30 October 2012

H A T I

Sebenernya, hati yang nggak adil, atau kita yang nggak adil sama rasa hati?
Kalo ngebahas tentang hati, jujur aja, rasanya pelik dan rumit. Udah media fisiknya lunak, hati itu terkonsep secara absurd dan terkadang sulit didefinisikan dengan ilmu pasti. Mungkin.
Kadang, kita juga lupa sih, kalo kita itu udah dikasih kelengkapan berupa hati, yang bisa ngerasain sakit, senang, sedih, dan sebagainya. Dari kolaborasi hati, otak, dan seluruh organ pendukung lainnya, kita bisa berkenalan dengan dunia, tentunya dunia kita. Kita juga bisa sedikit meredam arogansi. Hmm...

Hati kita juga sekali waktu terkoneksi dan bersinggungan dengan hati orang lain. Kadang, ada chaos dan turbulensi yang ciptakan sinyal bahwa hidup itu nggak seindah wewarna pastel di negeri dongeng. Sesekali, ada juga letup rasa hati yang mungkin sulit terdefinisi.
Berdamailah dengan hati, biarkan dia menemukan rasa yang paling tepat. Adillah memperlakukannya, sehingga dia bisa lebih adil dan bijak, serta bersahabat dengan kita saat badai mendera.

Apapun, yakin sajalah, hati itu diciptakan untuk kita, untukbertahan hidup, untuk berjuang mempertahankan hidup, untuk merasakan, untuk bla bla bla bla....
dan untuk mencintaimu.

No comments:

Post a Comment