27 July 2014

Catatan Balkon

*untuk sahabat yang benar-benar telah pergi

Aku tak ingin meminta waktu diputar balik, karena belum tentu aku jadi lebih baik.
Tapi, di depan mataku, ada sepetak lahan yang harus kuhijaukan. Kutanami dengan macam-macam cinta dan pengetahuan.
Lalu, aku akan belajar menghargai persahabatan secara lebih luas.


Sahabat bukan piala yang diperebutkan, tapi sahabat adalah percaya yang harus dijaga. Sahabat adalah tulus yang alirnya terus-menerus. Sahabat adalah matahari dan oksigen yang kadang tidak kita hargai arti adanya.

Di balkon, aku menatap langit. Kisah itu mengangkasa. Aku dan sahabatku.
Lalu, angin berbicara. Katanya, hidup tak akan pernah sempurna. Kadang jadi realita yang harus pahit, namun begitu menakjubkan untuk dikenang.

Dingin cuaca, hujam kenangan, kunikmati dengan tenang, meski tanpa asap rokok yang dulu pernah dihisap sama-sama.

Hidup tak melulu tentang itu, dan waktu tak akan berhenti walau kita terjebak dalam kenangan yang perih.



# Malam Idul Fitri 1435 H
27 Juli 2014

09 July 2014

Sketsa Sejarah

tak ada yang pernah menghitung, 
berapa jumlah garis di wajahmu 
seluruh musim ada di situ 
bersama datang pergi dewa dewi 
yang bermain-main dalam labirin 

pernah, kamu coba merapal mantra 
agar jasadmu bertemu dengan keabadian 
di suatu masa, 
saat api membakar pematang sawah 
dan ciptakan merah di langit penuh marah
 
usang sudah lembar-lembar sketsa sejarah 
karena dendam yang kau umbar 
di semesta yang tak lagi dibanjiri doa


*dimuat di Ogan Ilir Ekspres, 8 Juli 2014 

07 July 2014

Pesta Demokrasi Bikin Lupa Diri

Pada pesta demokrasi kali ini, saya bukan golput. Alhamdulillah. Setidaknya, jika 'golput' memang dianggap sebagai semacam 'malfunction' bahkan dianggap 'dosa', kali ini saya tidak melakukannya.
Sebagai salah satu penduduk tanah Indonesia, tanpa harus saya proklamirkan atau digembar-gemborkan, sejujurnya saya menyayangi negeri ini. Saya cinta Indonesia. Itu nyata terasa di dalam hati. Dan saya pikir, cukup saya tanamkan di hati, lalu saya lakukan hal terbaik yang bisa saya lakukan, sesuai kemampuan saya, untuk Indonesia ini. 

Jadi, pada 9 Juli nanti, saya sudah punya rencana untuk memilih salah satu calon pemimpin Indonesia. Walaupun, di antara kedua pasangan yang ada, tidak ada pasangan yang benar-benar saya dambakan. Maksud saya, saya 'ngefans' pada salah satu di antara mereka. Hanya saja, saya kurang suka dengan pasangan pendampingnya. Tapi, ya setelah dilihat, ada hal baiknya dibandingkan dengan pasangan yang satu lagi.
Oalah... sudah, sudah... tak perlu membahas apa pilihan saya.  Biarkan hanya saya dan Tuhan yang tahu. 
Yang saya sayangkan adalah geliat tingkah orang-orang yang memproklamirkan dirinya sebagai pendukung salah satu calon pemimpin itu. Saling hujat, saling menjelekkan capres idola, saling merasa diri paling dekat dan kenal pada calon presiden pilihannya... dan lain-lain.
Padahal, seheboh apapun kita mendukung capres, ya tetap saja nanti setelah mereka terpilih, kita ya tetap harus cari makan sendiri. Berjuang sendiri demi keluarga.

Sekarang kita koar-koar. Maki sana maki sini.. Memutuskan pertemanan demi capres. Oh MG. Pertemanan saja dikorbankan. Wew, jangan sampai deh, kehilangan teman gara-gara capres di pesta demokrasi yang kadang bikin lupa diri.

JADI, apa pilihanmu? Rahasia kan ya, enggak usah bilang-bilang...

Satu Scene dengan Seno Gumira Ajidarma


 Satu scene dengan salah satu tokoh sastra idola itu rasanya BAHAAAAGIAAAA sekali.
Jadi, pada Sabtu 5 Juli 2014 lalu, saya diajak untuk menyaksikan acara "Pitching Forum Eagle Awards" di Metro TV. Hari itu, salah satu kawan kreatif saya, yaitu Kang Deden, jadi salah satu finalisnya.
Saya pun pergi ke studio Metro TV bersama sahabat saya, Fietri Yulia. Di studio, kebetulan, saya dapat tempat duduk yang 'strategis', tepat di belakang sastrawan idola saya, Seno Gumira Ajidarma.
Daaaaan.... saat rekaman acara tersebut ditayangkan di Metro TV, heboh deh se-RW di rumah Mama. Soalnya, ada saya nongol cengar-cengir jadi background-nya juri. Sumpah, saya bukan penonton bayaran grupnya Bu Eli Sugigi. Saya kebetulan aja dapet tempat yang pas dan dapet peluang ngeksis di TV nasional cukup lama. Ha Ha Ha.
Sahabat saya, Fietri Yulia, pasti iri deh, soalnya enggak kelihatan. :p :p