19 June 2015

Ketika Dia Menyata di Depan Mata #nulisrandom2015

Pernahkah kamu mengalami ini?

Kamu sedang merindukan seseorang. Lalu, sosok seseorang yang kamu rindukan itu tiba-tiba mampir di matamu. Dia duduk di kursi yang juga jadi kursi jatahmu. Lalu, kalian duduk berdampingan. Tapi ada yang aneh, karena kamu dan dia tidak bisa bertegur sapa seperti biasanya, ya, seperti di masa lalu. Kamu hanya bisa berujar, “permisi ya,” sambil melangkah melewatinya, karena kamu dapat tempat duduk di samping jendela.
Sekali lagi, kamu melirik ke arahnya. Hanya lewat ekor matamu. Ya, kini, dia ada di sampingmu, tapi ternyata dalam wujud yang lain. Dia bukan seseorang yang selama ini kamu rindukan.  
Setelah beberapa menit berlalu, kereta mulai melaju. Kamu dan orang di sebelahmu sibuk sendiri-sendiri dengan gadget yang kalian bawa masing-masing. Lalu, fokusmu kembali tertuju padanya. Wujudnya memang berbeda, tetapi dia benar-benar membuatmu kembali mengingat seseorang yang kini sudah jauh dari hari-harimu.
Sejenak, kamu mengasumsikan itu sebagai bentuk kerinduan. Dalam hatimu, kamu berkata-kata, “oh, ini luapan rindu.”
Tetapi, setelah kamu amati dalam perjalanan singkatmu dengan kereta, orang di sampingmu benar-benar menyerupai seseorang yang dulu begitu istimewa bagimu. Banyak hal yang membuatmu mengingat seseorang istimewamu itu. Postur tubuhnya, garis wajahnya, bentuk hidungnya, detal-detail tertentu di wajahnya, gerak-geriknya, cara dia berjalan, cara dia duduk, cara dia memegang dan menyentuh layar gadgetnya, cara dia mengusap wajahnya yang ngantuk, dan gerak tak beraturan kakinya karena menahan dingin dan tak sabar ingin segera sampai.
Lalu, dia mengeluarkan laptop dari tas ranselnya. Astaga, tas ransel itu juga mirip, walau tak sama, dengan tas milik seseorang di masa lalumu itu. Juga cara dia memegang laptop dan saat jemarinya bermain di atas keyboard.
Lalu, khayalan kamu berlari ke mana-mana. Kamu menganggap dia adalah reinkarnasi dari seseorang istimewamu itu. Lalu, tak lama, kamu makin gila. Kamu menganggap dia sedang menyamar dan sengaja ingin memberikan kejutan buatmu.
Apapun yang terjadi, anggaplah ini hadiah dari Tuhan. Sudah lama kamu tak menjumpainya. Sudah lama kamu tak melihatnya. Sudah lama kamu tak pernah tahu lagi kabarnya. Kini, Tuhan mengizinkanmu melihat dia, walau dalam bentuk lain, yang sebetulnya bukan dia.
Kursi kereta api kelas bisnis ini membuatmu harus duduk bersebelahan dengannya tanpa sekat. Sesekali tubuh kalian bersentuhan. Ada pendar hangat yang membahagiakan di tengah kepung tiupan air conditioner yang membuatmu kedinginan.
Lalu, kamu memejamkan mata. Kamu membuat keberadaan orang yang kamu rindukan itu terasa semakin nyata. Kamu menganggap orang di sampingmu itu adalah dia. Lalu, kamu merasa tenang dan bahagia. Kamu terlelap, lalu bermimpi tentangnya.

Pernahkah kamu merasakannya? Karena itu baru saja kurasakan.

No comments:

Post a Comment