07 October 2009

Bersahabat dengan Kecemasan Saat Bekerja di Tempat Baru

Hohoho...
kadang dalam memulai sesuatu yang baru, kita dihantui rasa cemas. Misalnya, saat kita masuk kerja di tempat baru. Beuh.. mau nggak mau, kita harus siap dengan buanyak kebaruan. Kantor baru tentunya, lingkungan kerja baru, orang-orang baru, dan yang paling bikin dag dig dug tuh kerjaan baru. Hehehehehehehehe....



Yah, tentang kerjaan baru, emang sih, kadang-kadang kita dihadapkan pada kerjaan yang di luar bidang penguasaan kita. Tapi, mau gimana lagi? Mau nggak mau, kita harus bisa. Nah, gimana caranya? Yang paling penting sih, tanamkan rasa dan semangat untuk INGIN TERUS BELAJAR. Dengan demikian, kita akan memiliki kekuatan dasar untuk mempelajari suatu pekerjaan baru yang bisa jadi sulit awalnya di mata kita.
Nah, jangan lupa, jangan ragu bertanya sama senior kita. Insya Alloh, mereka mau bantuin kita. Jangan takut dianggap oon atau bego. Cuek aja. Itu lebih baik lho daripada sok tahu tapi pada akhirnya salah. Yang penting, hati-hati juga saat mau bertanya, liat-liat sikon sang senior, lagi sibuk atau nggak. Kadang-kadang, ada senior yang antusias banget saat ditanya, tapi ada juga yang karena sibuk jadi terkesan cuek. Tapi percayalah, nggak ada senior yang bakal ngejerumusin kita, kecuali orang-orang jahat, hihihihihi tatuuut... Syukurlah, selama gue kerja di kantor lama dan di kantor baru ini, belum pernah tuh ada senior yang jahat. Semua baik dan sabar mau ngasih tau gue.




Nah, saat dikasih suatu kerjaan yang ternyata kita rasa sulit dan nggak mungkin untuk dikerjain, jangan langsung nyerah dan nolak kerjaan karena alasan nggak bisa.
Gue masih inget sama omongan salah satu dosen pembimbing SKRIPSI gue, Bu Yulianeta, saat gue ngerasa pesimistis dalam menyelesaikan skripsi gue. Saat gue berkeluh kesah dan bilang 'nggak mungkin deh', beliau bilang 'coba dulu saja'. Nah, jadi nggak ada salahnya kita nyoba dulu meskipun itu adalah hal baru bagi kita. Kalo udah nemuin kebuntuan, baru deh kita konsultasi sama senior atau atasan, biar mereka tahu di mana kendala kita sehingga bisa bantuin nyari solusinya buat kita. Bener, cuy...

Nah, yang paling penting, bersahabatlah dengan segala bentuk dan rupa kecemasan. Ada rasa takut salah, takut dimarahin, takut dicemooh, dan lain-lain... itu sih wajar aja. Namanya juga orang baru. Yang penting, kita nggak boleh terlalu larut dengan kecemasan itu dan harus mau bersahabat dengan kecemasan sehingga kecemasan itu menjadi pendorong kita dalam 'beraksi', hehehe.
Pokoknya, jangan sampe kecemasan kita bikin kita jadi serba salah, linglung, salting, dan lain-lain. Yang ada, kerjaan kita malah jadi berantakan. Jadi, santai aja, enjoy aja, nikmatin aja, dan selalu bersabar serta terus berusaha. Jangan lupa, kita harus do the best lha cuy. Jangan terlalu mengkhawatirkan hasil, tapi nikmatilah proses pembelajarannya.Biarkan atasan yang menilai kinerja kita, tugas kita cuma do the best dalam melaksanakan tugas-tugas baru kita. Okaaaaaaaayyyy!!!!

Yup, selamat bekerja semuaaaaa@!!
Salam semangat, ya!!

^__^

2 comments:

  1. Tulisan yang menarik. Dan jika Anda berminat melihat referensi silang, coba cek apa yang saya tulis dalam artikel 12 Tehnik Mengatasi Ilusi dan Kecemasan. Semoga membantu.

    Salam kenal.

    Lex dePraxis

    ReplyDelete
  2. okay, salam kenal juga...
    ^_^
    trims infonya.

    ReplyDelete