24 January 2016

drie harten


Ada luka mendalam tergambar di wajahnya,
orang yang begitu kusayangi.
Tetapi, dia sedang jatuh hati pada kekasih yang tak ingin kubagi.

Cintanya mengalir murni. Setenang Seine yang tetiba beriak saat kapal menepi.
Sembunyi-sembunyi dalam segala rahasia.
Diam-diam menyelimuti cerita dongeng tentang sejati persahabatan.

Ada luka yang ingin kusembuhkan.
Dengan cara sederhana, dari pendar persahabatan.
Tapi, cinta bisa jadi raja segala-gala.
Bisa membuat lupa akan kudus jalin persaudaraan.
Lalu persahabatan yang kusajikan hanyut di sungai kemarahan.

Seperti dicampakkan dalam sengit api kekecewaan.

Tapi aku mengerti.
Hati tak bisa dipaksakan.
Pula sahabat yang ingin pergi mencari ketenangan.
Karena sekali waktu, tak semua hal cukup dibicarakan.

Kini..
Ada luka menyayat tiga hati yang dulu pernah tertawa bersama.
Ada cerita sendiri-sendiri di balik sayatan itu.
Ada keinginan sendiri-sendiri yang akan menunjukkan jalan yang akan ditempuh.
Ada sekereta mimpi tentang perjalanan panjang yang dulu dikisahkan penuh dengan kegembiraan.

Ada tiga hati yang masing-masing saling mendoakan.



Sumber gambar:
http://bibeltemplet.net/Bilder/three-angels.jpg

1 comment: