22 January 2015

Lupa Bersyukur atas Turunnya Hujan

Mengeluh. Itu kebiasaan kita sehari-hari. Ngedumel. Panas menyengat, ngedumel. Hujan deras mendera, marah-marah.
Pula halnya dengan saya.
Lalu, dalam salah satu grup whatsapp, yang sedang ramai disambangi anggotanya, ada satu postingan teman yang saya garis bawahi.
"Hujan itu berkah, doa-doa saat hujan turun akan diijabah."

'JLEB!'
Dada saya seperti ditusuk. Saya malu. Sejak kejadian banjir 22 Desember 2012 lalu, saya mendendam pada hujan. Saya yang dulu bersahabat dengan hujan mendadak tidak suka hujan. Saya lupa, hujan itu memang salah satu bentuk kasih sayang Tuhan. Saya lupa pernah menulis kalimat itu di salah satu novel saya.

Saya lupa bersyukur atas turunnya hujan. Hujan yang diberi oleh Tuhan secara gratis.
Saya tak sempat berdoa ketika hujan turun. Saya hanya sibuk mengurusi tubuh yang takut kebasahan. Astaghfirullah.

No comments:

Post a Comment