12 November 2008

Tentang "Seblak Kering"

Yang kumakan bernama seblak. Kerupuk renyah berbumbu bubuk cabai dengan aroma bawang. Kenapa disebut seblak? Mungkin karena rasa pedasnya yang 'nyeblak' dan membuat ketagihan. Ya, meskipun rasa pedas ini cukup menyiksa lidah, aku enggan berhenti sampai bungkus plastik berisi seblak seharga 500 rupiah ini kosong tanpa isi. Bahkan, aku kesampingkan kekhawwatiranku terhadap masa depan perutku yang beberapa jam lagi akan terasa sakit dan panas. Yang jelas, saat ini aku hanya ingin menikmati seblak kering nan gurih ini sampai puasss...

Menikmati seblak, menurutku hampir sama dengan jatuh cinta. Terkadang, kekecewaan membuat hati tersiksa. Ya, kekecewaan yang hampir sama dengan rasa pedas pada seblak. Tetapi, meski berkali-kali tersakiti, aku tidak pernah berhenti. Lagi.... lagi... dan lagi.... Entah apa yang dapat membuatku jera. Jangan-jangan, jika tiba waktunya nanti, aku akan lelah dan berenti.
Entah....

23 Juli 2008 10:15


7 comments:

  1. walau kita tau pasti pedasnya akan membakar lidah,kita tetap mengunyah,menelan,dan mengosongkan bungkusnya...dengan menggenggam harap bahwa segelas air akan meredam panasnya...

    why all the 'broken heart' issues?lagi patah hati kah dirimu?

    ReplyDelete
  2. jatuh cinta? cie... ma sapa?
    eh eh, jeng tita ultah loh, ayo kita minta traktir hihihihihiii....

    ReplyDelete
  3. BRAVOOO!!!!!..Its Simple thing,buts Full Meaning..

    ReplyDelete
  4. BRAVOOO...SIMPLE..BUTS...Full Meaning..NICE...ehmm

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete