12 August 2007

Riak Nyeri

pergilah dirinya meringkas jarak
kekasih,
kesumat rindu menderu
malam bergelayut di rongga dada
begitu palung
dihimpit bayang bukit
tibalah wajahnya di depan jendela muram
di luar, jemawa gerimis
membasah rambut
dia duduk di sudut keterpurukan
hangat lilin menggoda
di dalam gubuk tercipta siluet pekat
kisahkan sepasang kijang di musim kawin
kekasih,
ada segumpal hati yang teriris
berlarilah dia di deras banjir air mata
buih-buih kedukaan terapung di genangan luka
sapu badai usai lalu
wajah bulan mengambang di sebuah riak nyeri
2007

No comments:

Post a Comment