24 September 2015

Bawang Merah Melupakan Sejarah

Bawang Merah berkawan dekat dengan Silbi. Ketika bersama, mereka terlihat seperti sepasang sahabat yang tak bisa dipisah. Bawang Merah merasa Silbi kawan sejatinya, walau Silbi biasa saja. Malah, Silbi menganggap Bawang Merah sebagai pendongkrak popularitasnya di sekolah. Ya, agar Silbi aman dan tentram karena berdekatan dengan si Bawang Merah yang disegani.

Waktu berlalu. Beberapa kenangan terekam sebagai bukti pertemanan Bawang Merah dan Silbi. Hal itu selalu diingat oleh Bawang Merah. Tetapi, Silbi menganggapnya sebagai kenangan biasa saja. Maka, lupalah dia.

Hadirlah Bawang Putih di tengah-tengah mereka. Awalnya, Silbi merespon Bawang Putih biasa saja. Tetapi, Silbi merasa cukup cocok berteman dengan Bawang Putih. Walaupun Bawang Putih adalah anak baru yang pengaruhnya tidak sehebat Bawang Merah, Silbi merasa lebih nyaman berteman dengan Bawang Putih. Meski begitu, Silbi tidak pernah melupakan Bawang Merah. 
Tetapi, tetap saja Bawang Merah membenci Bawang Putih dan menganggap keberadaannya tidak penting.

Kadang Bawang Merah merasa iri kepada Bawang Putih. Apalagi jika Bawang Putih terlihat akrab dengan Silbi. Oleh karena itu, Bawang Merah selalu bercerita kepada seluruh penghuni sekolah bahwa Silbi adalah sabatnya, dan kedekatan mereka tidak akan pernah tergantikan. 
Lalu, Silbi dan Bawang Putih mendapat tugas istimewa. Mereka jadi duta Indonesia dalam perjalanan ke beberapa negara di Eropa. Bawang Merah geram. Dia tidak ingin sahabatnya diambil oleh Bawang Putih.
Tetapi, apapun usaha licik Bawang Merah, dia selalu gagal menghentikan rencana Bawang Putih dan Silbi. Lalu, mereka pun pergi ke Eropa selama beberapa minggu. DI sanalah mereka semakin akrab.

++

Waktu tak terasa bergulir dengan cepat. Suatu ketika, Silbi mendapat beasiswa ke Perancis. Tanpa basa-basi kepada Bawang Merah ataupun Bawang Putih, Silbi pergi.
Bawang Merah dan Bawang Putih merasa sedih. Mereka ditinggalkan begitu saja oleh seseorang yang selama ini mereka anggap sebagai sahabat.

Bawang Putih tak tega melihat Bawang Merah merasa kehilangan. Lalu, mereka pun berteman. Banyak peristiwa yang mereka alami bersama. Yang jelas, Bawang Putih selalu ada bagi Bawang Merah ketika dibutuhkan. Itu terjadi bertahun-tahun sampai mereka lulus sekolah. Mereka telah menorehkan suatu kisah persahabatan baru. Bawang Putih dan Bawang Merah bahagia karananya.

Lalu, pada suatu kesempatan yang penuh kejutan, Silbi kembali!
Dan, tiba-tiba Bawang Merah kembali pada karakter aslinya, memusuhi Bawang Putih dan merasa Bawang Putih adalah ancaman.
Dia lupa pada sejarah beberapa tahun ke belakang yang ditorehkannya bersama Bawang Putih. Bawang Merah lebih tertarik memuji-muji kehebatan Silbi dan mengulang-ngulang cerita tentang persahabatan mereka di masa lalu, sebelum Bawang Putih tiba.

Bawang Merah Melupakan Sejarah

No comments:

Post a Comment