09 September 2007

September

sepi yang tertidur di riuh cuaca kota

dan tidurlah sepimu di riuh cuaca kota
letih mengumbang
di pisau-pisau ajal, akar menjalar
seruak musim pekuburan

serak bunga di tikungan itu
melukis wajah matahari
dengan jarak ketidakpastian

angin menyemai rindu, di ceruk pagi
tak lama, garang siang jadi gelinjang
pergumulan abad dengan penggal kisah-kisah
irama nadimu bertemu dengan letihnya

kini,
sepimu tertidur di riuh cuaca kota

2007

No comments:

Post a Comment