28 February 2013

Cerita Seperiuk Susu Sapi

Setiap hari aku memerah susu sapi.
Susu sapi itu kukumpulkan hati-hati pada sebuah periuk besar.

Suatu ketika, tanpa sengaja aku meneteskan tinta hitam ke dalam periuk susu itu.
Menyebarlah warna hitam di seluruh isi periuk susu.
Susu tak mungkin diminum, padahal telah kukumpulkan dengan susah payah.
Rasanya tak rela membuang semua.
Tetapi, mau bagaimana lagi.

"Lepaskan, ikhlaskan, pasrahkan," begitulah orang-orang berusaha mengubur dukaku.

Dengan lunglai, kubuang susu yang telah jadi hitam itu ke sungai.
Kupasrahkan seluruhnya meluruh. Hanyut menuju lautan.

Aku kembali.
Kucuci periuk tadi.
http://nutritionwonderland.com/wp-content/uploads/2009/07/milk_splash.jpg
Aku pergi ke ladang. Kuberi makan sapi-sapi dengan rumput hijau yang refleksikan kerenyahan pagi.
Kukumpulkan kembali susu sedikit demi sedikit, berharap periuk segera terisi penuh sehingga bisa kuminum bersama-sama semua orang yang selalu berbagi kasih sayang di desaku.
Susu mengalir, putih bersih tanpa ekspektasi.
Seputih tulus rasa hati yang terpisah, lalu akan saling menemukan kembali.

"Lepaskan, ikhlaskan, pasrahkan."

28 Februari 2013


23 February 2013

Kekejaman Kata


Tuhan, ini apa?
Di luar prediksi. Rasanya mengiris.
Kualirkan semua luka pada nada gerimis yang kromatis.
Tetapi, luapan hati tak temui pintu.

Tanah basah. Lantai yang dipenuhi abu.


Karena ternyata aku bukan apa-apa, bukan sesiapa. Bukan matahari yang bisa menghangatkan gigil bumi.
Bertubi upaya untuk menyentuh dasarnya yang lembap.

Setiap doa yang tak usainya merangkak.
Sampai akhirnya aku hilang daya untuk bertengadah. Untuk ciptakan pelangi di mendung langit.
Bahkan, untuk bicara pun tak ada pasokan energi.

Ini seperti diatur dengan ritme yang membabibuta

Lalu, gerimis diusaikan dengan tak romantis. Mimpi terasa akan berakhir dengan tragis.
Sembilan belas tanda yang terserak di atas meja,

juga gelas-gelas nyaris kosong yang meniadakan suara.
Lamat, ada curiga. Ada gelagat kekata pisau di balik seringai serigala.Ada muka yang dipenuhi tanda tanya.

Aku diam, kubangun dunia sendiri seketika.
Kupejamkan mata. Kuhirup oksigen lebih dari biasanya.
Badai usai. Pula rokok yang tinggal sebatang.
Ada warna yang kembali dia ciptakan di pelupuk mata.
Aku tergiring untuk kembali tertawa.
Ya, sudahlah.

Tentu ada lakuku yang salah.
Biarkan rasa sakit melumer dengan sendirinya.
Biarkan kekejaman kata bertemu dengan akhir tragisnya sendiri.



Satu hal, 

lain kali, tak perlu bicara memakai pisau di depan orang lain yang mungkin akan salah mengerti.

sore, 22 Februari 2013

22 February 2013

Tadi Sore di Meja Bundar

pada meja itu aku berbagi serapah
api meruah, ciptakan marah yang entah
aku muak pada kakek yang tak kapok bertingkah

kurcaci-kurcaci bermain strategi
setelah raksasa enggan menampakkan diri

diam-diam ada peperangan di lidah angin
menebar cuaca yang selalu dingin

aku sembunyi
dari hujaman panah yang diracuni
dari sajak-sajak yang terus dicaci

ini area tak bernama
siapa saja bisa singgah merebah di atasnya
tetapi, jangan salah
pada setiap sisinya telah kutorehkan sejarah

tentang aku dan kawanku yang tak usai berbagi kisah dalam jengah

*teh jahe dingin dan lagu Ressistance-Muse yang diputar berulang-ulang 
suatu sore di hari Kamis 21-2-13

07 February 2013

Tentang Iri #Chromaticfriends

Sumber: http://pendoasion.files.wordpress.com
Kata orang, dunia ini gak mulus kayak kain sutra. Banyak kerikil berserak, batu-batu menghadang, ombak-ombak menerjang. Dan lain sebagainya.
Kadang, kita udah berusaha untuk hidup dengan baik. Malangkah pada track yang seharusnya dan taat pada rambu-rambu yang ada. Semua itu kita perkaya dengan perbuatan baik terhadap sesama. Nah, tapi kita hidup nggak sendirian. Ada orang lain di sekitar kita, tentunya dengan habbit, karakter, mimpi, ekspektasi, dan hal-hal lain yang bikin mereka penuh warna. Kadang, ada aja gangguan yang nggak semestinya ada. Yups, itu bisa bikin langkah dan niat baik kita jadi agak berantakan. Tapi, mungkin itulah salah satu bentuk ujian dari Tuhan buat kita. Dan yakin aja kalau ujian itu adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya yang sangat dahsyat.

Salah satu sifat manusia yang bisa nyenggol langkah manusia lain di kehidupan kita ini adalah iri. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian iri itu adalah sebagai berikut.

Jealousy is ugly.
Sumber:  whonderful.net


iri a merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu; sirik; dengki:barangkali ia -- thd adiknya yg diberi uang, sedangkan ia tidak; -- hati merasa kurang senang hati melihat kelebihan orang lain (beruntung dsb); cemburu; sirik; dengki; 

meng·i·ri v iri hati (kpd); merasa iri: jangan sekali-kali ~ kalau teman-teman mendapat kesenangan; ke·i·ri·an n kecemburuan melihat kelebihan orang lain: dl kehidupan suami-istri, ~ semacam ini akan bisa memunculkan tudingan kurang menyenangkan; 

peng·i·ri n orang yg mudah iri hati


Nah, coba amati, adakah orang-orang yang menyimpan sifat seperti itu? Atau jangan-jangan itu ada di dalam diri kita. Kamu gimana? Hehe....

Yups, secara manusiawi, itu pasti ada di dalam diri setiap orang kok. Makanya kenapa ada rasa jealous, ingin lebih baik, dan lain-lain. Itu merupakan anakan dari rasa iri. Bisa ditransformasikan ke arah positif, seperti keinginan untuk berprestasi lebih baik atau melakukan evaluasi diri, tetapi bisa juga tertransformasi menjadi hal-hal negatif. Nah, hal-hal negatif itulah yang bisa merusak hubungan seseorang dengan manusia lainnya. Ini dia, yang tadi diulas di awal, bisa nyenggol langkah manusia lain, khususnya manusia yang jadi objek keirian seseorang.
Ini nih warna-warni orang yang melewati rasa iri negatifnya.
Sumber: 2.bp.blogsopt.com

1. Hatinya mengkerut, sama kayak jidatnya saat ada temannya mendapat kebahagiaan. Kadang disembunyikan dan dia berpura-pura ngasih ucapan selamat.

2. Ada rasa 'patah' saat seseorang yang jadi objek irinya mendapat suatu capaian. Misalnya, jadi juara lomba ngangkat traktor. What?! haha...

3. Seneng banget ngeledek dengan ungkapan, "Cieee, yang juara balap karung, cepet amat sih jalannya" atau "iya deh, yang juara lomba pidato, omongannya pasti diplomatis".
Dan buat si objek rasa iri, itu bakal jadi hal yang nggak ngenakin, karena si makhluk iri itu pengen nampilin kesan sombong dari diri si objek di depan orang lain.

4. Pura-pura nutup kuping atas kebahagiaan orang lain, padahal ngintip-ngintip jadi stalker pecundang (haha). Misalnya, saat seseorang dapet invite-an pernikahan temennya lewat facebook. Dia lihat undangan itu, tapi dia malah nyinyir, dan balagak nggak mau tahu. Saat ditanya, "dateng nggak?", jawabannya: "kapan ya? Nggak tahu undangannya". Padahal dia pura-pura doang. Biasanya makhluk yang kayak gini, iri sama mantannya yang merit duluan. Haha. Mampus.

5. Bakal happy kalau lihat kamu sedih dan nge-drop, lalu bakal berkacak pinggang jumawa kalau berhasil bikin kamu bete, apalagi kalau kebetean itu dateng dari ulahnya. Tetapi, semua itu bakal terbalik saat dia lihat kamu bahagia.

6. Saat kamu cerita, "Aku happy, sekarang aku udah punya pacar."  Reaksi temen yang tulen ngasih support sama yang iri itu beda lho.

                Temen yang ngasih support: "Serius? Wah, seneng deh dengernya. ^^ "
                Temen yang iri : "Mana buktinya?"



7. Berlagak nggak peduli, tapi rajin mantau timeline seseorang yang disinyalir lagi dapet kebahagiaan. No comment, no mention, no RT.

8. Merasa geram kalo ada orang yang jadi pusat perhatian melebihi dirinya. Menganggap bahwa dirinya adalah matahari yang dikelilingi planet-planet. (oposeeh?)

9. Selalu ada keinginan kuat untuk show off di depan orang yang jadi objek irinya, dengan harapan dianggap lebih hebat. Kadang, ujung-ujungnya jadi perilaku over acting yang terkesan cari perhatian.

10. Hobi jatuhin temen di depan temen-temen lain dengan modus berkedok BERCANDA. Padahal, ya tujuannya itu dia, bikin nge-drop dan dia bakal dapet suply energi dari raut bete orang lain.
Halah, bercanda kamu cuuug. Hahaha.

Sumber: http://thefunnyplanet.com

Heum, nah itu tuh. Lumayan nyebelin banget kan? Euh, ciri-ciri itu ada nggak ya di diri kita? Itu baru sepuluh loh. Sebenernya masih banyak ciri-ciri lain. So chromatic. Haha.
Jadi, baiknya, yuks kita transformasiin rasa iri ke hal-hal positif yang bikin kita jadi manusia yang lebih baik lagi. Berbahagialah dengan capaian atau kebahagiaan teman. Dan please stop berkacak pinggang tertawa jumawa saat melihat teman kesusahan.
Hehe...

Tenang, jangan ketakutan  dan merasa dihakimi gitu. Tulisan ini objektif kok. Bisa jadi, manusia yang nulisnya juga punya salah satu atau bahkan lebih dari kesepuluh ciri itu. ^^

Cacaw... have a chromatic day ^^

02 February 2013

"Chromatic Love"

 

CHROMATIC LOVE
kumpulan cerita pendek remaja karya Sigit Rais

Penerbit: Rumah Kreasi
ISBN: 978-602-7517-46-2


"Cinta itu kaya akan rasa dan warna. So chromatic. Ada senang, sedih, euforia, benci, dendam, dan bla bla bla... semua beriring ciptakan simfoni rasa hati yang kadang sulit terdefinisi. 
Ini Jakarta. Di kota inilah saya menetap untuk entah sampai kapan. Di kota ini, ada banyak sekali warna. Dari kota ini, saya sampaikan warna-warni cinta melalui kisah-kisah hangat yang kaya akan rasa.
Ini saya, ini cinta, ini Jakarta, dan ini "C h r o m a t i c L o v e"



"Seumpama keripik kentang, gurih dan crunchy. Begitulah 'Chromatic Love'; ringan, tak bikin kenyang namun justru membuat ketagihan nambah lagi dan lagi. Tak terasa sudah di lembar terakhir. Enjoykanlah!"
(Irvan Aqila, penulis "The Last Jomblo")


Cinta itu tidak selamanya indah, tidak selalu manis juga. Terkadang ada rasa pahit dan getir di sela-selanya. 'Chromatic Love' mengulas semuanya, tentang sebuah cinta.

(Iwok Abqary – Penulis Novel 
"Cewek-Cewek Tulalit Traveling Gokil")


Hehe, just GRAB it on bookstore ^^