08 June 2008

Kini Udara Selalu Bersisa Jejakmu

Kulangkahkan kaki.. tanpamu.
Kunikmati kisi-kisi kosong hati.. tanpamu.
Ya, kamu..
kamu yang hilang di sulur waktu yang meranggas
kamu yang membiarkan cinta pergi meski tubuh kita saling bertemu

Kau tahu...
kini udara selalu bersisa jejakmu... aromamu
meliuk masuk ke dalam ubun-ubun...
sehingga aku selalu dan selalu mengingatmu, bahkan menginginkanmu..

Tetapi..
mengapa harus kamu?
hanya itu yang ingin kutanyakan

No comments:

Post a Comment