oleh seorang atasan.

Well, salah satu teman saya di kantor pernah bilang, seseorang yang punya jabatan itu rentan terkena sindrom 'bossy'. Jadi, mentang-mentang bos, ya dia berlaku semena-mena. Bawahan dianggap sebagai kacung yang harus menuruti semua keinginan dia. Dia tidak berempati sedikitpun pada kondisi bawahan-bawahannya. Hmm... jangan sampai deh ketemu figur bos semacam ini.

Menurut saya, seorang atasan itu harus humble. Harus jadi panutan positif bagi anak buahnya. Itu bisa ciptakan regenerasi yang sehat dalam suatu organisasi.
Atasan harus punya skill manajerial yang mumpuni, baik dalam hal mengelola pekerjaannya sendiri dan pekerjaan para bawahannya. Dalam hal ini, seorang atasan harus jadi orang yang paling tahu tentang jadwal kerja anak buahnya. Dia harus membagikan tugas kepada anak buahnya secara adil. Jangan sampai ada anak buah yang full kerja, bahkan overload, sementara anak buah lain hanya kerja seminggu sekali dan menghabiskan sebagian besar jam kantornya dengan bermain internet. Bukankah ada istilah team work? Pahamilah makna team work sebenarnya. Setiap elemen tim pasti punya kelebihan dan kekurangan. Di situlah pentingnya keahlian atasan dalam mengatur tim yang dipimpinnya agar dapat saling melengkapi.
Seorang atasan harus punya tabel berisi jadwal kerja anak buahnya, kapan mulainya, berapa lama waktu penyelesaiannya, dan kapan pekerjaan itu harus selesai. Jadi, jika ada salah seorang pegawai yang berhasil mengerjakan sebelum batas deadline, dia bisa diperbantukan untuk menolong teman-temannya yang belum selesai. Ini namanya efektif dan efisien. Bukankah hasil akhir adalah atas nama tim? Bukan atas nama perseorangan.


Seorang atasan juga tidak boleh pilih kasih dan over mengistimewakan salah seorang pegawai sehingga pegawai lain merasa kecil hati dan mulai menumbuhkan kecemburuan....

Lalu, teman saya yang sedari tadi murung, tiba-tiba berujar, "tulis hasil percakapan kita ini, siapa tahu nanti bosku baca."

:D