12 September 2014

"Siapa-siapa" dan "Apa-apa"

Pernahkah Anda merasa seperti ini?

Kadang, kita merasa tak ingin jadi siapa-siapa, tak ingin terlihat memiliki apa-apa. Ingin rendah hati, ingin biasa-biasa saja, dan tidak menonjolkan diri.
Tapi, situasi di sekeliling kita berbeda. 
Orang-orang yang saling berlomba untuk terlihat menjadi siapa-siapa. Rekan kerja yang rajin unjuk kabisa. Sikat-sikut mencari kedekatan dengan bos incaran. Sanak saudara yang sibuk memperlihatkan diri sebagai sesuatu yang berarti. Tetangga-tetangga yang terus unjuk gigi bahwa mereka memiliki apa-apa.

Akhirnya, tanpa disadari kita terdorong, lalu jadi bagian dari mereka.
Bukankah itu pertanda bahwa hidup kita diatur oleh kondisi orang lain, oleh standar ideal yang diciptakan oleh orang lain?
Semacam jadi ibadah untuk dilihat, pintar untuk menjabat, supel untuk menjilat,  kaya untuk dianggap hebat.

Itukah esensi ribuan hari yang telah kita lalui di muka bumi?
 

No comments:

Post a Comment