17 February 2016

Apa yang Telah Kuperbuat di Negerimu

Apa yang telah kuperbuat di negerimu? Tak pernah sedikit pun terlintas dalam benakku untuk menyerang atau merusaknya. Bahkan, sejak lama kupelihara negeri itu agar kau selalu bahagia.
Setiap hari, negeri itu kutanami bunga-bunga, kutaburkan serbuk kebahagiaan, dan kuembuskan wangi yang mawar.
Kujaga sepenuh jiwa.
Kurawat dengan seluruh sisa rasa.
Selalu, dengan alasan agar kau bahagia.

Sungguh, aku selalu inginkan bahagia dalam negerimu. Hatimu, jiwa dan raga.

Tetapi, apa yang telah kuperbuat di negerimu?
Sehingga jumawamu melumat negeriku. Hatiku, jiwa dan raga.

Pada akhirnya selalu kaurusak negeriku. Kau tabur batu-batu langit.
Kau tiupkan panas matahari. Maka, terbakarlah sekujur negeriku dalam pilu.
Dikoyaknya bahagia yang berabad kujaga.
Diempasnya mantra-mantra pelumpuh rasa.

Di wajah negeri ini, aku tersungkur.
Tanpa cinta.
Tanpa harapan.
Tanpa kesempatan.

Hanya bersisa: kematian.

No comments:

Post a Comment