06 November 2008

Turbulensi Kata Hati


Di dadaku ada sesuatu yang bergemuruh. Mungkin kata hati.
Terbitlah cemas. Bangkitlah gelisah. Berkeliaranlah euforia...

dan berbagai bentuk gelagat jiwa yang lain

semua bertabrakan
ciptakan turbulensi kata hati yang tak kumengerti.

;;;;;;;

aku mencintainya, meski hanya dalam selimut malam
aku menginginkannya, meski hanya sebatas angan yang tak mampu kurealisasikan
aku ingin mengisi salah satu ruang kosong hatiku dengan sosoknya yang bisa terbitkan semangat di mula pagiku

aku ingin dia datang sebagai mentari bagi hamparan hijau hatiku


;;;;;;;

Di dadaku ada sesuatu yang bergemuruh. Mungkin kata hati.
Terbitlah cemas. Bangkitlah gelisah. Berkeliaranlah euforia...

dan berbagai bentuk gelagat jiwa yang lain

semua bertabrakan
ciptakan turbulensi kata hati yang tak kumengerti.

;;;;;;;

dia buatku limbung
pikiranku terpaku pada muram hujan di wajahnya

dia buatku gelisah
degup dadaku enggan mengetukkan nada-nada berirama

dia buatku gerah
kesumat hasrat meluap dengan rindu dendam

dia hanya malam
dan aku lelaki buta yang melangkah di bawah rengkuh pasi bulan pucat

''''''


mungkinkah? tanyaku.
entahlah. jawabku.
benarkah? tanyaku
begitulah. jawabku.


'''''''


kali ini kubiarkan dia memadu cinta di depan mata
TOLOL!
diam sajakah aku?

tapi dia bahagia dengan itu!
TOLOL
benarkah itu?

mengapa masih ada muram hujan di sorot wajah layunya?

entah.

apa artiku jika muram hujan tak mampu kuhapuskan dari wajahnya?

pergi sajakah aku?

entah.

aku ingin bersamanya....


;;;;;;

Di dadaku ada sesuatu yang bergemuruh. Mungkin kata hati.
Terbitlah cemas. Bangkitlah gelisah. Berkeliaranlah euforia...

dan berbagai bentuk gelagat jiwa yang lain

semua bertabrakan
ciptakan turbulensi kata hati yang tak kumengerti.


Tuhan...

sayangilah dia karena cintaku tak mampu tenangkan pedihnya
rengkuhlah dia karena dekapku tak sanggup memeluk keluhnya
pendarilah dia dengan pijar-Mu karena pijarku hanya setitik nyala lilin di hamparan langit hitam


'''''


aku limbung lagi
lambungku nyeri

tanpa terasa tetes air mata menetes
mengalir ke samudera luka

dan aku masih berkutat dengan turbulensi kata hati...


Igiw (6 November 2008) 20:40

1 comment:

  1. NICE..SWEET..ROMANTIC..I LOVE IT...
    Pokoknya mah TURBULENSI KATA HATI mengisyaratkan semua isi hati....i thing like that...

    ReplyDelete