10 February 2015

Boss oh Boss

Sumber gambar: http://hawaalive.com/uploads/jpg/toot_a9f32eea63.jpg


Akhir-akhir ini, salah seorang sahabat saya sering bercerita tentang bosnya. Bosnya yang semena-mena, bosnya yang memaki dia di hadapan teman-temannya, dan hal-hal buruk lain yang tak selayaknya dilakukan oleh seorang atasan.

Well, salah satu teman saya di kantor pernah bilang, seseorang yang punya jabatan itu rentan terkena sindrom 'bossy'. Jadi, mentang-mentang bos, ya dia berlaku semena-mena. Bawahan dianggap sebagai kacung yang harus menuruti semua keinginan dia. Dia tidak berempati sedikitpun pada kondisi bawahan-bawahannya. Hmm... jangan sampai deh ketemu figur bos semacam ini.

Menurut saya, seorang atasan itu harus humble. Harus jadi panutan positif bagi anak buahnya. Itu bisa ciptakan regenerasi yang sehat dalam suatu organisasi.
Atasan harus punya skill manajerial yang mumpuni, baik dalam hal mengelola pekerjaannya sendiri dan pekerjaan para bawahannya. Dalam hal ini, seorang atasan harus jadi orang yang paling tahu tentang jadwal kerja anak buahnya. Dia harus membagikan tugas kepada anak buahnya secara adil. Jangan sampai ada anak buah yang full kerja, bahkan overload, sementara anak buah lain hanya kerja seminggu sekali dan menghabiskan sebagian besar jam kantornya dengan bermain internet. Bukankah ada istilah team work? Pahamilah makna team work sebenarnya. Setiap elemen tim pasti punya kelebihan dan kekurangan. Di situlah pentingnya keahlian atasan dalam mengatur tim yang dipimpinnya agar dapat saling melengkapi.
Seorang atasan harus punya tabel berisi jadwal kerja anak buahnya, kapan mulainya, berapa lama waktu penyelesaiannya, dan kapan pekerjaan itu harus selesai. Jadi, jika ada salah seorang pegawai yang berhasil mengerjakan sebelum batas deadline, dia bisa diperbantukan untuk menolong teman-temannya yang belum selesai. Ini namanya efektif dan efisien. Bukankah hasil akhir adalah atas nama tim? Bukan atas nama perseorangan.


Seorang atasan juga tidak boleh pilih kasih dan over mengistimewakan salah seorang pegawai sehingga pegawai lain merasa kecil hati dan mulai menumbuhkan kecemburuan....

Lalu, teman saya yang sedari tadi murung, tiba-tiba berujar, "tulis hasil percakapan kita ini, siapa tahu nanti bosku baca."

:D

No comments:

Post a Comment