09 September 2007

Untuk Tiga Sahabatku (1)

Untuk Sinta
Ta, delapan tahun sudah kita arungi kisah. Entah apa yang membuat kita dapat bertahan dengan keadaan ini, terutama aku. Ta, bukankah jalan yang kita lalui sering terhambat oleh tajam kerikil? Suara kersak dedaun terdengar begitu ngilu. Inilah aku, pejuang sejati atas nama persahabatan. Kutahan nyeri dan luka. Kuhirup aroma kelam napas kota. Untukmu, untuk sebuah kenangan di bawah siraman hujan.

Ta, kali ini aku akan menyerah. Ya, menyerah....

(bersambung)

No comments:

Post a Comment