22 November 2008

Mencemaskan Masa Lalu

puisi Sigit Rais

(sumber gambar: www.miraclemountainimages.com)


hujan turun tak deras,
tapi rindang tipis-tipis
tebarkan aroma debu dan rumput
yang tadi siang terjemur terik matahari

kelebat masa lalu datang
terbitkan cemas
gelisah sepekat awan
tentang detik-detik yang tak mungkin datang lagi

hujan mereda
butir halus air langit
pecah tertiup angin

sungguh,
masa lalu tak kan kembali
dan tak perlu kucemaskan lagi

Selasar, 26 Oktober 2008

3 comments:

  1. Hujan selalu bisa jadi inspirasi. Sunyi dengan derasnya air yang turun...
    Masa lalu memang berbahaya, harusnya kukurung dia dalam kandangnya!

    Hhhhh...

    ReplyDelete
  2. masa lalu tidak perlu dicemaskan, tapi dia hanyalah untuk dikenang sahaja.

    lam kenal yah!!!

    ReplyDelete
  3. @langitkotabangdung: kadang-kadang aku memang jatuh hati pada hujan

    @rahim rasyid: dikenang dan dijadikan cerminan agar makin mantab melangkah ke depan. Seperti halnya saat kita melihat kaca spion saat mengendarai mobil, hehe

    ReplyDelete