19 September 2014

Mereka yang Diam-Diam Menikmati

Kembali, ada hal yang tidak saya pahami.
Ini tentang orang-orang yang tidak menyukai sesuatu, tetapi mereka tidak berusaha menarik diri atau menjauhi hal-hal yang tidak disukainya itu.
Sambil sesumbar kekata tentang benci dan kekesalan, mereka berdiam di lingkaran itu, bahkan mereka tak berusaha menghindar saat harus ditarik ke dalamnya.
Apa sebenarnya diam-diam mereka menginginkannya? Atau mereka sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar? Entah.


Saya jadi teringat kutipan puisi Toeti Heraty berjudul "Saat-Saat Gelap". Entah relevan atau tidak, tapi hanya puisi itu yang berkumandang di kepala saya saat saya memikirkan orang-orang itu.

Manusia yang menyerah pada keangkuhan tunggal,
tetapi diam-diam menikmati
Jari membelai, meneguk dari sumber kehidupan....

Jadi, apa iya sebetulnya mereka sendiri yang sebenarnya merasa nyaman berada di lingkaran itu?
Karena, jika mereka tidak suka, kenapa tidak mereka jauhi saja tempat itu?

Yang jelas, selama ini saya sudah bersungguh-sungguh menjauhi lingkaran itu, dan saya berhasil. Baiklah, kita lihat siapa lagikah orang-orang yang berapi-api ingin jauh dari situ, tapi justru mendekati lingkaran itu seperti serangga yang terhipnotis cahaya lampu.

No comments:

Post a Comment