31 October 2012

Air dan Api Selalu Rendah Hati

sejak pagi, aku menunggu
jujur, ada cemas yang tak wajar
tapi aku sudah mulai terbiasa

di pagi ini, aku merasa berdiri di tengah jalan raya
bus dan truk pengangkut sampah lalu-lalang
membuatku sedikit takut dan ingin menepi

tapi aku bertahan
menunggumu datang

orang-orang mulai berkoar seperti gagak
ya, koar yang selalu penuh curiga
satu demi satu kujawab,
bahwa kau masih ada dan akan segera tiba

ada juga si makhluk lendir
sejak fajar kucoba berdamai
tapi, mulailah dia berulah
memulai permainan perang sambil bersandiwara
itulah dia
tak pernah puas meskipun aku terdiam dalam larung
dan dia senang menyorotku dengan lampu panggung
tentu saat aku terhuyung masuk lubang

itu aku

lalu kau?
anak panah menghujam
: ada sasaran empuk untuk disingkirkan

sekuat tenaga, kau kujaga
selalu kubuat warta bahwa kau adalah permata
ini bukan kabar semata, ini nyata
tampak di mataku yang selalu terbuka

kau di mana?
kini mereka menggila

mereka?
domba yang digembala
manut setia pada penguasa rumput
tak peduli pada dunia di luar petak rumput yang ada
bulu mereka cantik dan putih
tetapi, terkadang aku melihat seringai mengerikan di baliknya
semoga aku salah lihat

kita?
hanya api semangat dan luap jernih air
yang sering ditafsirkan sebagai pembawa bencana
tak masalah
karena pada setiap hidangan mewah restoran
air dan selalu rendah hati

31/10/12


No comments:

Post a Comment