20 June 2010

Medley di Bawah Bulan Sabit


hujan menghentak waktu
ada aliran deras merasuk di telingaku
bertubi menghujam jantung payahku:

"mengapa tak bisa dirimu yang mencintaiku
tulus dan apa adanya
aku memang bukan manusia sempurna
tapi kulayak dicinta karena ketulusan
kini biarlah waktu yang jawab semua tanya hatiku"

(Pasto-Tanya Hati)


"Yang kaulihat senyumku, tak kau sadari pedihku
namun hancurnya hariku kau tak perlu tahu
kuharap engkau bahagia, walau hatiku terluka
akan kusimpan cerita, kau tak perlu tahu"

"Mau dikatakan apa lagi, kita tak akan pernah satu
engkau di sana, aku di sini
meski hatiku memilihmu"

"haruskah kuakhiri, aku tak tahu
apakah nyata ataukah prasangka
tak mungkin kuhindari, sanggupkah aku terus melangkah
atau kupergi saja"

(Kahitna-"Insomnia", "Mantan Terindah". "Hampir Jadi")


"bila aku tak berujung denganmu
Biarkan kisah ini ku kenang selamanya
Tuhan tolong buang rasa cintaku
Jika tak kau izinkan aku bersamanya.."

(She - "Apalah Arti Cinta")

lalu berkelebat lirik-lirik
diam-diam menggelitik
sedang di wajah bayanganmu aku masih asik


(Hitomi No Jyunin - Laruku)

(Efek Rumah Kaca - Lagu Kesepian)

(John Mayer - Heartbreak Warfare)


lamat
makin mengabur
makin melebur
bersama remah-remah jiwa yang hancur


(Muse - Resistance)

perlahan
makin membaur
kenangan yang merambat bagai sulur-sulur
kali ini, tawa kawan tak mampu melipur

bahkan,
bintang jatuh yang dibebani keinginan orang-orang itu
kupastikan tak mampu wujudkan keinginan terdalamku
hasrat tertinggiku tentangmu tentang dunia yang
selalu diisi sumpah serapah ini

sudahlah...

(Bondan Prakoso - Ya Sudahlah)

(Closehead - Berdiri Teman)

(The Beatles - Blackbird)

(Core of Soul - Purple Sky)


kaukah yang tak lama lagi akan menemuiku dalam mimpi gelisah?


diam-diam
kupunggungi setangkup kisah yang berabad membebani biru bahuku


aku ingin melupakanmu
hanya itu


kini, nyanyian Sondre Lerche mengalun teduh dan hangat


lalu
pelan-pelan kututup mata yang entah kenapa rasanya basah

2 comments: