Malam Tahun Baru Masehi yang Bisa Kuingat dari Masa ke Masa
31 Desember 1998
Malam tahun baru di rumah kontrakan berhantu. Sedang bulan Ramadhan. Sejak siang Mama mempersiapkan roti dan isinya untuk dibuat sandwich. Tadinya mau cari roti burger, tapi tidak ketemu. Di rumah juga sedang ada Bi Dewi -tantenya Mama. Jadi, malam tahun baru, menikmati roti sandwich dengan Mama, Bi Dewi, Rani, dan Mardian.
Sejak kecil, setiap malam tahun baru, Papa selalu pergi, entah dengan teman yang mana.
Aku hampir selalu melewati malam tahun baru hanya dengan Mama, dan adik-adikku yang sudah tidur.
31 Desember 1999
Sudah kembali di rumah sendiri. Aku sudah kelas 1 SMA. Masih bulan puasa. Menjelang pergantian milenium. Musim sekali pakaian berwarna silver. Malah, waktu lebaran ada tetangga yang salat ied pakai baju silver dan make up silver!
31 Desember 2000
Aku sudah kelas 2 SMA. Agak lupa tahun baru ngapain. Nanti perlu cek lagi buku harian.
31 Desember 2001
Kelas 3 SMA. Tahun baru di acara keluarga Aziz di sekitar Lembang. Senang bisa kumpul dengan teman-teman, walau rikuh dan sungkan, karena ini acara keluarga besar temanku. Dan kami serombongan bocil, nyempil. Ingin tidur, nggak enak. hehe.
Tapi di acara itu aku menanamkan doa, semoga kelak bisa kumpul dengan keluargaku di suatu vila seperti ini.
31 Desember 2002
Aku sudah kuliah semester 1. Jae ngajak menginap di villa yang dikelola Kakaknya di Ciwidey. Kami (aku, Jae, dan Ulis) berencana bakar jamur, makan-makan pokoknya. Sesampainya di sana, ternyata Kakak-nya sedang tidak ada. Akhirnya kami ke pemandian Cimanggu. Berendam, sampai malam tahun baru. Malamnya kami menginap di mushola. Walau banyak vila disewakan, ya kami tidak punya uang.
Makin malam, kolam makin butek. Makin bau pesing. Sialan.
Kami makan mie rebus, lalu tidur di mushola. Sementara aku, corat-coret di buku harian, sambil memperhatikan teman-temanku yang tidur.
Paginya, Jae kehilangan sepatu di mushala.
Kami pulang, dan aku menggenggam cita-cita, kelak kalau sudah punya uang, aku akan menyewa villa di Ciwidey.
31 Desember 2003
AKu di rumah saja. Kali ini sama Papa. Beberapa tahun ini, Papa tidak pernah merayakan malam tahun baru di luar sana. Papa lebih sering di rumah. Malah aku yang sering keluar. Maklum, remaja yang ingin kelayapan senantiasa. Papa merasa rumah sepi nggak ya, aku nggak ada? Haha.
Di rumah, Papa nonton berita, yang dipenuhi kaleidoskop sepanjang tahun 2003. Sementara, aku nulis-nulis di buku jurnal (buku harian)-ku.
Yang lain, seingatku pada tidur.
31 Desember 2004
Papa, Mama, Rani, dan Mardian tahun baruan di Jakarta. Kebetulan, Band-nya Rani -yang baru rilis album- dapat job manggung di Hotel Ambhara Jakarta.
Aku tidak ikut. Di rumah saja. Aku mengajak Jae, Uwhen, dan Ojak malam tahun baruan di rumah. Kami pun masak-masak. Heboh. Tapi seru sih. Sambil mantau berita evakuasi korban gempa tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu.
31 Desember 2005
Malam tahun baruan di rumah. Ada Papa, yang sekarang dipanggil Abah sama Reza, anak tetangga sebelah kelahiran 2003, yang belakangan ini dititipkan di rumah kami. Dia botak dan menggemaskan.
Kami merayakan malam tahun baru di rumah saja, bakar-bakar. Saat itu ada anak kos, namanya Bara. Sudah seperti keluarga. Jadi, kami makan sama-sama walau seadanya.
31 Desember 2006
Malam tahun baruan kali ini, ada Ulis datang dengan temannya Hadi. Oiya, aku sudah bekerja, baru beberapa hari. Masuk tanggal 26 Desember 2006 di Grafindo Media Pratama.
Di rumah, kami bakar-bakar. Setelah bakar-bakar, Hadi dan Ulis mengajakku lihat-lihat ke tengah Kota. Akhirnya aku berangkat. Rani dan Mardian juga ikut.
Di tengah jalan, tiba-tiba Papa SMS. Nanya kami pada ke mana, sebab dia sudah beli kembang api untuk dibakar jam 12.00 nanti. Aku yang nggak enak sama Hadi dan Ulis, akhirnya minta Rani dan Mardian pulang untuk bakar kembang api dengan Papa. Kasian juga Papa nggak ada teman.
Akhirnya aku lanjut jalan dengan Hadi dan Ulis, walau nggak dapat apa-apa.
Agak menyesal nggak pulang ikut bakar kembang api dengan Papa. Karena itu malam tahun baru Papa yang terakhir. 12 September 2007 Papa meninggal dunia.
31 Desember 2007
Malam tahun baru di Sumedang, di rumah Boi. Sudah berani naik motor cukup jauh sampai Sumedang. Cuplikan adegannya, kumasukkin jadi bab pembuka di novel Green Jomblo.
31 Desember 2008
Malam tahun baru, bakar-bakar dengan teman-teman Grafindo di rumah Sarijadi. Ramai sekali.
Ada Anis, Refa, dan sepupunya Anis - mereka masih SMA dan centil sekali. Ha ha ha.
Rani lagi punya pacar, yaitu temanku sendiri. Sehabis itu, mereka putus. Wkwkwk
31 Desember 2009
Aku sudah tinggal di Jakarta. Malam tahun baruan perdana di Jakarta ini, aku dengan Agus, Hadi, dan Ina (teman sekantor dan sekosan). Kami tahun baruan di Monas. Ini first experience aku tahun baruan di Jakarta, yang ternyata ramai banget, jalan sampai ditutup. Dulu, sekitaran Monas masih berantakan dan bau pesing. Kami pulang dini hari. Jalan kaki sampai HI, lalu naik taksi ke kosan. Perut kembung ga jelas.
31 Desember 2010
Teman-teman se-GENG kosan apda tahun baruan ke luar, entah ke mana. Aku diajak juga, tapi sedang malas ke mana-mana. Akhirnya aku diam saja di kosan sndirian, sambil jurnaling.
31 Desember 2011
Aku, Ngerna, Dawi, Agus, dan Edo merayakan malam tahun baru di rumah Diangga. Sekalian cicip2 rumah baru dia di dekat Bintaro. Kami belanja-belanja dan masak-masak. Lalu, kami main Uno, main nintendo WII. Seru sekali. Aku juga mewarnai rambutku jadi merah. Pakai ShaSha. Wkwkwk.
Ohya. Di rumah Bandung, lagi "Age of Mardian". Jadi kali ini giliran dia dan teman-temannya yang tahun baruan di rumah Mama.
31 Desember 2012
Ini agak lupa malam tahun baruan di mana. Sepertinya di Bandung. Sebab, aku ingat tanggal 1 Januari 2013 aku sama Arief nongkrong di Roppan Plaza Semanggi, sepulang dari Bandung pakai travel yang turun di semanggi.
Aku lagi malas ke kosan, karena baru kebanjiran, 22 Desember 2012-nya.
31 Desember 2013
Malam tahun baruan di sekitar HI dengan Harry Sanjaya. Sehabis rame-rame, susah sekali mau pulang ke kosan. Di situ aku bercita-cita, suatu saat nanti aku akan staycation untuk lihat kembang api Ibu Kota.
31 Desember 2014
Lupa juga tahun baruan di mana.
31 Desember 2015
Akhirnya kesampean staycation malam tahun baruan di hotel Royal Kuningan. Aku ditemenin Nanda. Kami tahun baruan ikut acara hotel yang meriah, di sekitaran kolam renang. Besoknya Harry nyusul. Kami lanjut staycation di M Hotel Gunung Sahari. Hotel mewah harga murah, yang fasilitas saunanya oke banget.
31 Desember 2016
Malam tahun baruan dengan Mama dan Harry. Kami menginap di Dago Pakar. Enak banget adem.
Aku sudah pindah ke Solo, menjalani Tugas Belajar, kuliah di UNS. Beberapa waktu sebelumnya, aku sakit paru-paru, dan sedang masa recovery.
31 Desember 2017
Tahun baruan di Sarijadi. Sudah ada zea yang mewarnai tahun baru. Kami masak-masak di rumah Mama. Ada Gheta juga, pacarnya Mardian.
31 Desember 2018
Tahun baruan di Bandung juga sepertinya.
Solo - Bandung itu kayak dari Bandung - Jakarta aja gitu. Sering banget aku pulang pergi.
31 Desember 2019
Tahun baru sendirian di Hotel berlantai tinggi di kawasan pasar baru. Aku di lantai 30. Seru banget. Nyaman banget. Bener-bener me time yang tak tergantikan. Pesan makanan online, hujan deras. Aku membatin "bisa nggak kayak gini, sendirian, gak kemana-mana, seminggu aja..."
Eh, dikabulin dengan kehadiran Pandemi COvid-19. Amit-amit deh.
Jam 2 pagi aku kebangun, karena lampu kamar dan AC mati total. Manggil teknisi, abis dibenerin, bobo lagi deh.
31 Desember 2020
Tahun baruan di hotel Santika Hayam Wuruk, sama salah satu temanku. Karena belum puas staycation, yaudah besoknya lanjut staycation pindah hotel.
31 Desember 2021
Kayaknya di Bandung deh. Bakar kembang api dengan Zea Gavin, sama bikinn burger.
31 Desember 2022
Tahun baruan di gunung sindur, di rumahku. Tapi tidur doang, walau tetangga ngajakin tahun baruan. Capek banget soalnya seharian wara-wiri. Sempet ada Dian, Gheta, dan Seina. Sempet NY Eve dinner sama keluarga plus Hudawi dan Priam di Kampung Kecil. Siangnya ada Vian and the gank datang. Dia bawain terompet buat Zea dan Gavin, tapi terompetnya aku sembunyikan, karena berisik. Maaf ya Zea Gavin. Hahaha
31 Desember 2023
Tahun baruan di rumah Bandung, dengan tetangga-tetangga.
31 Desember 2024
Staycation lagi di hotel yang sama tahu 2019. Kali ini ada Dawi yang ikut. Kami sempat mampir lihat perayaan tahun baru di Kota Tua yang rame bangettt.
31 Desember 2025
Di Sarijadi dengan Mama, Zea, dan Gavin lihat kembang api di atap rumah -walau enggak terlalu kelihatan kembang apinya, ketutup rumah tetangga.




Comments
Post a Comment