13 September 2014

Sebaik Apapun Perbuatan Kita

Sebaik apapun perbuatan kita, sebanyak apapun benih-benih kebaikan yang kita tebar di pelik kehidupan, akan selalu ada manusia lain yang memendam ketaksukaan. Ketaksukaan yang bisa bermetamorfosis jadi rasa iri, benci, merasa ditandingi, dan berbagai perwujudan sisi negatif lainnya.
Subjektivitas yang akan banyak berbicara dan abai terhadap hal-hal baik yang dilakukan oleh orang lain.

Lalu, apakah kita harus berhenti? Apakah kadar perbuatan baik itu harus dikurangi?
Tentu tidak. Lanjutkan hal-hal baik dalam hidup, berbagi dengan sesama, dan menebar benih-benih cinta di muka bumi.
Tak ada urusan dengan pandangan negatif orang lain, selama kita tidak merugikan siapapun.
TETAP BERPIKIR POSITIF dan melangkah beralaskan niat baik yang tertancap di hati.
Jangan berpikir tak akan ada kaum pembenci. Mereka akan selalu ada, dalam berbagai rupa, dalam berbagai wujud orang yang tak terduga. Dari mereka kita bisa belajar banyak hal, dari kita semoga mereka bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

Pembenci? Biarlah kebencian mereka bertemu dengan akhir tragisnya sendiri.

No comments:

Post a Comment