29 January 2016

Cinta dan Persahabatan Seharusnya Melahirkan Kebahagiaan

Hampir saja kumelepasmu dalam benci. Sebab, terkadang kebencian lahirkan kekuatan di luar prediksi. Dengan menumbuhkan benci, tekadku semakin kuat untuk merelakan kau pergi.
Tetapi, tangan-tangan takdir kembali membuatmu hadir. 

Alhamdulillah...
Semua tak serumit yang kupikir. Kelapangan dada lah yang bisa membuat petaka berakhir. 
Kita sama-sama belajar menerima. Sama-sama belajar tentang kenyataan yang tak selamanya indah. Tentang bagaimana berdamai dengan hal tak biasa. Tentang bagaimana selalu bahagia walau ada air mata.
Tentang cinta dan persahabatan yang seharusnya melahirkan kebahagiaan.

Jumat, 29 Januari 2016
Pertemuan dengan seorang kawan di Goedkoop, Benhil.

No comments:

Post a Comment