16 November 2008

Obituari Kata Hati (Drama pendek Sigit Rais)

*mengenang seorang kawan yang konon mati karena cinta



SUARA ALAT MUSIK PUKUL (BEDUG/ JIMBE/ AQUA GALON/ DLSB) + SUARA ANGIN BADAI
MUNCUL ORANG-ORANG BERPAKAIAN LUSUH. MEREKA DISERET OLEH ORANG-ORANG BERBAJU MERAH MEMAKAI TOPENG. MEREKA KESAKITAN. MENJERIT SEPERTI ORANG GILA / TAWANAN YANG DISIKSA. SEPERTI ORANG YANG KEHAUSAN DI GURUN PASIR.
TABLO.

TOPENG : Cinta datang untuk tak melukai tapi kepergiannya akan tinggalkan bekas luka. Tak ada cinta sejati selain cinta hakiki., cinta abadi. (DIULANG BEBERAPA KALI)
ORANG LUSUH 1 : AAARGGGH! Inikah cinta? Jiwaku direngkuh sampai jadi lepuh. Sesaat aku melesat dengan sayap, lalu jatuh di bawah langit runtuh.
TOPENG : Cinta datang untuk tak melukai tapi kepergiannya akan tinggalkan bekas luka. Tak ada cinta sejati selain cinta hakiki., cinta abadi. (DIULANG BEBERAPA KALI)
ORANG LUSUH 1 : HENTIKAN! HENTIKAN!
TOPENG : Cinta datang untuk tak melukai tapi kepergiannya akan tinggalkan bekas luka. Tak ada cinta sejati selain cinta hakiki., cinta abadi. (DIULANG BEBERAPA KALI)
ORANG LUSUH 1 : HENTIKAN! HENTIKAAAAAN! (PINGSAN)

SEMUA KELUAR. DISAMBUNG DENGAN KEDATANGAN ORANG-ORANG BERBAJU HITAM YANG MENGGOTONG JENAZAH.
ORANG-ORANG: Dia lahir atas nama cinta, tumbuh dalam naungan cinta, dan mati karena cinta. (DIULANG BEBERAPA KALI)
SEMUA DIAM. TERDENGAR NYANYIAN MUSIKALISASI PUISI “AKU INGIN” (SAPARDI DJOKO DAMONO).
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
Kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Kepada hujan yang menjadikannya tiada

SETELAH NYANYIAN SELESAI. DATANG SEORANG LAKI-LAKI BERSERAGAM SMA, NAMANYA ARJUNA. DIA DATANG DENGAN LUNGLAI. SEDIH, NANAR, HATINYA TERIRIS-IRIS. DIA MENGHAMPIRI JENAZAH DENGAN PENUH PENYESALAN
ARJUNA : Dan terciptalah wujudmu dalam benderang siang. Bibir darahmu masih terpahat pada tulangku, wahai perempuan. Tubuhmu terbaring kering di gurun tak bernama. Satu-persatu pepasir bergilir menyelimuti pualam kulitmu.
ORANG-ORANG: Dia lahir atas nama cinta, tumbuh dalam naungan cinta, dan mati karena cinta.. ..
ARJUNA : Padaku! (KE PENONTON) Dialah Srikandi, perempuan bermata bening sebening sikap dan lakunya. Dari jemari lembutnya mengalir Seine yang kulayari dengan kejujuran hati. Kuseberangi sungai itu dengan cinta lewat jembatan Mirabeau yang mengiris sungai bagai pelangi di permadani biru. Aku telah menemukannya sebagai cinta, cinta yang meluap deras menerjang jiwa sunyiku. Dia begitu tulus mempersembahkan cintanya padaku, begitu membara, bahkan terlalu bergelora dan jadi nyala api yang membakar jiwa rapuhnya.
ORANG-ORANG: Dia lahir atas nama cinta, tumbuh dalam naungan cinta, dan mati karena cinta...
ARJUNA : Dia lahir atas nama cinta, tumbuh dalam naungan cinta, dan mati karena cinta...karena aku!
ORANG-ORANG TERBARING DI SEKITAR JENAZAH.

DATANG MAHLUK MERAH. SEPERTI SETAN. MUKANYA BENGIS, GARANG, JAHAT, DAN LICIK.
MERAH : Ya, karena kau! Karena kau! Kau harus tahu bagaimana dia mati dalam genggamanmu setelah telingaku menganga untuk secarik dongeng tentang puri-puri cinta yang dihinggapi gagak hitam.
Diam-diam dilukisnya bibirmu dengan tinta darah pada kafan yang melilit jasadnya.
Ditulisnya berbait-bait luka pada selembar bayanganmu
Di sebuah ruang, cahayamu menelusuk dalam malam hitamnya.
melebur bersama mimpi abadi.
Dia mati karenamu! Maka tebuslah rasa sakitnya dengan kematianmu!

ARJUNA : Dia lahir atas nama cinta, tumbuh dalam naungan cinta, dan mati karena cinta...karena aku!

MERAH : Dulu kau bilang kaulah malaikat yang akan bingkiskan ciuman pertama untuknya. Setelah itu kau melarikan diri dari hatinya. Kau tertawa bangga di balik cinta palsu. (TERTAWA)

ARJUNA : Dia lahir atas nama cinta, tumbuh dalam naungan cinta, dan mati karena cinta...karena aku!
MERAH : Perempuan itu telah mati dengan mata basah untuk melupakanmu.

ARJUNA : Asap hitam langit kelam di senja muram. Aku hampir ditikam malam
O, rintih pedih jiwa tertindih. Aku menjerit sakit terhimpit sempit.
Tikus-tikus berbadan busuk menelusuk tubuh remuk.
Kutu-kutu terkutuk tebarkan amuk di sekujur hancur.
Aku tak berdaya!
O, rintih pedih jiwa tertindih.
Aku menjerit sakit terhimpit sempit.
Adakah aku harus mati saat ini juga?

MERAH : Ya! Mati! Mati! Kau akan bebas! BEBAS!
MERAH MENYERAHKAN SEBILAH PISAU/PEDANG/APAPUN PADA ARJUNA. ARJUNA AWALNYA RAGU. TAKUT. TAPI BAGINYA TAK ADA JALAN LAIN. DIAMBILNYA PISAU ITU. DIA AKAN BUNUH DIRI.
TIBA-TIBA ADZAN BERKUMANDANG. LALU TERDENGAR SUARA-SUARA. BANYAK!! SEPERTI SUARA PULUHAN ORANG.
ORANG-ORANG : Cinta hakiki!! Cinta hakiki!!
ARJUNA : (MENGHENTIKAN NIATNYA BUNUH DIRI)
Apa? Siapa kalian? Apa itu cinta hakiki? Apa?! Jawab!?JAWAB!!!
ORANG-ORANG : Cinta abadi. Cinta Illahi. Cinta Sang Maha Indah. Cinta yang tak akan pernah mati!! Lillahita’ala!! Cinta karena Allah!!

ARJUNA MELEPASKAN PISAUNYA. MERAH MERASA KALAH. LALU PERGI.
MUSIK.
MUNCUL BEBERAPA ORANG BERPAKAIAN SERBA PUTIH. MEMBAWA KAIN PUTIH. LALU MENGELILINGI ARJUNA. ARJUNA DIANGKAT. WAJAHNYA BAHAGIA. DIA TELAH MENEMUKAN CINTA SEJATI. CINTA HAKIKI. CINTA ILAHI.
SELESAI*
=02/03/06=

No comments:

Post a Comment