24 October 2014

Api Dendam

Dia bukan Drupadi ataupun Drestajumena yang diciptakan dari api untuk memuaskan dendam kekalahan Drupada. Tetapi, tingkah polah dunia dan cecunguk-cecunguk ganjen yang tak henti menyebar aroma taik selalu membuatnya terbakar, sesekali mendendam bermandi luap serapah.

Dia bukan Pandawa yang ditakdirkan berperang melawan Kurawa. Tetapi, manusia-manusia di sekelilingnya senang membuat ulah. Ciptakan turbulensi dan peperangan di kepalanya.

Dia bukan Bisma, tapi dia mencoba berkompromi dengan amarah. Diredamnya semua kebencian.
Tapi cecunguk tak mau diam.
Kebencian pun mereka diam-diam.

Dendam.
Yang suatu saat akan diluapkan dalam kepung api.

No comments:

Post a Comment