12 August 2007

Da, Demimu Kubui Nada Degup Dada

menghitung angka
bergelantung tanggal-tanggal di sebuah pohon kisah
rekah anggrek
bibir memelintir ucap yang teramu di batas pikir
panah matamu melesat
menderas sungai nadi
hanyut sampan-sampan berisi memoar matahari
entah ke mana
kau terlalu hijau bagi landai gurun
di mana berserak debu pepasir
kau terlalu mawar bagi pedih bangkai
di mana bertabur nganga luka cabikan
hanya diam bumi yang kusapa dengan kicau kolibri
teduh pagi terbit dari wewangi anginmu
tetapi aku tak ingin meranca pendakian keluk rasa ini
hanya, kutidurkan sejumput api
kubui nada degup dada
demi redup pemaknaan jalanmu

2007

No comments:

Post a Comment